Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
SUARALUTIM.COM, MAKASSAR — Luwu Timur menampilkan komitmen perlindungan pekerja rentan dalam tahapan wawancara Jamsostek Award Sulawesi Selatan 2026. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam memaparkan capaian dan inovasi daerah di Hotel The Rinra, Makassar, pada Rabu, 22 Juli 2026.
Expose Timur melaporkan bahwa wawancara tersebut menjadi bagian dari penilaian kategori pemerintah daerah. Luwu Timur disebut lolos sebagai salah satu kandidat terbaik dalam ajang yang mengapresiasi komitmen pemerintah terhadap penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dalam paparannya, Irwan menegaskan bahwa perluasan Universal Coverage Jamsostek atau UCJ menjadi agenda prioritas. Menurutnya, perlindungan sosial bagi pekerja adalah investasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Luwu Timur dan Agenda Universal Coverage Jamsostek
Program jaminan sosial ketenagakerjaan sering terasa jauh dari pembicaraan warga, padahal manfaatnya sangat konkret ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja, meninggal dunia, atau kehilangan kemampuan mencari nafkah. Bagi pekerja rentan, iuran rutin bisa menjadi beban. Di titik inilah peran pemerintah daerah menjadi penting.
Irwan menyampaikan bahwa pemerintah daerah berupaya agar persentase kepesertaan masyarakat dalam program UCJ terus bertambah setiap tahun. Pernyataan itu menunjukkan bahwa targetnya bukan sekadar ikut lomba, melainkan memperluas cakupan perlindungan bagi kelompok yang selama ini sulit menjangkau jaminan sosial secara mandiri.
Expose Timur mencatat dukungan pembiayaan melalui APBD dan Dana Bagi Hasil Sawit Tahun Anggaran 2026 untuk melindungi 19.603 pekerja rentan. Selain itu, jaminan sosial ketenagakerjaan juga mencakup 8.862 pekerja dari ekosistem desa dan lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Pekerja Rentan Perlu Perlindungan yang Terukur
Pekerja rentan di daerah bisa berasal dari banyak sektor: petani, nelayan, buruh harian, pelaku usaha kecil, pekerja informal, hingga warga yang bekerja di lingkungan desa. Mereka berkontribusi pada ekonomi lokal, tetapi sering tidak memiliki perlindungan memadai ketika risiko kerja terjadi.
Jika kepala keluarga yang menjadi tulang punggung mengalami kecelakaan kerja, dampaknya tidak berhenti pada individu. Anak bisa terganggu sekolahnya, usaha keluarga bisa berhenti, dan kebutuhan dasar rumah tangga ikut tertekan. Jamsostek menjadi salah satu bantalan agar risiko itu tidak sepenuhnya ditanggung sendiri oleh keluarga.
Karena itu, angka 19.603 pekerja rentan yang disebut dalam paparan Pemkab Luwu Timur perlu dibaca sebagai daftar warga yang memiliki risiko nyata. Keberhasilan program bukan hanya berapa banyak peserta didaftarkan, tetapi apakah mereka memahami manfaat, mengetahui cara klaim, dan mendapat pendampingan ketika terjadi musibah.
Inovasi yang Dipaparkan Pemkab
Dalam forum Jamsostek Award, Pemkab Luwu Timur memperkenalkan beberapa inovasi. Di antaranya ASN Care, Satu Desa Satu Perisai, penguatan kepatuhan sektor jasa konstruksi, serta Peduli Mustahik yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional.
ASN Care dapat dibaca sebagai ajakan agar aparatur ikut memperkuat perlindungan sosial. Satu Desa Satu Perisai menunjukkan pendekatan berbasis desa, sehingga program tidak hanya berhenti di kantor kabupaten. Penguatan kepatuhan jasa konstruksi penting karena sektor ini memiliki risiko kerja tinggi dan membutuhkan perlindungan yang jelas.
Sementara Peduli Mustahik memperlihatkan ruang kolaborasi dengan lembaga zakat. Bila dikelola hati-hati, kolaborasi seperti ini dapat membantu warga miskin atau rentan yang tidak sanggup membayar iuran, tanpa mengaburkan akuntabilitas penggunaan dana.


