Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Pengurus DPC HILLSI Luwu Timur Dilantik, Fokus Hidupkan LPK lewat Pelatihan

17 Oktober 2026 • Admin • 108 kali dibaca
Wahyu Maizal Ketua DPC HILLSI Luwu Timur dan Firman Rahman Sekretaris DPC HILLSI Luwu Timur
Dokumentasi SuaraLutim
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Luwu Timur resmi terbentuk dalam rangkaian pelantikan pengurus DPC HILLSI se-Sulawesi Selatan. Wahyu Maizal dipercaya memimpin DPC HILLSI Luwu Timur, didampingi Firman Rahman sebagai sekretaris.

Pelantikan itu menjadi titik awal kerja organisasi yang menaungi lembaga pelatihan kerja (LPK) di daerah. Bagi Luwu Timur, posisi HILLSI bukan sekadar wadah seremonial. Di kabupaten ini kebutuhan tenaga kerja terampil tumbuh cepat seiring masuknya aktivitas industri, pertambangan, dan jasa penunjang yang menuntut kompetensi teknis di lapangan.

HILLSI, rumah bersama lembaga pelatihan kerja

HILLSI adalah organisasi yang menghimpun lembaga pelatihan kerja dari seluruh Indonesia. Organisasi ini menjadi mitra Kementerian Ketenagakerjaan dalam pembinaan pelatihan vokasi, termasuk menyiapkan LPK agar mampu menjalankan program pelatihan berbasis kompetensi. Pengurus pusat HILLSI periode 2024–2029 dilantik oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dengan Amir Bakriyadi sebagai ketua umum.

Di tingkat kabupaten, DPC menjadi ujung tombak yang paling dekat dengan pemilik LPK. Tugasnya memastikan lembaga pelatihan tetap memenuhi standar, memiliki instruktur yang kompeten, dan menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Tanpa koordinasi di tingkat ini, LPK kecil di daerah mudah berjalan sendiri-sendiri dan kehilangan arah.

Tata Atur
Iklan

Itulah konteks yang membuat pelantikan DPC HILLSI Luwu Timur penting. Organisasi ini menjadi jembatan antara lembaga pelatihan, pemerintah daerah, dan dunia usaha yang membutuhkan tenaga kerja siap pakai.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Wahyu Maizal: LPK harus hidup lewat pelatihan

Ketua DPC HILLSI Luwu Timur, Wahyu Maizal, menyebut prioritas kepengurusannya adalah menghidupkan kembali lembaga pelatihan yang sudah ada. Menurutnya, LPK tidak cukup hanya memiliki izin dan gedung. Yang menentukan adalah pelatihan yang benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Kami akan siap lebih memasarkan dan menghidupkan LPK-LPK yang ada di Luwu Timur lewat pelatihan-pelatihan agar Luwu Timur siap menghadapi tantangan global yang akan segera masuk ke Luwu Timur,” kata Wahyu Maizal, seperti disampaikan kepada SuaraLutim.

Pernyataan itu mengandung dua pekerjaan besar. Pertama, pemasaran, dalam arti memperkenalkan LPK dan program pelatihannya kepada calon peserta, termasuk lulusan sekolah menengah dan warga yang ingin meningkatkan keterampilan. Kedua, menghidupkan, yang berarti memastikan jadwal pelatihan berjalan, instruktur tersedia, dan peserta lulus dengan sertifikat yang diakui.

Menurut Wahyu, arah itu sejalan dengan kebutuhan daerah yang mulai bergerak ke sektor industri pengolahan. Pelatihan yang disusun sembarangan hanya menghasilkan sertifikat tanpa keterampilan. Sebaliknya, pelatihan yang dirancang bersama dunia usaha akan menghasilkan lulusan yang langsung bisa bekerja atau membuka usaha sendiri.

Tantangan global yang mulai masuk ke Luwu Timur

Luwu Timur bukan lagi daerah yang hanya bergantung pada satu sektor. Aktivitas pertambangan nikel di Sorowako dan sekitarnya telah lama menjadi tulang punggung ekonomi, diikuti industri jasa, perdagangan, konstruksi, dan usaha kecil yang tumbuh di sekitar kawasan industri. Rantai pasok itu menuntut keterampilan teknis yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Kebutuhan itu tidak hanya soal operator alat berat. Ada pekerjaan lain yang sama penting: teknisi perawatan, petugas keselamatan dan kesehatan kerja, ahli kelistrikan, operator mesin, staf administrasi proyek, hingga tenaga terampil di sektor jasa seperti perhotelan dan kuliner. Semua membutuhkan pelatihan yang terstruktur, bukan belajar sambil lalu di lapangan.

Di sisi lain, persaingan kerja tidak lagi dibatasi wilayah. Perusahaan dapat merekrut pekerja dari luar daerah bila tenaga terampil di sekitar tidak tersedia. Di titik inilah LPK berperan. Lembaga pelatihan yang aktif dan relevan akan membuat warga Luwu Timur punya peluang lebih besar mengisi lowongan yang tumbuh di kampung sendiri.

Selain keterampilan teknis, tantangan yang sering terlewat adalah kesiapan dasar: disiplin kerja, pemahaman keselamatan, kemampuan berkomunikasi, dan penguasaan bahasa asing tingkat dasar. Beberapa sektor industri mensyaratkan kemampuan membaca instruksi teknis berbahasa Inggris. Tanpa bekal itu, lulusan pelatihan tetap kesulitan menembus seleksi.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga