SUARALUTIM.COM, MALILI — Aspirasi warga Luwu Timur diyakini tidak berhenti di tingkat kabupaten. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Hj. Asni, S.Pi, menegaskan komitmennya membawa kebutuhan masyarakat Luwu Raya — termasuk Luwu Timur — ke forum legislatif provinsi.
Komitmen itu disampaikan dalam kunjungan kerja dan silaturahmi bersama warga di wilayah Luwu Raya pada awal Oktober 2026. Bagi Hj. Asni, tugas legislator provinsi adalah menjembatani persoalan yang belum selesai di kabupaten dengan kebijakan dan anggaran di tingkat provinsi.
PAN Luwu Timur dan Peran Legislator Dapil Luwu Raya
Hj. Asni duduk di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari PAN untuk daerah pemilihan Sulawesi Selatan 11 atau Luwu Raya. Dapil ini mencakup empat wilayah sekaligus: Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur.
Pada Pemilu 2024, ia tercatat meraih 16.760 suara dan dipercaya menjalankan tugas di lingkungan komisi yang membidangi pembangunan. Dengan cakupan wilayah yang luas, perannya menyentuh banyak sektor, mulai dari infrastruktur jalan, layanan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Kehadirannya di dapil menjadi penting karena Luwu Raya memiliki karakter wilayah yang beragam. Luwu Timur, misalnya, punya beban ganda: di satu sisi menjadi kabupaten penyumbang nikel terbesar, di sisi lain masih menghadapi persoalan jalan, air bersih, dan layanan dasar di sejumlah desa.
Menyerap Aspirasi, Bukan Sekadar Hadir
Dalam setiap pertemuan dengan warga, Hj. Asni menempatkan penyerapan aspirasi sebagai langkah awal. Persoalan yang disampaikan warga dicatat, lalu diperjuangkan melalui mekanisme dewan, termasuk dalam pembahasan anggaran dan pengawasan program pembangunan.
Pendekatan itu sejalan dengan tradisi Fraksi PAN di Luwu Timur yang selama ini aktif menyuarakan hasil reses ke parlemen. Beberapa legislator Fraksi PAN DPRD Luwu Timur bahkan secara rutin melaporkan hasil penyerapan aspirasi warga di daerah pemilihan masing-masing, lalu membawanya ke rapat paripurna.
Bagi Hj. Asni, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang bisa dirasakan langsung manfaatnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan setiap usulan warga punya jalur perjuangan yang jelas, bukan hanya sebatas janji pertemuan.
Kaderisasi PAN dan Penguatan Basis Sulawesi Selatan
Sosok Hj. Asni juga dikenal aktif dalam kehidupan partai. Nama perempuan asal Luwu ini sempat mencalonkan diri sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Luwu untuk periode 2025–2030. Langkah tersebut mencerminkan keterlibatannya dalam membangun struktur partai di tingkat daerah.
Pada September 2026, PAN juga memperkuat barisan di Sulawesi Selatan dengan menempatkan sejumlah tokoh di struktur wilayah. Dinamika itu menjadi bagian dari upaya partai menyiapkan kader yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, bukan hanya pasar politik sesaat.
Bagi warga Luwu Timur, keberadaan waktu rakyat dari PAN di tingkat provinsi memberi kanal tambahan. Persoalan yang tidak selesai di kabupaten dapat diangkat ke level provinsi, terutama untuk urusan yang bersinggungan dengan kewenangan provinsi seperti jalan provinsi, pendidikan menengah, dan layanan kesehatan rujukan.
Bekerja untuk Luwu Raya
Hj. Asni memandang Luwu Raya sebagai satu kesatuan layanan. Konektivitas antara Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, dan Palopo dinilainya sebagai kunci untuk membuka perekonomian. Jalan yang baik, kata dia, membuat hasil pertanian dan perikanan warga sampai ke pasar dengan biaya lebih murah.
Ia juga mendorong penguatan sumber daya manusia. Pendidikan dan pelatihan keterampilan dipandang penting agar warga setempat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam industri dan usaha yang tumbuh di daerahnya.
Melalui kerja-kerja serupa, PAN berharap konsisten dekat dengan masyarakat. Bagi Hj. Asni, kepercayaan pemilih harus dibalas dengan kehadiran nyata, bukan sekadar baliho dan pernyataan.


