Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Lutim, SuaraLutim – Berita Luwu Timur hari ini datang dari dunia pendidikan keagamaan di Kecamatan Malili. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di MTs As’adiyah Malili dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Yayasan As’adiyah Cabang Malili periode 2026–2031, Jumat (25/9/2026). Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, bersama jajaran pengurus yayasan, pendidik, peserta didik, dan warga sekitar.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membentuk Generasi Islami yang Berakhlak Karimah”, acara tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan. Bagi lingkungan madrasah, momen ini dipakai untuk menegaskan kembali arah pendidikan yang ingin dibangun di Luwu Timur, yaitu pendidikan yang menyentuh kecerdasan sekaligus karakter.
Berita Luwu Timur: Pesan Pendidikan Karakter di MTs As’adiyah
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Puspawati Husler menyampaikan bahwa lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar memberikan pengetahuan akademik. Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk peserta didik menjadi pribadi yang berintegritas, santun, memiliki keimanan, serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.
Pandangan itu sejalan dengan peran madrasah sebagai institusi yang memadukan pelajaran umum dan pembinaan keagamaan. Bagi banyak keluarga di Luwu Timur, madrasah menjadi pilihan karena dinilai memberikan perhatian lebih pada pembiasaan ibadah dan akhlak, terutama pada usia sekolah menengah pertama ketika anak mulai mencari teladan.
“Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan pendidikan dan penguatan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya mewujudkan Luwu Timur Juara,” ujar Puspawati.
Ajakan Meneladani Akhlak Rasulullah
Wakil bupati mengajak peserta didik, pendidik, pengurus yayasan, dan seluruh jamaah menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai sumber keteladanan dalam membangun hubungan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Nilai kejujuran, kesantunan, kepedulian, dan sikap saling menghormati, katanya, perlu terus ditanamkan agar pendidikan melahirkan generasi yang tidak hanya cakap menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat.
Pesan semacam itu kerap muncul dalam peringatan Maulid di berbagai sekolah dan pesantren di Luwu Timur. Yang membedakan bukan isi ceramahnya, melainkan apakah nilai tersebut benar-benar dijalankan dalam rutinitas harian: datang tepat waktu, menjaga kebersihan lingkungan madrasah, dan memperlakukan teman dengan baik.
Pengukuhan Pengurus Yayasan 2026–2031
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Pengurus Yayasan As’adiyah Cabang Malili yang dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031. Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa lembaga semakin berkembang, baik dalam tata kelola pendidikan maupun pembinaan keagamaan.
“Jadikan pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga, dan memperluas kontribusi dalam dunia pendidikan serta pembinaan umat,” ungkapnya.
Harapan itu masuk akal karena yayasan memegang persoalan yang sangat teknis: pengelolaan tenaga pendidik, penataan administrasi, pemeliharaan bangunan sekolah, hingga hubungan dengan orang tua siswa. Kualitas pengelolaan di tingkat yayasan sering menentukan keberlanjutan sebuah madrasah.


