Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

Yusuf Pombatu PAN Luwu Timur Serap Aspirasi Sorowako

23 September 2026 • Admin • 16 kali dibaca
Kapal penyeberangan di perairan Sorowako, Nuha, Luwu Timur, tempat reses Yusuf Pombatu PAN Luwu Timur
Gambar: Kapal motor penyeberangan Nuha-Sorowako, Wikimedia Commons, CC BY 3.0.
ASM Group
Iklan

Yusuf Pombatu, anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), turun langsung menemui warga Kecamatan Nuha dalam reses perseorangan di Desa Sorowako, Kamis (14/8/2026). Forum itu menjadi ruang bagi warga Kelurahan Magani, Desa Nikkel, dan Desa Sorowako untuk menyampaikan persoalan air bersih, keselamatan anak sekolah, hingga harapan menjaga kelestarian Danau Matano.

Reses yang berlangsung dalam masa sidang III tahun sidang 2025/2026 itu dihadiri Camat Nuha, Arif Fadillah, perwakilan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dan sejumlah unsur masyarakat. Bagi warga lingkar danau, forum semacam ini menjadi jalur paling terbuka untuk menitipkan kebutuhan yang selama ini belum tertangani.

Yusuf Pombatu PAN Luwu Timur menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang muncul akan direkap dan dibawa ke pembahasan di DPRD. Ia menyebut persoalan air bersih sebagai kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, terutama di wilayah yang secara geografis justru berada di tepi salah satu danau terdalam di Asia Tenggara.

Jejak Yusuf Pombatu dan Kursi PAN Luwu Timur

Yusuf Pombatu duduk di DPRD Luwu Timur untuk daerah pemilihan Towuti–Nuha. Ia masuk melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan H. Usman Sadik yang mengundurkan diri, dan pelantikannya tercatat pada akhir 2024 untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2024–2029.

Tata Atur
Iklan

Kursi yang ia tempati adalah bagian dari lima kursi PAN di DPRD Luwu Timur. Lima wakil itu tersebar di beberapa dapil: Malili–Wasuponda, Angkona–Kalaena, Wotu–Burau, serta Towuti–Nuha yang diwakili dua orang. Sebaran itu membuat PAN punya basis konstituen yang tidak menumpuk di satu wilayah saja.

Bagi warga Nuha dan Towuti, kerja seorang anggota dewan diukur dari hal-hal yang dekat: apakah air mengalir ke rumah, apakah jalan desa bisa dilalui, apakah anak-anak aman berangkat sekolah, dan apakah danau yang menjadi identitas kampung mereka tetap terjaga. Semua itu muncul dalam dialog reses di Sorowako.

Tiga Persoalan Utama yang Disampaikan Warga Sorowako

Warga tidak datang dengan daftar panjang yang abstrak. Mereka membawa persoalan konkret yang dirasakan setiap hari, mulai dari keran di rumah hingga keselamatan anak di jalan.

1. Air bersih di lingkar danau

Warga Kelurahan Magani, Desa Nikkel, dan Desa Sorowako menyampaikan bahwa ketersediaan air bersih masih menjadi kendala. Pertumbuhan penduduk dinilai membuat kebutuhan air terus naik, sehingga kapasitas penampungan yang selama ini tersedia perlu disesuaikan.

Selain kapasitas, warga menyoroti kondisi jaringan pipa yang sudah berusia lama. Pipa yang menua memengaruhi tekanan dan kelancaran distribusi ke sejumlah wilayah, termasuk kawasan Rusunawa. Seorang warga mengaku masih kesulitan mendapatkan air meski rumahnya berada tak jauh dari tepi Danau Matano.

Warga mengusulkan penguatan jaringan air dengan memanfaatkan sumber air Danau Matano. Usulan itu disertai catatan penting: air danau perlu diolah lebih dulu agar memenuhi standar kelayakan sebelum dialirkan ke rumah tangga. Usulan semacam ini membutuhkan kajian teknis dan anggaran, sehingga jalurnya memang harus lewat perencanaan daerah.

2. Keselamatan pelajar

Persoalan kedua yang menonjol adalah keselamatan pelajar. Mobilitas anak sekolah di wilayah lingkar tambang dan lingkar danau dinilai perlu perhatian lebih, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah. Aspirasi ini menjadi penting karena menyangkut keselamatan warga usia sekolah yang setiap hari menempuh perjalanan.

Di banyak kecamatan di Luwu Timur, persoalan serupa berulang: jarak rumah ke sekolah yang jauh, keterbatasan angkutan, dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya aman. Karena itu, usulan warga di Sorowako sejalan dengan pembahasan yang juga muncul di dapil lain.

3. Menjaga Danau Matano

Warga juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian Danau Matano seiring berkembangnya pembangunan kawasan pesisir. Mereka berharap pengembangan wilayah tidak mengurangi kualitas lingkungan, karena danau bukan hanya sumber air, tetapi juga rumah bagi kekayaan hayati yang tidak dimiliki banyak daerah.

Menanggapi hal itu, Yusuf menilai penataan kawasan pesisir harus berjalan seiring upaya pelestarian. “Danau Matano ini bukan hanya milik kita sekarang. Anak cucu kita juga harus bisa menikmatinya,” ujarnya, seperti dikutip pemberitaan daerah.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga