Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Berita Luwu Timur: KDMP Sorowako Disebut Terindah Dunia

18 Oktober 2026 • Admin • 32 kali dibaca
Kunjungan Menteri Koperasi ke gerai Koperasi Desa Merah Putih Sorowako yang menghadap Danau Matano
Gambar: Dok. Patikala.com (kunjungan Menteri Koperasi ke KDMP Sorowako, Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sorowako mendapat pujian karena lokasinya yang menghadap langsung ke Danau Matano. Pujian itu disampaikan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam saat membuka Seminar Perkoperasian dalam rangkaian Pekan Expo K-UMKM Sulawesi Selatan 2026 di Gedung Ontae Luwu, Sorowako, Kamis (8/10/2026).

Menurut Bupati, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyebut gerai tersebut sebagai salah satu koperasi terindah di dunia ketika meletakkan batu pertama pembangunan pada 13 Januari 2026. Kesan itu muncul karena bangunan koperasi berdiri di kawasan Villa Sumasang dengan panorama danau sebagai latar.

Koperasi dengan Panorama Danau Matano

KDMP Sorowako berada di sisi jalan kawasan Villa Sumasang. Dari lokasi itu, pengunjung dapat melihat Danau Matano secara langsung. Posisi seperti ini jarang dimiliki gerai koperasi desa, yang umumnya berdiri di pusat permukiman atau dekat pasar.

Bupati menggambarkan lokasi tersebut dengan sederhana. “Kalau Ibu berkeliling ke arah vila di Sumasang, bangunan itu ada di sisi kanan jalan, terlihat jelas. Mengapa dikatakan terindah? Mungkin karena pemandangannya, kita menghadap langsung ke Danau Matano,” tuturnya seperti dikutip Patikala.com.

Tata Atur
Iklan

Selain berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi warga, gerai itu dipandang memiliki nilai tambah karena berpadu dengan lanskap alam. Koperasi tidak hanya menjual barang, tetapi juga menjadi bagian dari wajah kawasan wisata.

Cerita batu pertama 13 Januari 2026

Peletakan batu pertama pada 13 Januari 2026 menjadi titik awal pembangunan gerai. Dalam kesempatan itu, Pangdam menyampaikan penilaiannya tentang potensi lokasi. Penilaian tersebut kemudian dikutip Bupati dalam seminar perkoperasian delapan bulan kemudian.

“Beliau menyebutkan bahwa salah satu koperasi terindah di dunia adalah Koperasi Merah Putih Desa Sorowako,” ujar Irwan.

Pujian semacam itu bukan jaminan keberhasilan usaha. Koperasi tetap dituntut menjalankan fungsi ekonominya: menyediakan kebutuhan warga, menampung produk lokal, dan memberi manfaat bagi anggota.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Seminar Perkoperasian di Ontae Luwu

Seminar yang digelar di Gedung Ontae Luwu menghadirkan narasumber dari Kementerian Koperasi, akademisi, pemerintah daerah, Bulog, dan pengelola koperasi PT Vale Indonesia. Forum itu menjadi ruang berbagi gagasan tentang penguatan koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Dalam rangkaian Pekan Expo K-UMKM Sulawesi Selatan 2026, keberadaan koperasi ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem usaha daerah. Expo menampilkan produk UMKM, sementara seminar membahas kelembagaan yang menopang usaha tersebut.

Kombinasi keduanya penting. Produk yang bagus tidak otomatis terjual jika tidak ada kelembagaan yang mengelola pasokan, kualitas, dan pemasaran. Di sisi lain, koperasi tanpa produk yang kompetitif akan sulit bertahan.

Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi Desa

Koperasi desa berperan pada lapisan ekonomi yang paling dekat dengan warga. Fungsinya antara lain menyediakan barang kebutuhan dengan harga wajar, membeli hasil pertanian atau kerajinan, serta memberi akses permodalan bagi anggota.

Di kawasan seperti Sorowako, tantangannya khas. Warga hidup berdampingan dengan aktivitas industri besar, sehingga pola konsumsi dan peluang usaha berbeda dari desa agraris. Koperasi perlu menyesuaikan layanan agar tidak kalah dari toko swasta.

Selain itu, koperasi desa menghadapi persoalan tata kelola: pembukuan, pembagian sisa hasil usaha, dan pengawasan anggota. Tanpa tata kelola yang rapi, kepercayaan anggota menurun dan kegiatan usaha melemah.

Belajar dari gerai yang menghadap danau

Lokasi yang menarik memberi keuntungan awal berupa kunjungan. Namun, kunjungan tidak otomatis menjadi pembelian. Gerai perlu menawarkan produk yang dibutuhkan warga sekitar, bukan hanya barang untuk tamu.

Yang bisa dipelajari dari KDMP Sorowako adalah cara memadukan fungsi ekonomi dan identitas lokal. Jika dikelola serius, gerai seperti ini dapat menjadi titik penjualan produk desa sekaligus ruang promosi potensi daerah.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga