MAKASSAR – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang pembiayaan dan permodalan bagi pengusaha muda anggota HIPMI Sulawesi Selatan. Kesepakatan itu menjangkau pula pengusaha muda di daerah, termasuk Luwu Timur, karena HIPMI Sulawesi Selatan membawahi pengurus cabang di kabupaten dan kota.
Dokumentasi penandatanganan yang diterima redaksi memperlihatkan kedua pihak berfoto bersama sambil memegang naskah kesepakatan, dengan latar dinding HIPMI Sulawesi Selatan dan Bank Syariah Indonesia. Keterangan resmi mengenai tanggal dan lokasi penandatanganan belum diumumkan terbuka oleh kedua pihak.
Apa yang disepakati
Inti kerja sama ini adalah pembiayaan atau permodalan bagi pengusaha muda yang menjadi anggota HIPMI Sulawesi Selatan. Bagi organisasi pengusaha, akses permodalan adalah kebutuhan paling mendasar: tanpa modal kerja yang memadai, rencana ekspansi usaha hanya berhenti sebagai rencana.
Skema pembiayaan syariah dinilai cocok untuk banyak usaha anggota HIPMI, terutama yang bergerak di sektor riil seperti perdagangan, jasa, pertanian, perikanan, dan industri kecil. Selain menjauhkan pelaku usaha dari praktik riba, pembiayaan berbasis syariah menuntut usaha yang dibiayai memiliki catatan yang jelas, karena akadnya berdiri di atas transaksi nyata.
Konsekuensinya, kesepakatan semacam ini bukan hanya soal plafon dana. Ia juga menuntut kesiapan administratif anggota: legalitas usaha, pembukuan sederhana, dan rencana penggunaan modal. Di titik itulah nilai kerja sama antara bank dan organisasi pengusaha biasanya diuji.
Dua pihak yang duduk di meja
Dari sisi HIPMI Sulawesi Selatan, kesepakatan ini berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman. Ia terpilih untuk masa bakti 2024-2027. Di luar organisasi, ia juga dikenal sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra yang duduk di Komisi III.
Selama memimpin HIPMI Sulawesi Selatan, ia beberapa kali menekankan pentingnya pengusaha muda naik kelas, termasuk lewat kaderisasi dan penguatan jejaring usaha antardaerah. Salah satu gagasannya yang pernah diberitakan SuaraLutim adalah membuka jalur penyiapan pengusaha Luwu Timur melalui program organisasi.
Dari sisi perbankan, Bank Syariah Indonesia merupakan bank syariah milik negara hasil penggabungan tiga bank syariah pada Februari 2021. Bank ini aktif membangun kapasitas usaha kecil melalui jaringan UMKM Center, yang salah satunya berada di Makassar, serta menyediakan pendampingan, literasi keuangan syariah, dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Kenapa permodalan jadi kunci
Persoalan akses modal bukan hal baru bagi usaha kecil. Banyak usaha yang sebenarnya punya pasar, tetapi tidak sanggup memenuhi pesanan lebih besar karena keterbatasan modal kerja. Sebagian lagi ragu mengajukan pembiayaan karena menganggap prosesnya rumit.
Dalam laporan resminya, BSI menyebut penyaluran pembiayaan inklusifnya mencapai Rp114,17 triliun hingga Juni 2026, dengan 6.037 UMKM binaan dan fasilitas UMKM Center di sejumlah kota, termasuk Makassar. Angka itu menunjukkan skala pembiayaan usaha kecil yang memang besar, tetapi juga menegaskan bahwa penyerapannya butuh calon penerima yang siap secara administrasi. Data sektor pembiayaan usaha mikro dan kecil secara berkala juga dipublikasikan melalui statistik pembiayaan UMKM OJK.
Karena itu, hal yang perlu disiapkan anggota HIPMI tidak berhenti pada niat. Pemilik usaha perlu memahami produk pembiayaan, menghitung kemampuan angsuran, dan memahami risikonya. Pedoman literasi keuangan syariah tersedia publik, misalnya lewat kanal Sikapi Uangmu OJK, sehingga anggota bisa masuk ke perjanjian dengan pemahaman yang cukup.


