Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Lutim

Viral Luwu Timur: Kampung Pajero Petani Merica Towuti

19 September 2026 • Admin
Tanaman merica, komoditas kebun petani di Towuti, Luwu Timur
Gambar: Timothy A. Gonsalves, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Viral Luwu Timur — Deretan mobil mahal yang terparkir di halaman rumah warga sebuah desa di Kabupaten Luwu Timur ramai dibicarakan warganet. Video berisi puluhan kendaraan seperti Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner, Toyota Hilux, Ford Ranger, hingga berbagai mobil double cabin itu diunggah akun Instagram @arrafy.az dan langsung memancing rasa penasaran.

Banyak yang menduga kawasan tersebut adalah permukiman pengusaha besar atau pekerja tambang dengan penghasilan tinggi. Faktanya berbeda: lokasi yang menjadi sorotan berada di wilayah Loeha Raya, Kecamatan Towuti, dan sebagian besar pemilik kendaraan itu adalah petani merica.

Viral Luwu Timur: Kampung Pajero Petani Merica di Loeha Raya

Loeha Raya selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan merica terbesar di Sulawesi Selatan. Sebutan “Kampung Pajero Petani Merica” muncul dari warganet yang terkejut mengetahui latar belakang pemilik kendaraan tersebut.

Dalam video yang beredar, puluhan kendaraan terlihat berjajar di depan rumah warga. Kesannya kontras dengan gambaran umum tentang desa di kawasan pedalaman yang biasanya identik dengan kendaraan sederhana. Itulah yang membuat unggahan itu cepat menyebar dan dibahas di berbagai platform.

Pemberitaan mengenai fenomena ini menyebut bahwa kendaraan-kendaraan tersebut bukan barang baru. Deretan Pajero, Hilux, hingga Ford Ranger disebut sebagai jejak nyata dari masa kejayaan komoditas merica, ketika harga rempah itu melambung dan hasil panen petani mampu mengubah wajah ekonomi desa.

Seperti Apa Isi Video yang Viral

Video berdurasi pendek itu menampilkan kendaraan yang diparkir rapat di halaman rumah, sebagian di antaranya berupa pikap dan mobil double cabin. Warganet mula-mula menebak lokasi tersebut sebagai kompleks perumahan pekerja tambang, karena jenis kendaraan yang tampil biasanya diasosiasikan dengan pekerja di sektor pertambangan. Tebakan itu keliru.

Setelah lokasi teridentifikasi berada di Kecamatan Towuti, perhatian bergeser ke pertanyaan lain: bagaimana petani di kawasan itu bisa memiliki kendaraan bernilai ratusan juta rupiah?

Jejak Masa Keemasan Merica

Merica atau lada adalah komoditas yang harganya sangat fluktuatif. Ketika harga di pasar dunia naik, petani yang panen pada periode itu bisa meraih pendapatan jauh di atas rata-rata kebiasaan. Itulah yang dialami sebagian warga Loeha Raya pada masa keemasan komoditas ini.

Dalam laporan mengenai fenomena tersebut, disebutkan bahwa hasil panen yang melimpah pada periode harga tinggi memungkinkan warga membangun rumah permanen, membeli kendaraan, dan membiayai pendidikan anak hingga jenjang perguruan tinggi. Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam, tetapi berlangsung bertahap seiring menguatnya harga komoditas.

Bagi desa yang ekonominya bertumpu pada satu komoditas, periode semacam itu terasa seperti lompatan. Pendapatan yang naik membuat daya beli warga meningkat, dan kendaraan menjadi salah satu bentuk investasi yang paling terlihat.

Kenapa Mobil Double Cabin Bukan Sekadar Gengsi

Di kawasan perkebunan dengan medan berat, kendaraan berpenggerak kuat bukan hanya simbol kemapanan. Mobil double cabin dan SUV dinilai lebih sesuai untuk menjangkau kebun, melintasi jalan berbatu maupun berlumpur, serta mengangkut hasil panen dari lokasi yang jauh dari jalan utama.

Artinya, kepemilikan kendaraan semacam itu masuk kategori kebutuhan kerja, bukan barang konsumsi semata. Perhitungan petani biasanya sederhana: jika kendaraan membantu mengangkut hasil panen lebih cepat dan mengurangi biaya angkut, maka nilainya sepadan dengan harga yang dibayar.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga