Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Luwu Timur: Konsentrasi SO2 Tertinggi di Sulawesi Selatan

3 September 2026 • Admin
Peta konsentrasi SO2 di Luwu Timur yang dirilis BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan
Gambar: Luwuraya.com (dok. BMKG)

LUWU TIMUR — Konsentrasi sulfur dioksida (SO2) di Kabupaten Luwu Timur tercatat paling tinggi dibandingkan wilayah lain di Sulawesi Selatan selama Agustus 2026. Data tersebut ditampilkan BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan dalam informasi kualitas udara SO2 Provinsi Sulawesi Selatan untuk periode Agustus 2026. Temuan ini menjadi salah satu informasi lingkungan yang perlu dibaca dengan cermat, terutama karena menyangkut udara yang dihirup warga setiap hari.

Dalam peta yang dirilis BMKG, konsentrasi SO2 di Sulawesi Selatan secara umum berada pada kisaran 20 hingga 700 mikromol per meter persegi. Luwu Timur menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi, yakni mencapai 645 mikromol per meter persegi. Angka itu berada di ujung atas rentang provinsi pada periode pemantauan tersebut.

Luwu Timur Catat Konsentrasi SO2 Tertinggi di Sulsel

Data yang dipublikasikan BMKG bersumber dari Sentinel-5P OFFL SO2 dengan resolusi spasial sekitar 3,5 x 5,5 kilometer. Pemantauan berbasis satelit seperti ini memungkinkan pengamatan menyeluruh pada wilayah yang luas, termasuk daerah yang tidak memiliki stasiun pengukuran udara di permukaan.

Menurut penjelasan yang disertakan dalam informasi tersebut, angka 645 mikromol per meter persegi menunjukkan adanya konsentrasi SO2 yang relatif tinggi dalam kolom atmosfer yang terdeteksi satelit. Temuan itu menempatkan Luwu Timur sebagai wilayah dengan nilai konsentrasi SO2 paling tinggi dalam pemetaan BMKG untuk periode Agustus 2026.

Rentang Provinsi 20 hingga 700 Mikromol

Rentang 20 hingga 700 mikromol per meter persegi memperlihatkan bahwa sebaran SO2 di Sulawesi Selatan tidak seragam. Sebagian wilayah berada di bagian bawah rentang, sementara wilayah lain mendekati nilai tertinggi. Luwu Timur berada pada posisi tertinggi dalam pemetaan tersebut.

Pemetaan semacam ini biasanya dipakai sebagai informasi awal untuk melihat pola sebaran, bukan untuk menetapkan status kualitas udara harian di satu titik. Karena itu, pembacaan datanya perlu disertai pemahaman soal metode pengukuran yang digunakan.

Membaca Data Sentinel-5P: Kolom Atmosfer, Bukan ISPU

BMKG menegaskan bahwa angka tersebut tidak serta-merta dapat disebut sebagai kategori kualitas udara terburuk atau langsung disamakan dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Dua hal itu berbeda: satu menggambarkan konsentrasi dalam kolom atmosfer, satu lagi menggambarkan kualitas udara yang diukur pada permukaan.

Dengan sumber data berbasis satelit, angka tersebut juga perlu dibaca sesuai konteks metode pengukurannya. Data Sentinel-5P digunakan untuk memantau komposisi atmosfer, sehingga tidak dapat langsung diperlakukan sebagai hasil pengukuran kualitas udara di permukaan pada satu titik tertentu.

Arti Resolusi Spasial 3,5 x 5,5 Kilometer

Resolusi spasial sekitar 3,5 x 5,5 kilometer berarti satu nilai pada peta mewakili area yang cukup luas. Nilai itu merupakan rata-rata kondisi pada petak wilayah tersebut, bukan angka tunggal untuk satu titik seperti halaman kantor atau sekolah tertentu.

Karena sifatnya itu, data satelit sangat berguna untuk melihat kecenderungan wilayah, tetapi tidak dirancang untuk menentukan apakah udara di satu lokasi aman atau tidak pada jam tertentu. Untuk keperluan itu dibutuhkan pengukuran di permukaan dengan alat pemantau kualitas udara.

Apa Itu SO2 dan dari Mana Sumbernya

SO2 merupakan salah satu jenis sulfur oksida yang dapat terbentuk dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur. BMKG menjelaskan, sumbernya antara lain pembangkit listrik, kendaraan berbahan bakar diesel, serta aktivitas industri yang menggunakan batu bara atau minyak.

Gas ini tidak berwarna dan memiliki bau menyengat pada konsentrasi tertentu. Keberadaannya di udara menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan, terutama pada kelompok yang paling sensitif.

Kelompok Paling Rentan Terpapar

Paparan SO2 juga dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan kesulitan bernapas. Kelompok yang disebut paling sensitif adalah penderita asma, anak-anak, dan lanjut usia. Ketiganya perlu perhatian lebih ketika kondisi kualitas udara menurun.

Untuk warga yang memiliki anggota keluarga termasuk kelompok rentan, pemantauan informasi kualitas udara menjadi langkah sederhana yang bermanfaat. Penyesuaian aktivitas, seperti menunda kegiatan luar ruangan, bisa menjadi pilihan ketika kondisi udara memburuk.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga