Jakarta — Kekeringan yang dipicu fenomena El Nino memaksa kawasan industri nikel Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah, memangkas produksi nickel pig iron (NPI). Pemangkasan itu diumumkan kepada perusahaan-perusahaan yang berada di dalam kawasan pada pekan lalu, menurut laporan Bloomberg yang dikutip Katadata.co.id, Kamis (24/9/2026). Bagi Luwu Timur, kabar ini bukan perkara jauh: Sorowako adalah salah satu pusat produksi nikel di Sulawesi Selatan, dan apa yang terjadi di Morowali memperlihatkan bahwa rantai pasok nikel nasional bergantung pada tiga hal sekaligus — air, energi, dan kepastian kuota produksi.
Apa yang terjadi di kawasan nikel Morowali
Pemangkasan produksi di IMIP terjadi karena kekeringan mengurangi pasokan air yang dipakai sebagai pendingin dan pelindung peralatan di smelter. Yang dipangkas adalah produksi NPI, yaitu bahan baku pembuatan baja antikarat yang dihasilkan smelter pirometalurgi berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF). Berdasarkan sumber Bloomberg, volume produksi yang terdampak bisa mencapai hampir sepertiganya atau sekitar 100 ribu ton NPI. Wood Mackenzie Ltd. mencatat kapasitas produksi IMIP mencapai 350 ribu ton per bulan dan 4,2 juta ton per tahun.
Sebelumnya, pada awal September, pengelola kawasan memperingatkan bahwa produksi dapat dipangkas 30 persen hingga 40 persen bila kondisi pasokan air tidak membaik. IMIP dikenal sebagai pengelola kawasan industri berbasis nikel dengan rantai industri terpanjang di dunia — produk utamanya nikel, baja antikarat, dan baja karbon — dan tercatat sebagai penghasil nikel terbesar di Asia Tenggara sejak 2018.
Efeknya terasa di pasar. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik 1,1 persen pada Selasa (22/9/2026) setelah kabar pemangkasan itu muncul, menurut laporan yang sama. Kenaikan tersebut terjadi setelah harga nikel sebelumnya merosot sekitar 18 persen dari level tertingginya pada awal Mei 2026. Dengan kata lain, gangguan pasokan di satu kawasan industri Sulawesi langsung mengubah arah sentimen pasar global.
Skala kawasan itu menjelaskan mengapa gangguan sekecil apa pun berdampak lebar. Selain smelter, IMIP menaungi industri pendukung seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara, pabrik mangan, silikon, krom, kapur, dan kokas, serta pelabuhan dan bandara. Indonesia sendiri merupakan produsen nikel terbesar dunia, dan sebagian besar bijihnya diproses di kawasan industri seperti Morowali sebelum masuk ke rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Tambang Luwu Timur dan posisi Sorowako dalam rantai pasok
Luwu Timur masuk dalam peta itu melalui blok Sorowako yang dikelola PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Dalam laporan Kontan.co.id (17/6/2026), Vale beroperasi di tiga blok: Sorowako di Luwu Timur, Bahodopi di Morowali, dan Pomalaa di Sulawesi Tenggara. Untuk nikel matte di Sorowako, perusahaan memperoleh persetujuan RKAB 2026 sebesar 67.645 ton, setelah merealisasikan 72.027 ton pada 2025.
Soal bijih nikel, kuota yang disetujui pemerintah belum sepadan dengan kesiapan produksi. Di Bahodopi, Vale merealisasikan 2,01 juta ton pada 2025 dan siap meningkatkan produksi sampai 8,83 juta ton, tetapi kuota RKAB 2026 disetujui sekitar 2,31 juta ton. Di Pomalaa, produksi 2025 sebesar 298.000 ton dan kesiapan sampai 18,06 juta ton, sedangkan kuota yang disetujui sekitar 5,85 juta ton. Karena itu Vale menyiapkan revisi RKAB demi mengamankan pasokan bijih untuk fasilitas pengolahan limonit berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) dalam rangkaian Indonesia Growth Project (IGP).
Rangkaian proyek itu mencakup IGP Sorowako Limonite di Sulawesi Selatan, IGP Pomalaa di Sulawesi Tenggara, dan IGP Morowali di Sulawesi Tengah. Menurut keterangan perusahaan, IGP Pomalaa dijadwalkan menyelesaikan konstruksi dan memulai produksi line pertama pada Agustus 2026, IGP Morowali menyusul secara bertahap pada akhir 2026, lalu IGP Sorowako pada tahun berikutnya. Artinya, rencana hilirisasi di Luwu Timur berdiri di atas tiga variabel yang sama dengan yang kini menguji Morowali: kecukupan kuota bijih, keandalan air dan energi, serta pergerakan harga nikel dunia.


