PAN Luwu Timur kembali menyentuh persoalan keterampilan warga. Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi PAN, Firman Udding, S.IP, mendorong pelatihan vokasi gratis lewat program Pelatihan Vokasi Sahabat Firman yang menggandeng SIAPkerja, platform layanan ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia.
Program ini menyasar warga yang ingin masuk dunia kerja maupun membuka usaha sendiri. Ada sebelas bidang keterampilan yang ditawarkan, mulai dari barista hingga pengelasan, dengan prioritas peserta dari Kecamatan Malili dan Wasuponda.
Bagi Firman Udding, pelatihan kerja tidak seharusnya berhenti pada sertifikat. “Manfaatkan setiap kesempatan pelatihan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, membangun kedisiplinan, serta memahami budaya kerja,” katanya, seperti dikutip dalam pemberitaan Patikala.com pada 26 September 2026.
Siapa Firman Udding di PAN Luwu Timur
Firman Udding merupakan Wakil Ketua Fraksi PAN di DPRD Kabupaten Luwu Timur untuk periode 2024-2029. Susunan lima fraksi DPRD Luwu Timur menempatkannya sebagai wakil ketua fraksi, sementara Keputusan DPRD Nomor 24 Tahun 2024 mencatatnya sebagai anggota Komisi II Bidang Ekonomi, anggota Bapemperda, serta anggota Badan Anggaran.
Daerah pemilihannya adalah Luwu Timur 1, yang meliputi Kecamatan Malili dan Wasuponda. Itu menjelaskan mengapa program pelatihan ini memprioritaskan dua kecamatan tersebut, meski warga dari kecamatan lain tetap bisa memperoleh bantuan untuk ikut serta.
Dalam penulisan berita elektoral, penting membedakan antara kader dan anggota fraksi. Firman Udding duduk dan bekerja di Fraksi PAN DPRD Luwu Timur; penyebutan yang tepat untuk perannya di parlemen adalah anggota dewan dari Fraksi PAN.
PAN Luwu Timur dan penguatan SDM lewat vokasi
Sebelas bidang keterampilan
Pelatihan yang ditawarkan cukup beragam dan menyesuaikan kebutuhan pasar kerja lokal. Peserta bisa memilih satu atau beberapa bidang sesuai minat dan rencana usaha mereka.
- Barista dan barbershop
- Tata rias dan makeup wajah
- Menjahit serta tata boga
- Fotografer dan konten kreator
- Pupuk organik dan pengelasan
- Desain grafis
Pilihan bidang itu menjawab dua hal sekaligus. Sebagian keterampilan mengarah pada pekerjaan formal dan jasa yang tumbuh di kota-kota kabupaten, sementara bidang lain seperti pupuk organik mengarah pada usaha mandiri berbasis pertanian.
Fasilitas yang didapat peserta
Peserta tidak dipungut biaya. Mereka mendapatkan pelatihan bersama instruktur, sertifikat pelatihan, serta informasi mengenai peluang kerja dan usaha mandiri. Kombinasi sertifikat dan jalur kerja itu penting karena banyak pencari kerja di daerah berbenturan dengan syarat pengalaman.
Program ini juga menegaskan bahwa dunia kerja menuntut lebih dari ijazah. Firman Udding menyebut kebutuhan tenaga kerja saat ini mencakup kemampuan, tanggung jawab, kejujuran, kemauan belajar, dan etos kerja.
Syarat dan cara ikut
Persyaratan yang disebutkan relatif ringan: calon peserta cukup memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan berusia minimal 17 tahun. Tidak ada batas usia maksimal selama peserta bersedia belajar.
“Batas usia tidak terbatas asalkan mau belajar,” ujar Firman Udding. Pernyataan itu relevan di Luwu Timur, di mana banyak warga usia produktif akhir mencari jalur baru setelah berhenti bekerja atau merintis usaha sendiri.
Karena kuota pelatihan biasanya terbatas, warga yang berminat sebaiknya menanyakan jadwal gelombang berikutnya, persyaratan administrasi terbaru, serta lokasi kelas. Semua itu bisa dikonfirmasi melalui kanal informasi program dan pendampingan penerima manfaat.
Kenapa vokasi penting bagi Luwu Timur
Luwu Timur memiliki keunggulan yang jarang dimiliki kabupaten lain: industri nikel berskala besar, kawasan tambang yang menyerap ribuan tenaga kerja, serta sektor pertanian dan perikanan yang luas. Namun keunggulan itu tidak otomatis menjadi kesempatan bagi warga setempat.
Kesenjangan keterampilan kerap menjadi penghalang. Perusahaan membutuhkan tenaga terampil bersertifikat, sementara banyak warga hanya memiliki pengalaman informal. Pelatihan vokasi hadir untuk mempersempit jurang itu.
Selain itu, keterampilan berbasis praktik membantu warga membuka usaha kecil sendiri, misalnya kedai kopi, jasa jahit, fotografi acara, hingga usaha pupuk organik untuk kebutuhan pertanian di desa. Efeknya bukan hanya soal pendapatan individu, tetapi juga penguatan ekonomi desa.
Dengan menggandeng platform ketenagakerjaan nasional, program ini memberi jalur yang lebih terukur. Peserta bisa mengakses informasi pelatihan dan peluang kerja yang tersedia di kanal resmi pemerintah, tidak lagi bergantung pada informasi mulut ke mulut.


