Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Berita Lutim: 488 Dokumen Adminduk Tuntas Sehari di Towuti

4 Oktober 2026 • Admin • 30 kali dibaca
Pelayanan administrasi kependudukan Dukcapil Luwu Timur di Kecamatan Towuti
Gambar: Dok. Expose Timur (pelayanan adminduk Dukcapil Luwu Timur di Kecamatan Towuti, 29 September 2026).
ASM Group
Iklan

LUWU TIMUR — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Luwu Timur menuntaskan 488 layanan administrasi kependudukan dalam satu hari di Kecamatan Towuti, Selasa (29/9/2026). Capaian itu menjadi bukti terbaru bahwa pola pelayanan jemput bola yang dijalankan pemkab menyentuh kebutuhan riil warga. Inilah berita Lutim yang penting dicatat: dokumen kependudukan dipindahkan dari meja kantor ke halaman warga.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Luwu Timur, Nursih Hariani, menyebut angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang mudah dijangkau. “Alhamdulillah, 488 layanan tuntas di Towuti. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan pelayanan yang dekat dan mudah. Itulah tugas kami, Dukcapil hadir lebih dekat, bukan menunggu di kantor,” ujarnya seperti dilaporkan Expose Timur.

Berita Lutim: Rincian 488 Layanan yang Dituntaskan

Dari total layanan yang diselesaikan dalam kegiatan di Kecamatan Towuti, jenis dokumen yang paling banyak diminta adalah KTP elektronik. Berikut rincian yang disampaikan Dukcapil:

  • Pencetakan KTP-el: 214 keping
  • Kartu Keluarga: 124 dokumen
  • Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD): 72 layanan
  • Akta kelahiran: 53 dokumen
  • Surat pindah: 18 dokumen
  • Akta kematian: 3 dokumen
  • Akta perkawinan: 3 dokumen
  • Akta perceraian: 1 dokumen

Komposisi itu memperlihatkan dua hal sekaligus. Pertama, kebutuhan dokumen dasar seperti KTP-el dan Kartu Keluarga masih mendominasi. Kedua, layanan pencatatan sipil untuk peristiwa penting dalam keluarga, mulai dari kelahiran hingga kematian, tetap berjalan dan menuntut kehadiran petugas di lapangan.

Tata Atur
Iklan

IKD dan Arah Layanan Digital

Nursih secara khusus menyoroti aktivasi IKD yang mencapai 72 layanan dalam satu hari. Identitas Kependudukan Digital adalah versi digital dari dokumen kependudukan yang bisa diakses lewat aplikasi di telepon seluler. Kehadirannya dimaksudkan mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik.

Namun, angka 72 itu juga menunjukkan bahwa masih banyak warga yang belum mengaktifkan IKD. Kendalanya beragam: mulai dari keterbatasan perangkat, pemahaman penggunaan aplikasi, hingga jaringan internet yang tidak merata di wilayah pedesaan.

Menurut Nursih, hal itu menandakan perlunya edukasi sekaligus perluasan akses layanan berbasis digital. “KTP-el yang dicetak 214 keping, 72 warga sudah aktivasi IKD, ini luar biasa. Setiap dokumen yang kami serahkan ini adalah hak dasar warga. Dari akta kelahiran untuk anak-anak kita, sampai akta perkawinan. Kami ingin memastikan semua warga Luwu Timur tertib adminduk,” katanya.

Mengapa Jemput Bola Penting di Luwu Timur

Kabupaten Luwu Timur terdiri dari 11 kecamatan dengan 128 desa dan kelurahan. Beberapa kecamatan berada jauh dari pusat pemerintahan di Malili, dan sebagian wilayah harus ditempuh melalui jalan desa atau penyeberangan danau.

Bagi warga di Kecamatan Towuti dan sekitarnya, mengurus dokumen ke kantor Dukcapil di ibu kota kabupaten berarti mengeluarkan biaya transportasi, kehilangan waktu kerja, dan kadang harus menginap. Biaya-biaya tidak resmi seperti itulah yang paling sering dikeluhkan warga ketika layanan hanya tersedia di satu lokasi.

Karena itu, layanan jemput bola bukan sekadar program seremonial. Ia memangkas biaya tidak langsung yang sering luput dari hitungan pemerintah. Satu hari pelayanan di kecamatan bisa menghemat biaya perjalanan ratusan warga sekaligus.

Pola ini juga sejalan dengan kebutuhan data kependudukan yang mutakhir. Data yang rapi memudahkan pemerintah menyusun anggaran, menyalurkan bantuan sosial, dan merencanakan fasilitas publik. Warga yang dokumennya belum tertib cenderung sulit mengakses layanan lain, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Dokumen Kependudukan sebagai Hak Dasar

Dukcapil menegaskan bahwa dokumen kependudukan bukan urusan administratif semata, melainkan bagian dari hak dasar setiap warga. Akta kelahiran, misalnya, menjadi syarat banyak layanan publik bagi anak, terutama saat masuk sekolah. Kartu Keluarga menjadi rujukan untuk berbagai program bantuan.

Karena itu, kehadiran petugas di kecamatan juga berfungsi sebagai edukasi. Warga yang datang bukan hanya menerima dokumen, tetapi juga memahami dokumen apa yang masih perlu dilengkapi untuk anggota keluarganya.

Dalam kegiatan di Towuti, layanan yang dibuka mencakup dokumen yang berkaitan dengan perubahan status dan peristiwa penting kependudukan: kelahiran, perpindahan penduduk, kematian, perkawinan, hingga perceraian. Keragaman jenis layanan itu menjadi gambaran bahwa kebutuhan administrasi warga berlangsung dinamis sepanjang tahun.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga