SOROWAKO — Ketika sebagian warga Luwu Timur kehilangan tempat tinggal, dua nama ini biasanya muncul lebih dulu di lokasi: WIZ Luwu Timur dan Wahdah Peduli. Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) adalah lembaga amil zakat nasional di lingkungan Wahdah Islamiyah, sementara Wahdah Peduli adalah lengan kerelawanan sosialnya. Keduanya bekerja berdampingan: satu mengelola dana zakat, infak, dan sedekah, satu lagi menggerakkan tenaga relawan di lapangan.
Pola kerja itu terlihat jelas pada musibah kebakaran di kawasan pemukiman Sorowako, Kecamatan Nuha. Tim relawan datang sejak hari pertama, mendata warga, membantu evakuasi barang, lalu menyalurkan bantuan tahap pertama dari posko induk pemerintah. Bagi warga Luwu Timur, kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, melainkan bantuan yang menyentuh kebutuhan paling mendesak.
WIZ Luwu Timur dan Wahdah Peduli di Garis Depan Musibah
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman Sorowako pada Rabu, 27 Agustus 2025, menghanguskan 49 unit rumah yang dihuni sekitar 200 kepala keluarga. Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi warga, sekaligus memaksa banyak keluarga memulai hidup dari nol. Menghadapi situasi itu, Tim Wahdah Peduli Wahdah Islamiyah Luwu Timur bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban yang terdampak.
Seperti dilaporkan Wahdah.or.id, para relawan hadir di lokasi sejak hari pertama pascakebakaran. Mereka melakukan pendataan warga terdampak, memberi dukungan moril, dan membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Koordinator Wahdah Peduli Luwu Timur, Arifuddin, dalam keterangannya yang dikutip laman resmi Wahdah Islamiyah.
Penggalangan bantuan kala itu dilakukan melalui dua pintu yang saling melengkapi: Wahdah Inspirasi Zakat Gerai Luwu Timur dan Departemen Sosial DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur. Dana yang terkumpul dari masyarakat kemudian dibelanjakan menjadi kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan warga di posko, bukan barang yang tidak terpakai.
Bantuan Tahap Pertama dan Aksi Bersih-Bersih
Sehari setelah kebakaran, Jumat (28/08/2025), WIZ Luwu Timur bersama Tim Wahdah Peduli Nuha menyalurkan bantuan tahap pertama. Bantuan itu berupa sembako, perlengkapan kebutuhan harian, serta kebutuhan lain yang mendesak. Penyerahannya dilakukan di posko induk pemerintah dan diterima petugas lapangan, sehingga distribusinya tetap terdata rapi.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah, semoga mereka diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” kata Koordinator WIZ Luwu Timur area Kecamatan Nuha, Ustaz Sugiyat, seperti dilaporkan Wahdah.or.id.
Yang dikerjakan tim relawan tidak berhenti pada penyerahan barang. Wahdah Peduli Nuha turun membersihkan puing-puing rumah warga bersama pemerintah, TNI, Polri, dan komunitas lain. Relawan mengangkut sisa material yang hangus terbakar serta membantu menata kembali area sekitar rumah agar layak ditempati. Koordinator Wahdah Peduli Nuha, Ustaz Sunandar, berharap aksi bersih-bersih itu membuat warga bisa segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
Bagi warga sekitar, kehadiran tim relawan menjadi dukungan moral tersendiri. Warga yang sedang berduka tidak merasa menghadapi ujian itu sendirian, karena ada tetangga-tetangga baru yang datang membawa tenaga dan bantuan.
Dari Bantuan Darurat ke Pemberdayaan Mustahik
Peran WIZ tidak berhenti pada penanganan bencana. Sebagai lembaga amil zakat nasional, WIZ mengelola dana zakat, infak, dan sedekah untuk program yang lebih panjang: pemberdayaan ekonomi keluarga mustahik, pendidikan, dakwah, hingga layanan kesehatan. Arah ini penting bagi Luwu Timur, karena zakat yang hanya dibagikan habis akan kembali menjadi kebutuhan pada bulan berikutnya.
Pendekatan yang biasa dipakai adalah zakat produktif. Dana disalurkan sebagai modal usaha, alat produksi, atau pendampingan usaha, supaya penerima manfaat bisa naik kelas secara ekonomi. Karena itu, WIZ menekankan pencatatan, pendampingan, dan pelaporan yang bisa diperiksa oleh para muzaki maupun pihak lain yang ingin memastikan dananya tersalur tepat sasaran.
Jejak program seperti ini bisa dilihat di Luwu Timur, misalnya ketika pembangunan rumah seorang janda empat anak di Kelurahan Malili difasilitasi relawan WIZ Luwu Timur pada 2021. Menurut pemberitaan Republiknews.co.id, renovasi rumah itu dibiayai donasi Sahabat Naja, sementara teknis pembangunannya difasilitasi relawan WIZ Luwu Timur, dan kuncinya diserahkan pada Senin (10/05/2021).
Karena itu, kehadiran WIZ di Luwu Timur berfungsi ganda. Ia menjadi kanal resmi bagi warga yang ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah, sekaligus perpanjangan tangan warga yang butuh pertolongan cepat.


