Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Berita Luwu Timur: Puskesmas Lutim Diperkuat via Unhas

2 Oktober 2026 • Admin • 28 kali dibaca
Penguatan manajemen Puskesmas di Luwu Timur bersama Universitas Hasanuddin, berita luwu timur hari ini
Gambar: Dokumentasi Patikala.com.
ASM Group
Iklan

Berita Luwu Timur soal layanan kesehatan primer kembali mengemuka. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui BKPSDM menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memperkuat manajemen Puskesmas, dengan menyasar langsung para pengelola di lapangan.

Langkah itu diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) manajemen Puskesmas yang digelar di Hotel Royal Bay, Makassar. Kegiatan tersebut diikuti 36 peserta yang mewakili 18 Puskesmas di Kabupaten Luwu Timur.

Bagi warga di 11 kecamatan, perubahan yang diharapkan bukan hal yang rumit: layanan lebih cepat, tertib administrasi, dan akses yang lebih mudah, terutama di desa-desa yang jauh dari ibu kota kabupaten.

Berita luwu timur: mengapa manajemen Puskesmas jadi prioritas

Di banyak desa di Luwu Timur, Puskesmas bukan sekadar tempat berobat. Ia adalah harapan pertama saat warga sakit, sekaligus tempat bertanya ketika kondisi kesehatan belum pasti dan biaya berobat ke kota menjadi pertimbangan.

Tata Atur
Iklan

Peran itu menuntut dua hal sekaligus: kompetensi klinis dan kemampuan mengelola. Selama ini, sorotan publik lebih sering jatuh pada sisi klinis, padahal kualitas layanan sangat ditentukan oleh cara Puskesmas merencanakan, mengatur jadwal, mengelola obat, dan mencatat data pasien.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Aparatur BKPSDM Luwu Timur, Silpa P., menyatakan hal senada saat membuka kegiatan. “Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan. Manajemen yang kuat akan menentukan kualitas layanan,” ujarnya.

Bimtek bersama Unhas

Bimtek tersebut berlangsung pada 27 April hingga 1 Mei 2026 di Makassar. Pemkab Luwu Timur menggandeng Unhas agar penguatan kapasitas tidak berhenti pada teori, tetapi berbasis praktik yang bisa diterapkan di lapangan.

Peserta berasal dari kalangan pengelola Puskesmas, dengan target peningkatan kapasitas mereka agar layanan lebih rapi dan mudah diakses masyarakat. Materi bimtek mencakup perencanaan kegiatan, pengelolaan sumber daya, sampai penataan administrasi.

Pilihan menggandeng perguruan tinggi juga memberi keuntungan lain. Kampus memiliki metode pengajaran yang terstruktur serta akses pada kajian terbaru soal tata kelola layanan kesehatan primer, sehingga materi yang diberikan bisa disesuaikan dengan kondisi daerah.

Tantangan di lapangan

Namun, persoalan Puskesmas di Luwu Timur tidak selesai hanya dengan pelatihan. Keterbatasan tenaga, fasilitas, dan beban administrasi masih menjadi kenyataan di sejumlah wilayah.

  • Tenaga kesehatan: sebaran tenaga belum merata, dengan sebagian Puskesmas di wilayah terpencil sulit menarik dan mempertahankan tenaga.
  • Fasilitas: kualitas bangunan, alat, dan ketersediaan obat berbeda-beda antarlokasi.
  • Administrasi: beban pencatatan dan pelaporan menyita waktu tenaga kesehatan yang seharusnya dipakai untuk pelayanan.
  • Jarak dan akses: geografi Luwu Timur yang luas membuat warga di beberapa desa harus menempuh jarak jauh untuk sampai ke fasilitas kesehatan.

Pemerintah kabupaten juga mulai mendorong digitalisasi layanan agar proses administrasi lebih cepat dan jangkauan layanan lebih luas. Meski begitu, kesiapan jaringan serta kemampuan adaptasi tenaga kesehatan tetap menjadi kunci, karena tidak semua wilayah memiliki kondisi yang sama.

Puskesmas sebagai fondasi layanan kesehatan daerah

Puskesmas berfungsi sebagai pintu pertama masyarakat mengakses layanan kesehatan dasar, sekaligus penjaga kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pengendalian penyakit menular, dan edukasi gizi.

Banyak program kesehatan daerah bergantung pada kinerja Puskesmas, mulai dari penurunan angka stunting hingga sanitasi dan perilaku hidup bersih. Jika manajemen Puskesmas lemah, program sebaik apa pun akan tersendat di tingkat desa.

Karena itu, investasi pada kapasitas pengelola bisa dibilang sebagai investasi jangka menengah. Hasilnya jarang terlihat dalam hitungan hari, tetapi menentukan apakah layanan kesehatan benar-benar bisa diandalkan warga.

Kaitan dengan program kesehatan lain

Di Luwu Timur, perhatian pada layanan kesehatan primer berjalan seiring sejumlah program lain. Ada upaya penguatan sanitasi lewat penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tingkat nasional, serta dorongan peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas di berbagai kecamatan.

Pendekatan seperti itu penting agar tidak ada layanan yang berjalan sendiri-sendiri. Sanitasi, gizi, imunisasi, dan layanan kuratif saling berkaitan, dan semuanya bermuara pada kualitas hidup warga desa.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga