MALILI — Bantuan zakat di Luwu Timur tidak berhenti pada beras dan paket sembako. Di kabupaten ini, Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Luwu Timur juga menaruh perhatian pada warga yang baru memeluk Islam: mulai dari penyerahan paket ibadah sampai komitmen mendampingi agar mereka tidak merasa berjalan sendiri. Jejak WIZ Luwu Timur dalam pembinaan muallaf tercatat di rilis resmi lembaga, dari Masjid Al Ikhlas di Desa Harapan Lampia, Kecamatan Malili, hingga Musala Riyadussalam di Desa Cendana Hijau, Kecamatan Wotu.
WIZ Luwu Timur dan Muallaf: Dua Peristiwa yang Tercatat
Catatan pertama datang dari Kecamatan Malili. Pada Senin, 20 September 2021, dua warga asal Toraja memantapkan diri memeluk Islam di Masjid Al Ikhlas, Desa Harapan Lampia. Prosesi syahadat itu disaksikan Kepala Desa Harapan, sejumlah tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. Pada kesempatan yang sama, WIZ Gerai Luwu Timur — sebutan lembaga itu di daerah — menyerahkan santunan kepada kedua muallaf tersebut.
Beberapa bulan kemudian peristiwa serupa terjadi di sisi utara kabupaten. Pada Jumat, 24 Desember 2021, seorang warga mengucapkan syahadat di Musala Riyadussalam, Desa Cendana Hijau, Kecamatan Wotu. Acara itu dihadiri Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wotu, Yahya, serta Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Luwu Timur, Sutawar. WIZ Luwu Timur hadir membawa paket ibadah untuk menopang kebutuhan awal muallaf tersebut.
Dua peristiwa itu memperlihatkan pola yang sama: kehadiran lembaga amil tidak berhenti pada seremoni serah terima. Ketua WIZ Gerai Luwu Timur, Muhammad Resli, dalam keterangan resmi lembaganya menyatakan bahwa WIZ berusaha melakukan pendampingan dan memberikan dukungan kepada para muallaf di Kabupaten Luwu Timur agar tidak merasa sendiri. Ia juga menegaskan bahwa masih banyak saudara muslim yang peduli dan ingin membantu.
Kedua peristiwa itu terjadi pada 2021; tanggalnya disebut terbuka agar tidak dibaca sebagai kegiatan baru.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Apa Itu Muallaf dan Mengapa Mereka Berhak Dibantu
Muallaf adalah orang yang baru masuk Islam. Dalam tradisi fikih, mereka masuk kelompok yang perlu dikuatkan: keimanannya masih baru, sementara lingkungan dan keluarganya belum tentu mendukung. Karena itu zakat memberi ruang khusus bagi mereka.
Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 60 menyebut delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat, dan muallaf adalah salah satunya, berdampingan dengan fakir, miskin, amil, hamba sahaya, orang yang berutang, fi sabilillah, serta ibnu sabil. Rincian delapan asnaf tersebut diuraikan pada laman resmi BAZNAS. Artinya, santunan untuk muallaf bukan pemberian di luar skema, melainkan bagian dari penyaluran yang memang diatur.
Konsekuensinya jelas bagi lembaga amil: mereka tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga harus merancang bentuk bantuan yang sesuai kebutuhan penerima. Untuk muallaf, kebutuhan itu berkisar pada penguatan pemahaman agama, sarana ibadah, dan dukungan sosial sehari-hari.
Lima Pilar WIZ dan Posisi Pembinaan Muallaf
Pada Jumat, 26 September 2025, BAZNAS RI bersama Lembaga Amil Zakat Wahdah Inspirasi Zakat menggelar konsolidasi capaian penyaluran nasional. Pertemuan itu menjadi wadah sinergi untuk memperkuat tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial lainnya. Dari forum tersebut publik bisa membaca kerangka kerja WIZ: lima rumpun program, yaitu Berkah Hidayah (dakwah), Berkah Juara (pendidikan), Berkah Sehat (kesehatan), Berkah Mandiri (ekonomi), dan Berkah Peduli (kemanusiaan).
Pembinaan muallaf berada di rumpun dakwah, bersama program pemberdayaan dai, distribusi Al-Qur’an, rumah tahfizh, dan pembinaan komunitas penghafal Al-Qur’an. Penempatan ini masuk akal: yang dibutuhkan muallaf pertama-tama bukan hanya barang, melainkan pendampingan agar pemahaman agamanya tumbuh.
Capaian nasional yang dilaporkan pada konsolidasi itu memberi gambaran skala kerja lembaga: penerima manfaat program dakwah 1.150.606 orang, kemanusiaan 245.818 orang, pendidikan 4.012 orang, kesehatan 1.523 orang, dan ekonomi 323 orang. Angka-angka itu adalah capaian nasional, bukan capaian Kabupaten Luwu Timur, sehingga tidak bisa dibaca sebagai jumlah warga Luwu Timur yang menerima manfaat.
Program unggulan nasional yang disebut pada forum yang sama antara lain rumah Qur’an di 100 titik, program Beras Santri dengan target distribusi 1.000 ton ke pesantren, Masjid Pelosok di 50 daerah, sumur bor di 100 titik, Sekolah Inspirasi di lima wilayah, dan rumah singgah pasien di lima wilayah. Kerangka besar inilah yang menopang kerja-kerja kecil di daerah, termasuk pendampingan muallaf seperti di Malili dan Wotu.


