SUARALUTIM.COM, MALILI — Di tengah keramaian pekan expo koperasi dan UMKM, satu sudut Lapangan Iniaku, Sorowako, Luwu Timur, justru menarik perhatian dengan tampilan yang tenang: deretan bonsai. Karya seni tanaman itu dipamerkan Malili Bonsai Community (MBC) selama perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, 6 hingga 10 Oktober 2026. Cerita ini menjadi salah satu yang cukup banyak dibicarakan warga, sehingga masuk kategori viral Luwu Timur pekan ini.
Bonsai bukan tanaman biasa. Ia adalah hasil olahan panjang: dipangkas, dibentuk, dan dirawat bertahun-tahun hingga mencapai bentuk yang diinginkan. Karena itu, kehadirannya di sebuah pameran koperasi memberi warna berbeda dari stan produk yang biasa dijumpai.
Malili Bonsai Community di Harkopnas Sorowako
Ketua MBC, Abdul Samad, menyebut keikutsertaan komunitasnya sebagai kesempatan untuk memperkenalkan seni bonsai kepada khalayak yang lebih luas. Pameran itu, menurutnya, bukan sekadar memajang tanaman hias, tetapi mengajak pengunjung mengenal bonsai sebagai karya kreatif sekaligus menambah pengetahuan.
Selama lima hari, stan MBC menjadi ruang berbagi. Pengunjung yang penasaran bisa melihat langsung bagaimana sebuah tanaman dibentuk sehingga tampak seperti pohon tua berukuran mini. Bagi sebagian orang, penampakan itu memicu pertanyaan sederhana: bagaimana caranya tanaman bisa dibentuk seperti itu tanpa merusaknya?
Kehadiran komunitas lokal di sebuah agenda provinsi menunjukkan satu hal: kegiatan besar seperti Harkopnas tidak hanya bermanfaat bagi pelaku koperasi dan UMKM, tetapi juga memberi ruang bagi komunitas hobi dan seni untuk tampil.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Bonsai, Seni yang Menuntut Ketelatenan
Merawat bonsai menuntut kesabaran. Pemangkasan, pengaturan kawat, pemilihan media tanam, hingga pengaturan penyiraman harus dilakukan dengan perhitungan. Salah langkah, bentuk yang sudah dibangun bertahun-tahun bisa rusak dalam waktu singkat.
Karena itu, komunitas menjadi penting. Lewat komunitas, pengetahuan tentang jenis tanaman, teknik pembentukan, dan perawatan musiman bisa dibagi. Pemula biasanya membutuhkan pendampingan agar tidak salah arah sejak awal.
Selain keterampilan teknis, merawat bonsai melatih ketenangan. Tidak ada jalan pintas untuk membuat sebuah pohon tampak berumur puluhan tahun. Semua butuh waktu, dan justru di situlah nilai seninya terasa.
Daya Tarik pada Bentuk Akar, Batang, dan Tajuk
Menurut MBC, daya tarik bonsai terletak pada karakter batang, bentuk akar, susunan cabang, serta keseimbangan tajuk. Empat unsur itu menentukan apakah sebuah tanaman terlihat sebagai bonsai yang matang atau hanya tanaman yang dipangkas.
Beberapa hal yang biasa diperhatikan penikmat bonsai:
- Karakter batang, termasuk lekuk dan tekstur kulitnya.
- Bentuk akar yang tampak di permukaan media tanam.
- Susunan cabang yang memberi kesan proporsional.
- Keseimbangan tajuk agar keseluruhan tampilan harmonis.
- Kesan usia, karena bonsai yang baik tampak seperti pohon tua yang tumbuh alami.
Bentuk tersebut hanya bisa dicapai lewat perawatan bertahun-tahun, sebagaimana ditegaskan MBC dalam pameran itu. Tidak ada hasil instan dalam seni ini.


