SUARALUTIM.COM, MALILI — Dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Luwu Timur kembali ditegaskan jajaran legislator. Firman Udding, anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), menilai pelaksanaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 dan Pekan Expo UMKM di Sorowako sebagai momentum penting bagi usaha lokal untuk berkembang. Dukungan itu disampaikan menyusul rangkaian kegiatan yang berlangsung Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, kehadiran expo bukan hanya persoalan promosi produk. Kegiatan seperti ini membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan daya saing — tiga hal yang selama ini menjadi kendala utama usaha kecil di daerah.
“Kami mendukung penuh pelaksanaan Harkopnas dan Pekan Expo UMKM di Sorowako. Kegiatan ini menjadi momentum bagi pelaku UMKM Luwu Timur untuk memperkenalkan produk lokal, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan daya saing,” ujar Firman Udding.
PAN Luwu Timur dan Perhatian pada Sektor Ekonomi Rakyat
Firman Udding merupakan legislator DPRD Luwu Timur untuk daerah pemilihan Luwu Timur 1 yang meliputi Kecamatan Malili dan Wasuponda. Di internal dewan, ia tercatat sebagai Wakil Ketua Fraksi PAN, anggota Komisi II yang membidangi ekonomi, anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), serta anggota Badan Anggaran.
Posisi itu menempatkan Fraksi PAN pada ranah yang bersinggungan langsung dengan persoalan ekonomi daerah: pembahasan anggaran, penyusunan peraturan daerah, dan pengawasan program yang menyentuh pelaku usaha kecil. Karena itu, pernyataan dukungan terhadap agenda UMKM tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari kerja legislatif sehari-hari.
Perlu dicatat, Firman Udding adalah anggota Fraksi PAN di DPRD Luwu Timur. Pada Pemilu 2024, KPU mencatat dirinya terpilih dari partai yang berbeda dari PAN, sehingga penyebutan yang tepat untuknya adalah legislator dari Fraksi PAN, bukan kader partai. Fraksi PAN sendiri memiliki lima kursi di DPRD Luwu Timur periode 2024–2029.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Mengapa Expo Berarti bagi Pelaku Usaha Kecil
Bagi usaha kecil, hambatan terbesar biasanya bukan produksi, melainkan akses pasar. Produk sudah dibuat, tetapi ruang untuk bertemu pembeli terbatas. Di sinilah even seperti Pekan Expo UMKM berperan: ia mempertemukan produsen dengan pembeli langsung, distributor, hingga pelaku usaha dari daerah lain.
Pekan Expo UMKM Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Sorowako diikuti peserta dari 23 kabupaten/kota. Artinya, pelaku usaha Luwu Timur berhadapan dengan jaringan yang jauh lebih luas daripada pasar harian di kecamatan masing-masing. Bagi sebagian UMKM, satu perkenalan di meja pameran bisa berlanjut menjadi pesanan rutin.
Firman berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada gelaran tahunan. Menurutnya, yang dibutuhkan pelaku usaha adalah keberlanjutan: pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan yang memudahkan mereka naik kelas.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga UMKM tidak hanya berkembang dari sisi penjualan, tetapi juga mampu naik kelas dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Luwu Timur,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas pihak. Menurutnya, kemajuan UMKM tidak bisa hanya bertumpu pada satu instansi, melainkan perlu dukungan pemerintah daerah, koperasi, dunia usaha, hingga perbankan.
Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi Desa
Dalam kerangka Harkopnas, pembahasan mengenai koperasi menjadi bagian tak terpisahkan dari pembahasan UMKM. Di Kabupaten Luwu Timur, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu program yang terus didorong, dengan puluhan desa dilaporkan telah memiliki bangunan koperasi.
Bagi Fraksi PAN, simpul koperasi dinilai penting karena ia menghubungkan produksi warga di desa dengan pasar. Ketika koperasi berfungsi baik, petani dan perajin tidak lagi bergantung pada tengkulak tunggal, dan nilai tambah produk bisa tetap berada di desa.
Pandangan itu sejalan dengan pesan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam yang menegaskan bahwa koperasi harus memperkuat ekonomi masyarakat, bukan sekadar menjadi lembaga administratif. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan yang sama.


