Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Tambang Lutim: Safety Day Perdana PT Tiga Pilar Energi

22 September 2026 • Admin • 1 kali dibaca
Safety Day perdana PT Tiga Pilar Energi, penguatan budaya keselamatan kerja tambang lutim
Gambar: Pena Lutim (dokumentasi PT Tiga Pilar Energi)
ASM Group
Iklan

Malili – Perusahaan penyedia jasa pertambangan dan konstruksi PT Tiga Pilar Energi menggelar Safety Day perdana pada Rabu (17/9/2026). Kegiatan itu menjadi penanda bahwa budaya keselamatan kerja di kawasan tambang lutim dan sekitarnya tidak cukup diurus lewat prosedur di atas kertas, tetapi harus dibangun sebagai kebiasaan harian.

Acara tersebut dihadiri jajaran manajemen, seluruh pimpinan departemen, tim HSE, engineer, supervisor, serta karyawan perusahaan. Safety Day dibuka langsung oleh Presiden Direktur PT Tiga Pilar Energi, Hagzen Kamal, yang menegaskan keselamatan tidak boleh dikompromikan dengan alasan apa pun, termasuk target produksi.

Tambang Lutim dan Budaya Keselamatan Kerja

Luwu Timur memiliki lanskap industri yang bercampur. Ada pertambangan nikel, pengolahan, jasa konstruksi, hingga proyek pengembangan kawasan industri baru. Setiap sektor membawa risiko berbeda, dari ketinggian, alat berat, listrik, sampai pekerjaan di ruang terbatas.

Dalam kondisi seperti itu, keselamatan bukan urusan satu departemen. Ia menempel pada setiap keputusan, mulai dari perencanaan pekerjaan, pemeriksaan alat, sampai keputusan menghentikan pekerjaan ketika kondisi dinilai tidak aman.

Tata Atur
Iklan

Safety Day menjadi momen untuk menyatukan pesan itu. Perusahaan penyedia jasa biasanya bekerja di banyak lokasi dengan karakter pekerjaan berbeda, sehingga menjaga standar yang sama di setiap proyek menjadi tantangan tersendiri.

Apa yang Ditekankan pada Safety Day Perdana

Tema yang diusung adalah One Team, One Goal, Zero Incident. Pesannya sederhana: meski bekerja di proyek, departemen, dan wilayah berbeda, seluruh karyawan adalah satu tim dengan tujuan yang sama, pekerjaan berhasil dan setiap orang pulang dengan selamat.

Hagzen Kamal menyebut Safety Day bukan acara seremonial. Menurutnya, kegiatan itu menjadi langkah awal membangun tradisi sekaligus pengingat bersama bahwa keselamatan harus menjadi bagian dari cara berpikir, mengambil keputusan, bekerja, dan memimpin.

Ia juga menegaskan tidak ada target produksi, jadwal proyek, maupun pencapaian bisnis yang lebih penting daripada memastikan setiap orang yang datang bekerja dapat kembali kepada keluarganya dengan selamat.

Pesan itu sejalan dengan nilai perusahaan yang dirumuskan sebagai tangguh, integritas, gigih, dan aman. Khusus kata aman, ia ingin nilai tersebut tampak dalam perencanaan pekerjaan, kondisi alat, perilaku kerja, keputusan pimpinan, dan kepedulian antarpekerja.

Peran HSE, Pimpinan, dan Pekerja

Dalam paparannya, Hagzen menjelaskan bahwa departemen HSE bertugas membangun sistem, memberikan panduan, dan melakukan pemantauan. Namun keselamatan yang sesungguhnya terjadi di lapangan melalui keputusan dan tindakan sehari-hari.

Bagi pimpinan, keselamatan berarti memastikan pekerjaan direncanakan dengan benar, risiko dikendalikan, sumber daya tersedia, dan setiap orang memiliki keberanian menghentikan pekerjaan ketika kondisi tidak aman. Kalimat terakhir itu penting, karena dalam praktiknya banyak pekerja ragu melapor ketika merasa ada tekanan target.

Bagi pekerja, keselamatan berarti bekerja sesuai prosedur, saling mengingatkan, melaporkan kondisi berbahaya, dan tidak mengambil jalan pintas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Jalan pintas sering terasa menghemat waktu, padahal risikonya jauh lebih mahal.

  • Perencanaan kerja menjadi titik pertama pengendalian risiko, bukan formalitas administrasi.
  • Pemeriksaan alat dan kelengkapan pelindung diri dilakukan sebelum pekerjaan dimulai.
  • Setiap pekerja punya hak melaporkan bahaya tanpa takut dianggap menghambat pekerjaan.
  • Pimpinan di lapangan bertanggung jawab memastikan sumber daya pendukung tersedia.

Mengapa K3 Menjadi Penentu Daya Saing Industri di Luwu Timur

Keselamatan kerja bukan hanya soal menghindari insiden. Ia berkaitan langsung dengan kepercayaan pemberi kerja, khususnya perusahaan besar yang menuntut standar ketat dari mitra kerjanya. Perusahaan jasa yang punya rekam jejak keselamatan baik akan lebih mudah dipercaya mengerjakan proyek bernilai besar.

Selain itu, tenaga kerja terampil di bidang keselamatan kini menjadi kebutuhan yang nyata. Kebutuhan itu terlihat dari munculnya program pelatihan keselamatan kerja bersertifikat untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal menghadapi pertumbuhan kawasan industri.

Kebutuhan serupa juga tampak pada permintaan pasar kerja. Sejumlah perusahaan di Luwu Timur membuka rekruitmen tenaga keselamatan kerja dengan prioritas warga lokal, lengkap dengan persyaratan pendidikan, pengalaman, dan sertifikasi.

Bagi warga yang ingin masuk jalur ini, kombinasi pendidikan, sertifikat, dan pengalaman lapangan menjadi modal utama. Peluang itu juga terbuka bagi lulusan dari berbagai disiplin ilmu, selama memenuhi kualifikasi teknis yang diminta.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga