Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Luwu Timur: Revitalisasi SMPN 2 Burau 80 Persen

24 September 2026 • Admin • 24 kali dibaca
Progres revitalisasi ruang kelas SMPN 2 Burau Luwu Timur yang mencapai 80 persen
Gambar: Batara Pos
ASM Group
Iklan

Proyek revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 2 Burau, Kabupaten Luwu Timur, memasuki tahap akhir. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) sekolah tersebut menyebut progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 80 persen, dengan sisa waktu kontrak kurang lebih dua bulan.

Perkembangan ini menjadi berita Luwu Timur yang penting bagi keluarga di Kecamatan Burau dan sekitarnya. Pekerjaan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026 itu difokuskan pada perbaikan ruang kelas belajar serta penataan halaman sekolah. Pengelola menyatakan target penyelesaian tetap mengikuti jadwal yang disepakati.

Berita Luwu Timur: Progres Revitalisasi SMPN 2 Burau

Perkembangan proyek ini menjadi salah satu berita luwu timur yang penting bagi keluarga di Kecamatan Burau dan sekitarnya. Sebab, mutu ruang belajar berpengaruh langsung pada kenyamanan siswa mengikuti pelajaran setiap hari.

Menurut keterangan P2SP, pekerjaan memasuki tahapan penyelesaian sejumlah bagian bangunan dan penataan lingkungan. Progres 80 persen tersebut dilaporkan oleh Batara Pos dalam liputan lapangan pada 23 September 2026.

Tata Atur
Iklan

Jenis pekerjaan swakelola ini dikerjakan dengan melibatkan panitia pembangunan di tingkat sekolah, bukan diserahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga. Pola itu membuat pengawasan harian berada lebih dekat dengan pengelola sekolah.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Lingkup Pekerjaan dan Sumber Anggaran

Nilai proyek revitalisasi di SMPN 2 Burau tercatat Rp401.938.000. Anggaran itu bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dan disalurkan melalui mekanisme program revitalisasi satuan pendidikan.

  • Rehabilitasi ruang kelas belajar sebagai bagian utama pekerjaan.
  • Penataan halaman dan lingkungan sekolah.
  • Pelaksanaan secara swakelola oleh panitia pembangunan sekolah.
  • Masa kontrak pekerjaan berakhir pada awal Desember 2026.

Program revitalisasi satuan pendidikan sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki fasilitas sekolah yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana. Penjelasan umum soal program ini bisa dilihat pada kanal resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Yang menarik dari proyek di Burau, porsi penataan halaman mendapat perhatian tersendiri. Area luar sekolah sering menjadi bagian yang terlupakan dalam perbaikan fasilitas, padahal lokasi itu dipakai untuk upacara, aktivitas olahraga, dan ruang tunggu orang tua yang mengantar anak.

Bagaimana Proyek Swakelola Bekerja

Proyek swakelola berbeda dari pekerjaan yang diserahkan penuh kepada kontraktor. Dalam skema ini, sekolah membentuk panitia pembangunan yang mengatur pelaksanaan, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan bahan, hingga pengawasan harian di lapangan.

Konsekuensinya, tanggung jawab mutu berada lebih dekat dengan pengelola sekolah. Panitia bisa menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan nyata ruang kelas, misalnya memperbaiki bagian yang paling sering bocor atau mengganti bagian yang membahayakan siswa.

Namun skema ini juga menuntut pencatatan yang rapi. Semua pembelian bahan dan progres pekerjaan sebaiknya terdokumentasi, karena dokumen itulah yang menjadi dasar pertanggungjawaban ketika pekerjaan selesai.

Untuk sekolah, keterlibatan komite dan orang tua dalam mengawasi progres bisa membantu panitia menjaga mutu tanpa menambah beban administratif yang berlebihan.

P2SP Janji Utamakan Kualitas

Koordinator P2SP SMPN 2 Burau, Hijriah, menyatakan pihaknya tidak hanya mengejar penyelesaian sesuai jadwal, tetapi juga menjaga mutu pekerjaan sesuai spesifikasi yang ditetapkan.

“Dengan capaian sekitar 80 persen, pekerjaan kini memasuki tahapan penyelesaian sejumlah bagian bangunan dan penataan lingkungan, tentu dengan target rampung tepat waktu, kami tetap mengutamakan kualitas pekerjaan,” ungkap Hijriah.

Pernyataan itu penting dicatat karena proyek pendidikan sering diukur dari dua hal sekaligus: apakah selesai tepat waktu, dan apakah hasilnya benar-benar layak dipakai dalam jangka panjang.

Pengelola juga menyebut masa kontrak berakhir pada awal Desember 2026. Artinya, sisa dua bulan ke depan menjadi periode paling menentukan, terutama untuk pekerjaan finishing yang biasanya memakan waktu lebih panjang dari perkiraan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga