Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Berita Luwu Timur: STBM Awards 2026, Lutim Tembus 19 Besar

11 September 2026 • Admin
Sesi verifikasi lanjutan STBM Awards 2026 yang diikuti Pemkab Luwu Timur secara hybrid
Gambar: Pedomanrakyat.com

Berita Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengikuti sesi Verifikasi Lanjutan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Awards 2026. Kegiatan itu digelar secara hybrid dari Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur dan melalui Zoom Meeting pada Kamis (10/9/2026).

Luwu Timur berhasil menembus tahap ini setelah terpilih menjadi salah satu dari 19 kabupaten/kota di Indonesia yang lolos penilaian awal dengan kategori madya. Dalam verifikasi tersebut, Pemkab Lutim tergabung di Tim D bersama Kota Probolinggo, Kota Yogyakarta, Kabupaten Gunungkidul, dan Kota Jakarta Pusat.

Berita Luwu Timur: Jalan Lutim di STBM Awards 2026

STBM Awards merupakan ajang penilaian nasional bagi daerah yang dinilai berhasil menyelenggarakan sanitasi berbasis masyarakat. Tahapannya berlapis, mulai dari penilaian dokumen hingga verifikasi langsung oleh tim pusat.

Lolosnya Luwu Timur ke 19 besar nasional menempatkan daerah ini di antara kabupaten/kota yang dinilai memiliki capaian sanitasi memadai. Pencapaian itu tidak lepas dari kerja tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat yang menjalankan program di lapangan.

Pada sesi verifikasi lanjutan, daerah diminta memaparkan praktik sanitasi yang sudah berjalan sekaligus menunjukkan bukti pendukung. Tim verifikator pusat kemudian memberi catatan evaluasi sebagai bahan perbaikan.

Pesan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat

Mewakili Bupati Luwu Timur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan tim verifikator pusat. Ia menegaskan STBM bukan sekadar ajang perlombaan mengejar penghargaan, melainkan bentuk komitmen daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“STBM bertujuan membangun lingkungan yang bersih dan sehat serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini bukan hanya kerja pemerintah semata, melainkan hasil gotong royong seluruh stakeholder mulai dari tenaga kesehatan, dunia usaha, hingga masyarakat desa,” ujar Endis.

Ia menambahkan verifikasi ini menjadi momentum evaluasi bagi Pemkab Lutim untuk membenahi kekurangan sekaligus memperkuat praktik sanitasi baik yang telah berjalan di lapangan.

Sanitasi sebagai Urusan Bersama

Perubahan perilaku hidup sehat menjadi inti program STBM karena hasilnya bergantung pada kebiasaan warga sehari-hari. Karena itu, pendekatan yang dipakai tidak hanya pembangunan sarana, tetapi juga pendampingan dan penyuluhan berkelanjutan.

Keterlibatan dunia usaha dan masyarakat desa disebut penting agar praktik sanitasi bertahan lama. Sarana yang dibangun tanpa perubahan perilaku cenderung tidak terawat dan tidak memberi dampak kesehatan jangka panjang.

Catatan Evaluasi Tim Verifikator Pusat

Dalam sesi diskusi, tim verifikator pusat, Fahri, memberikan beberapa catatan evaluasi. Salah satunya terkait pemenuhan data dan dokumen administrasi yang dinilai masih kurang lengkap, khususnya pada pilar pengelolaan sampah rumah tangga.

Catatan itu menyangkut kelengkapan bukti, bukan penilaian atas seluruh capaian program. Verifikator umumnya meminta dokumen pendukung agar capaian yang dilaporkan bisa ditelusuri dan diverifikasi.

Menanggapi masukan tersebut, Pengelola Program STBM Kabupaten Luwu Timur, Fitriana Syarifuddin, menyatakan kesiapannya bersama tim untuk segera melengkapi seluruh dokumen pendukung yang dibutuhkan. Pernyataan itu menunjukkan daerah menindaklanjuti catatan verifikator sebagai bagian dari perbaikan.

Pilar-Pilar dalam Program STBM

Secara nasional, STBM dijalankan melalui lima pilar perubahan perilaku. Kelimanya menjadi rujukan daerah dalam menyusun kegiatan, termasuk pilar pengelolaan sampah rumah tangga yang mendapat catatan pada verifikasi kali ini.

  • Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS)
  • Cuci tangan pakai sabun
  • Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga
  • Pengelolaan sampah rumah tangga
  • Pengelolaan limbah cair rumah tangga

Setiap pilar menuntut bukti penerapan di tingkat desa. Karena itu, pendataan rumah tangga dan pencatatan kegiatan menjadi bagian yang tidak terpisah dari pelaksanaan program.

Pemenuhan dokumen pada pilar pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan Luwu Timur. Kelengkapan administrasi akan menentukan penilaian pada tahap berikutnya.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga