Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Bangun Jembatan dari Sedotan, Tim ButtaCorp Asah Kekompakan

18 Oktober 2026 • Admin • 29 kali dibaca
Peserta capacity building ButtaCorp membangun jembatan dari sedotan
Dokumentasi ButtaCorp
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MAKASSAR – Hari kedua capacity building ButtaCorp diisi dengan tantangan yang terlihat sederhana: membangun jembatan dari sedotan. Para peserta dibagi ke dalam kelompok, lalu diminta menyusun rangkaian sedotan menjadi bentang yang mampu menopang beban.

Tidak ada alat khusus yang disediakan. Yang tersedia hanya sedotan, waktu terbatas, dan kesepakatan yang harus dibangun cepat di dalam tim. Dari situ, persoalan sebenarnya muncul: siapa mengerjakan bagian mana, bagaimana rancangan disepakati, dan apa yang dilakukan ketika bagian yang sudah dibuat ternyata tidak menyambung.

Kegiatan berlangsung menyenangkan dan penuh energi positif. Peserta saling melempar ide, tertawa ketika rancangan gagal berdiri, lalu menyusun ulang dengan pendekatan berbeda. Namun di balik suasana ringan itu, ada keterampilan yang sedang dilatih: kekompakan dan intuisi tim.

Tantangan sederhana, ujian kerja sama

Membangun jembatan dari sedotan bukan pekerjaan teknis yang rumit. Justru karena sederhana, seluruh proses bergantung pada kerja sama. Setiap orang bisa memegang sedotan, tetapi hasil akhirnya hanya berdiri kalau ada pembagian tugas yang jelas.

Tata Atur
Iklan

Pada menit-menit awal, hampir semua kelompok menghadapi persoalan yang sama: terlalu banyak orang ingin menentukan bentuk, sementara waktu terus berjalan. Kelompok yang cepat berhasil adalah mereka yang lebih dulu menyepakati rancangan, lalu membagi pekerjaan sesuai kemampuan anggotanya.

Di sinilah nilai latihan itu terasa. Dalam pekerjaan sehari-hari, persoalan serupa muncul dalam bentuk lain: rapat yang berlarut tanpa keputusan, pekerjaan yang saling menunggu, atau instruksi yang dipahami berbeda oleh tiap bagian. Permainan sedotan menghadirkan persoalan itu dalam skala kecil, dengan risiko yang aman untuk dicoba dan diperbaiki.

Karena tidak ada satu jawaban benar, setiap kelompok bebas menentukan pendekatannya sendiri. Ada yang memilih struktur banyak kaki, ada yang memilih bentang tunggal yang diperkuat. Perbedaan itu justru memperkaya diskusi saat sesi berbagi di akhir permainan.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Melatih kekompakan dan intuisi

Kekompakan bukan berarti semua orang berpikir sama. Dalam tantangan ini, kekompakan berarti anggota tim mampu menyesuaikan diri dengan keputusan bersama, meski idenya berbeda. Sementara intuisi berarti kemampuan membaca situasi dengan cepat: kapan harus menahan diri, kapan harus mengambil alih, dan kapan harus mengubah cara kerja.

Kedua hal itu sulit diajarkan lewat ceramah. Ia lebih mudah tumbuh lewat pengalaman langsung, terutama ketika peserta dibuat menghadapi tekanan waktu dan hasil yang terlihat secara nyata. Rancangan yang gagal berdiri memberi umpan balik instan, tanpa perlu penjelasan panjang.

Beberapa kelompok memilih memperkuat sambungan dengan lipatan, sebagian memilih memperbanyak titik tumpu, dan ada yang memulai ulang dari nol setelah melihat kekurangan rancangan pertama. Semua pilihan itu sah. Yang dinilai bukan keseragaman metode, melainkan kemampuan tim menyelesaikan pekerjaan bersama.

Suasana yang menghidupkan energi

Sepanjang kegiatan, ruangan dipenuhi tawa dan sorakan kecil setiap kali sebuah jembatan berhasil menopang beban, atau runtuh tepat sebelum waktu habis. Peserta saling memberi masukan, kadang dengan nada bercanda, kadang dengan saran teknis yang serius.

Energi positif semacam ini bukan hal kecil dalam sebuah organisasi. Tim yang terbiasa bekerja dengan suasana tegang cenderung menahan pendapat dan menghindari risiko. Sebaliknya, tim yang nyaman berdiskusi lebih cepat menemukan solusi karena orang berani menyampaikan gagasan.

Yang perlu dicatat, suasana menyenangkan tidak berarti pekerjaan menjadi main-main. Justru karena peserta merasa aman untuk mencoba, mereka lebih jujur menilai kekurangan rancangannya sendiri dan lebih terbuka menerima koreksi dari rekan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga