Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Desa & Kecamatan

Luwu Timur: Melon dan Semangka Wanasari Jadi Andalan

11 Oktober 2026 • Admin • 19 kali dibaca
Mahasiswa KKN UIN Palopo bersama warga mempromosikan potensi melon dan semangka Desa Wanasari, Luwu Timur
Gambar: Dok. UIN Palopo via Patikala.com
ASM Group
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, ANGKONA — Luwu Timur punya satu lagi kampung yang menonjol dari hasil pertaniannya. Desa Wanasari, Kecamatan Angkona, mengangkat melon dan semangka sebagai komoditas andalan, dan kini potensi itu dipromosikan lebih luas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo Kelompok 80.

Kegiatan promosi berlangsung pada Rabu (7/10/2026). Tujuannya memperkenalkan hasil pertanian unggulan desa sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Desa Wanasari dikenal sebagai Kampung Pangan Adhyaksa dengan potensi pertanian yang cukup besar. Melon dan semangka menjadi dua komoditas yang dikembangkan warga, dengan hasil panen yang disebut mencapai berton-ton.

Melon dan Semangka Wanasari Ditopang BUMDes

Selain mengandalkan hasil panen, Desa Wanasari memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berperan dalam pemasaran hasil pertanian masyarakat. Keberadaan BUMDes menjadi salah satu saluran bagi petani untuk menjual produk mereka.

Dewa Made, salah seorang petani muda di Desa Wanasari, menyebut hasil panen melon dan semangka akan dijual melalui BUMDes setempat. Ia menilai lembaga itu membantu petani sekaligus menyejahterakan warga yang menggarap lahan.

“Semangka dan melon ini akan dijual di BUMDes Desa Wanasari, dan BUMDes ini sangat membantu para petani dan menyejahterakan petani,” ujarnya, dikutip Patikala.com.

Pola itu memperlihatkan satu hal penting: hasil pertanian tidak berhenti di lahan. Kalau saluran pemasaran tersedia di tingkat desa, petani tidak sepenuhnya bergantung pada tengkulak dan punya posisi tawar lebih baik saat menentukan harga.

Bagi petani muda, kepastian pasar sering menjadi alasan utama bertahan atau beralih ke pekerjaan lain. Karena itu, peran BUMDes sebagai penampung sekaligus penjual dinilai relevan untuk menjaga keberlanjutan usaha pertanian warga desa.

Bagian dari 33 desa pilot project Pandu Juara

Pengembangan melon dan semangka di Desa Wanasari berkaitan dengan status desa itu sebagai salah satu dari 33 desa pilot project Pandu Juara. Melalui program tersebut, Wanasari menerapkan skema pembangunan desa berbasis potensi unggulan.

Melon dan semangka dikembangkan sebagai komoditas produktif yang punya nilai ekonomi, bukan hanya tanaman pelengkap di pekarangan. Pendekatan ini menyesuaikan pembangunan desa dengan apa yang benar-benar bisa tumbuh dan laku di pasar setempat.

Program Pandu Juara atau Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera sendiri mendorong keterlibatan petani, nelayan, kelompok usaha, BUMDes, BUMDesma, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam satu rantai usaha terintegrasi. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengalokasikan bantuan keuangan khusus bagi desa percontohan untuk menopang program ini.

Bagi Wanasari, masuknya desa ke dalam daftar pilot project membuka peluang pendampingan dan penguatan kelembagaan. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada konsistensi warga menggarap lahan dan kemampuan lembaga desa menjaga pasar.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga