Sabtu, 10 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

PAN Luwu Timur: Alamsyah Serap Aspirasi Warga Towuti

24 September 2026 • Admin • 13 kali dibaca
Reses perseorangan Alamsyah dari Fraksi PAN Luwu Timur di Desa Langkea Raya, Towuti
Gambar: Lutim-news.com
ASM Group
Iklan

TOWUTI – Legislator dari Fraksi PAN Luwu Timur, Ir. Alamsyah, ST, menggelar reses perseorangan masa sidang ke-III tahun sidang 2025-2026 bersama warga Desa Langkea Raya, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (15/8/2026). Forum pertemuan itu dipakai untuk menjemput aspirasi warga secara resmi, sekaligus menyampaikan perkembangan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di kawasan Danau Towuti.

Dalam kegiatan tersebut, Alamsyah yang juga duduk di Komisi III DPRD Luwu Timur menyampaikan kabar terkait keberlanjutan pembangunan Rumah Sakit Towuti. Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama DPRD telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar pada Tahun Anggaran 2027 untuk melanjutkan pembangunan rumah sakit tersebut.

“Alhamdulillah, berkat dukungan Bapak Bupati dan anggota DPRD, Tahun Anggaran 2027 disiapkan Rp10 miliar untuk lanjutan pembangunan Rumah Sakit Towuti. Ini diharapkan dapat mengatasi keluhan warga, khususnya masyarakat seberang Danau Towuti terkait pelayanan rumah sakit,” jelas Alamsyah dalam reses itu.

PAN Luwu Timur Jemput Aspirasi Lewat Reses Tiga Kali Setahun

Alamsyah menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan itu, katanya, merupakan bagian dari tanggung jawab anggota dewan untuk membangun komunikasi dua arah dengan konstituen di daerah pemilihan.

Tata Atur
Iklan

“Reses ini sebagai wadah menjemput aspirasi masyarakat secara resmi sebagai tanggung jawab kami sebagai anggota DPRD dan dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam satu tahun,” ujar legislator dari Fraksi PAN Luwu Timur itu.

Melalui mekanisme tersebut, usulan warga tercatat dalam dokumen resmi dewan. Catatan itu menjadi bahan pembahasan ketika DPRD dan pemerintah daerah menyusun prioritas program pembangunan, terutama untuk wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.

Mengapa reses penting bagi warga Towuti

Kecamatan Towuti berada di sisi selatan Luwu Timur dan sebagian warganya bermukim di seberang danau. Jarak tempuh menuju pusat layanan di Malili tidak hanya dihitung dengan kilometer darat, tetapi juga waktu penyeberangan. Dalam kondisi seperti itu, forum reses di desa menjadi ruang yang praktis bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan tanpa harus menempuh perjalanan panjang.

Karena itu, reses perseorangan yang digelar di Desa Langkea Raya dinilai memberi kesempatan lebih luas bagi warga desa untuk bertemu langsung dengan wakil mereka di parlemen daerah.

Rumah Sakit Towuti dan Janji Layanan Kesehatan yang Lebih Dekat

Isu layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama dalam reses di Kecamatan Towuti. Selama ini, warga yang membutuhkan penanganan lebih lengkap harus menempuh perjalanan ke fasilitas kesehatan yang lebih besar di Malili atau ke wilayah lain.

Kehadiran Rumah Sakit Towuti diharapkan memangkas jarak dan waktu rujukan. Alamsyah menyebut kelanjutan pembangunan rumah sakit itu sebagai bagian dari upaya memastikan warga di kawasan seberang danau bisa mengakses layanan yang memadai.

Alokasi lintas tahun anggaran

Pembangunan fasilitas kesehatan berskala kabupaten biasanya berjalan bertahap dan melewati lebih dari satu tahun anggaran. Karena itu, kepastian alokasi pada tahun berikutnya menjadi krusial agar pekerjaan yang sudah dimulai tidak berhenti di tengah jalan.

Alokasi Rp10 miliar pada Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan dalam reses tersebut menjadi penanda bahwa keberlanjutan proyek tersebut masuk dalam rencana pembangunan daerah. Warga diharapkan dapat memantau perkembangannya secara terbuka melalui kanal informasi resmi pemerintah kabupaten.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga