Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Luwu Timur: Pujasera Wawondula Ditata untuk Pedagang Kecil

18 Oktober 2026 • Admin • 31 kali dibaca
Bupati Luwu Timur meninjau penataan kawasan Pujasera Wawondula di Kecamatan Towuti
Dok. Diskominfo Luwu Timur via Luwuraya.com (peninjauan Pujasera Wawondula, 16 Oktober 2026)
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, TOWUTI — Kawasan Pujasera Wawondula di Kecamatan Towuti akan ditata ulang. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menginstruksikan penataan dan pembersihan kawasan itu agar fasilitas tersebut bisa dipakai secara optimal oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Instruksi disampaikan saat ia meninjau lokasi pada Jumat (16/10/2026).

Peninjauan mencakup kawasan pujasera dan area sekitar Masjid Al-Musafir, yang berdekatan dengan Pasar Wawondula. Dalam peninjauan itu, bupati menilai kawasan pujasera tampak kumuh dan meminta Satuan Polisi Pamong Praja membersihkannya agar daya tampung bagi pedagang bertambah.

Luwu Timur dan Ruang Usaha yang Layak

Pujasera adalah bentuk paling sederhana dari infrastruktur ekonomi rakyat. Ia menyediakan tempat berjualan dengan biaya masuk yang lebih ringan dibandingkan ruko, sekaligus mengumpulkan pedagang dalam satu titik yang mudah dijangkau pembeli. Ketika kawasan seperti ini dibiarkan kotor, yang paling dulu kehilangan pembeli bukan pedagang besar, melainkan pedagang kecil yang tidak punya pilihan lokasi lain.

Karena itu, instruksi penataan di Wawondula layak dibaca sebagai kebijakan ekonomi, bukan sekadar kebersihan. Fasilitas yang rapi memperpanjang waktu orang tinggal, memperbesar peluang transaksi, dan membuat pedagang bertahan lebih lama di tempat yang sama.

Tata Atur
Iklan

Kawasan Wawondula sendiri berada di Kecamatan Towuti, salah satu wilayah dengan aktivitas ekonomi cukup padat di Luwu Timur bagian selatan. Pasar Wawondula adalah simpul perdagangan harian bagi warga sekitar, sementara Masjid Al-Musafir menjadi titik pertemuan warga pada waktu-waktu tertentu.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Apa yang Diinstruksikan Bupati

Ada beberapa arahan yang disampaikan dalam peninjauan tersebut. Pertama, Satpol PP diminta membersihkan kawasan pujasera. Kedua, Camat Towuti diminta membenahi halaman pujasera agar tampak lebih rapi dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang. Ketiga, pedagang yang berjualan di sekitar area masjid diarahkan berpindah ke kawasan pujasera yang sudah disiapkan pemerintah daerah.

“Jadi mulai besok, sudah dilakukan pembersihan di area tersebut,” kata Irwan saat memberikan arahan.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pemerintah daerah menargetkan pekerjaan cepat, bukan kajian panjang. Namun belum ada keterangan resmi soal berapa lama penataan berlangsung, berapa pedagang yang akan dipindahkan, dan bagaimana mekanisme penempatan lapak di dalam pujasera.

Kenapa Pemindahan Pedagang Perlu Hati-hati

Mengarahkan pedagang berpindah lokasi selalu punya risiko. Pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di sekitar masjid biasanya sudah punya pelanggan tetap yang datang ke titik itu. Kalau lokasi baru tidak cukup terlihat, penjualan bisa turun walaupun tempatnya lebih rapi.

Karena itu, keberhasilan penataan bergantung pada dua hal yang tidak selalu muncul dalam instruksi: sosialisasi yang jelas kepada pedagang dan kepastian bahwa lokasi baru benar-benar bisa menampung mereka. Daya tampung yang disebut bupati perlu diperluas justru karena jumlah pedagang di sekitar kawasan itu lebih banyak daripada kapasitas pujasera saat ini.

Selain itu, kebersihan kawasan perlu dijaga setelah pembersihan pertama. Tanpa pengelolaan rutin, kondisi kumuh biasanya kembali dalam hitungan bulan. Di sinilah peran pemerintah kecamatan dan pengelola pujasera menjadi kunci.

Bukan Program Tunggal

Penataan pujasera berjalan bersamaan dengan agenda lain di Kecamatan Towuti. Pada hari yang sama, bupati juga memantau pembangunan Gereja Toraja Betesda Towuti yang pekerjaannya dilaporkan mencapai sekitar 80 persen. Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan rumah ibadah tersebut siap digunakan masyarakat.

Dua agenda itu menunjukkan pola kerja yang sama: pemerintah daerah turun langsung ke titik-titik yang bersinggungan dengan kehidupan harian warga, bukan hanya menerima laporan di kantor. Bagi warga Towuti, hasil akhirnya yang menentukan, apakah kawasan usaha benar-benar tertata dan rumah ibadah benar-benar selesai sesuai target.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga