Selasa, 29 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Bung WM: Di Bawah Kepemimpinan Andi Amar, Pengusaha Muda Wajib Naik Kelas

28 September 2026 • Admin • 134 kali dibaca
Bung WM bersama kader HIPMI dalam kegiatan konsolidasi pengusaha muda
Dok. HIPMI Luwu Timur
ASM Group
Iklan

SuaraLutim.com – Ketua HIPMI Luwu Timur, Wahyu Maizal, S.H., M.H., atau yang akrab disapa Bung WM, menegaskan bahwa pengusaha muda di Luwu Timur harus berani naik kelas di bawah kepemimpinan Andi Amar Ma’ruf Sulaiman sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan.

Menurut Bung WM, momentum kepemimpinan Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan perlu dibaca sebagai kesempatan besar bagi pengusaha muda daerah untuk memperkuat kapasitas, memperluas jejaring, dan masuk lebih jauh ke ruang-ruang ekonomi yang selama ini membutuhkan keberanian, disiplin, serta kemampuan berkolaborasi. Ia menilai HIPMI tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi harus menjadi wadah yang mendorong kadernya tumbuh menjadi pelaku usaha yang lebih siap bersaing.

“Di bawah kepemimpinan Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan, pengusaha muda wajib naik kelas,” kata Bung WM, sebagaimana disampaikan kepada SuaraLutim. Pernyataan itu menjadi penekanan bahwa HIPMI Luwu Timur ingin melihat lebih banyak anak muda daerah tidak berhenti sebagai penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi.

HIPMI Luwu Timur Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas

Bung WM menyampaikan bahwa tantangan dunia usaha hari ini tidak lagi sederhana. Pengusaha muda harus mampu membaca perubahan pasar, memperkuat legalitas usaha, menjaga kualitas produk, memahami pembiayaan, dan membangun jaringan yang sehat. Karena itu, istilah naik kelas tidak cukup dimaknai sebagai memperbesar skala usaha, tetapi juga memperbaiki cara berpikir dan cara mengelola bisnis.

Tata Atur
Iklan

Baginya, pengusaha muda Luwu Timur memiliki peluang yang besar. Daerah ini memiliki aktivitas ekonomi yang kuat dari sektor tambang, pertanian, perdagangan, jasa, konstruksi, logistik, kuliner, hingga ekonomi kreatif. Namun peluang itu hanya bisa dimanfaatkan bila pelaku usaha muda memiliki kesiapan. Tanpa peningkatan kapasitas, ruang ekonomi yang besar dapat lewat begitu saja.

Karena itu, HIPMI Luwu Timur ingin mendorong kader dan pengusaha muda agar lebih percaya diri masuk ke rantai ekonomi daerah. Bung WM menilai, anak muda Luwu Timur tidak boleh merasa kecil hanya karena berasal dari daerah. Justru kedekatan dengan potensi lokal harus menjadi modal untuk memahami kebutuhan pasar dan membangun usaha yang relevan.

Kepemimpinan Andi Amar Dinilai Membuka Ruang Konsolidasi

Dalam pandangan Bung WM, kepemimpinan Andi Amar Ma’ruf Sulaiman sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan memberi energi baru bagi konsolidasi organisasi. Andi Amar Ma’ruf Sulaiman dikenal sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel sekaligus figur muda yang memiliki jaringan luas. Posisi itu dinilai dapat menjadi jembatan bagi pengusaha muda daerah untuk terkoneksi dengan peluang yang lebih besar.

Bung WM melihat bahwa HIPMI di tingkat kabupaten perlu bergerak selaras dengan arah yang dibangun di tingkat provinsi. Jika BPD HIPMI Sulsel memperkuat konsolidasi, maka BPC HIPMI Luwu Timur juga harus menyiapkan kader, agenda, dan gagasan yang konkret. Dengan begitu, hubungan organisasi tidak berhenti pada seremoni, melainkan bisa turun menjadi program pembinaan, jejaring bisnis, dan kolaborasi antarpengusaha.

Konsolidasi itu penting karena dunia usaha membutuhkan kepercayaan. Pengusaha muda perlu saling mengenal, saling membuka akses, dan saling berbagi pengalaman. Dari jaringan seperti itu, peluang kerja sama bisa tumbuh. Ada usaha yang membutuhkan mitra distribusi, ada yang butuh pemasok, ada yang perlu pendampingan legalitas, dan ada pula yang membutuhkan akses informasi proyek atau pasar.

Dari Semangat Organisasi ke Gerakan Ekonomi Muda

Bung WM menekankan bahwa HIPMI harus hadir sebagai gerakan ekonomi muda. Organisasi tidak boleh hanya aktif saat pelantikan atau pertemuan formal. Lebih dari itu, HIPMI harus menjadi rumah bagi pengusaha muda yang ingin belajar, tumbuh, dan bergerak bersama. Semangat itu yang ingin terus diperkuat di Luwu Timur.

Menurutnya, pengusaha muda harus mulai membangun standar baru. Usaha perlu dikelola lebih rapi, pencatatan keuangan harus diperbaiki, kualitas layanan ditingkatkan, dan keberanian membangun merek harus ditumbuhkan. Di era digital, pengusaha tidak cukup hanya memiliki produk. Mereka juga harus mampu bercerita, memasarkan, membangun reputasi, dan menjaga kepercayaan pelanggan.

Hal tersebut berlaku untuk berbagai bidang usaha. Pelaku UMKM kuliner perlu naik kelas dari sisi kemasan dan distribusi. Pengusaha jasa perlu memperkuat profesionalisme. Pelaku konstruksi dan logistik perlu menjaga kualitas serta kepatuhan. Pengusaha kreatif perlu memperluas pasar lewat kanal digital. Semua itu membutuhkan ekosistem yang saling mendukung.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga