Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
SUARALUTIM.COM, TOWUTI – Warga Desa Baruga, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, akan memiliki masjid baru. Upacara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Mustafa berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, menandai dimulainya proyek yang direncanakan menjadi pusat ibadah sekaligus tempat kegiatan keagamaan bagi warga setempat.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, hadir langsung dalam kegiatan itu. Dalam sambutannya, ia menyatakan rasa syukur atas tersedianya fasilitas ibadah yang selama ini belum ada di kawasan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengalokasikan bantuan sebesar Rp500 juta untuk pembangunan masjid itu pada tahun anggaran 2027. Bantuan tersebut diharapkan mempercepat proses pembangunan sehingga masjid bisa segera dimanfaatkan warga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, kami mengalokasikan bantuan sebesar Rp500 juta untuk pembangunan Masjid Al-Mustafa pada tahun anggaran 2027. Mudah-mudahan bantuan ini dapat mendukung proses pembangunan sehingga masjid ini bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Irwan.
Berita Lutim: Masjid sebagai Ruang Kegiatan Warga
Bagi Bupati, fungsi masjid tidak berhenti pada tempat salat. Ia berharap masjid baru itu memperkuat keimanan dan mempererat silaturahmi masyarakat. Harapan itu sejalan dengan kebiasaan warga di banyak desa, di mana masjid menjadi titik pertemuan untuk kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, dan musyawarah warga.
Irwan juga menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan dan partisipasi bersama antara pemerintah, pengurus masjid, serta warga. Menurutnya, dukungan pemerintah hanya salah satu bagian; yang membuat masjid bertahan lama adalah rasa memiliki warga.
“Yang kita harapkan bukan hanya masjid ini berdiri, tetapi juga bagaimana nantinya masjid ini dimakmurkan. Mari kita bersama-sama bergotong royong, memberikan kontribusi sesuai kemampuan, agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Luwu Timur Rusdi Daming, para kepala organisasi perangkat daerah, Camat Towuti, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur Amran Akmal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Mengapa Fasilitas Ibadah di Desa Penting
Di wilayah yang jauh dari pusat kota, keberadaan tempat ibadah menentukan ritme kehidupan warga. Selain untuk salat berjamaah, masjid biasanya dipakai untuk kegiatan mengaji anak-anak, peringatan hari besar keagamaan, hingga pertemuan desa.
Karena itu, pembangunan masjid sering masuk dalam usulan prioritas desa. Prosesnya tidak selalu singkat: usulan dibahas di tingkat desa, diteruskan ke kecamatan, lalu diusulkan ke pemerintah kabupaten untuk masuk perencanaan anggaran.
Dukungan Rp500 juta yang dialokasikan lewat tahun anggaran 2027 menunjukkan alur itu bekerja. Namun, karena anggarannya baru tersedia tahun depan, tahap awal pembangunan sangat bergantung pada swadaya warga dan pengurus masjid.


