Viral nusantara hari ini kembali diisi bencana besar di kawasan Asia Timur. Topan Champi memaksa Taiwan menutup sekolah dan kantor di hampir seluruh wilayah. Hampir 1.000 penerbangan dibatalkan dan ratusan orang dilaporkan terluka. Badai ini sempat menjadi topan terkuat di dunia tahun ini sebelum melemah saat mendekati daratan.
Viral Nusantara: Topan Champi Tutup Taiwan
Champi mendekati pantai timur laut Taiwan pada Jumat, 23 Oktober 2026. Pusat badai diperkirakan melintas di lepas pantai, bukan tepat di atas pulau. Namun radius anginnya sekitar 320 kilometer, cukup untuk mencakup sebagian besar Taiwan.
Pemerintah menangguhkan kerja dan sekolah di hampir seluruh 22 kabupaten dan kota. Hanya Kabupaten Kinmen, gugusan pulau di sebelah barat, yang tetap beraktivitas normal. Bursa saham Taiwan yang bernilai triliunan dolar juga menghentikan perdagangan sehari.
Otoritas meteorologi memperkirakan hujan mencapai 90 sentimeter di wilayah pegunungan utara hingga Sabtu. Warga diminta menjauhi pantai dan lereng gunung. Peringatan serupa dikeluarkan untuk wilayah pesisir yang rawan longsor.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Hampir 1.000 Penerbangan Dibatalkan
Kementerian Transportasi Taiwan membatalkan seluruh 262 penerbangan domestik pada Jumat. Lebih dari 660 penerbangan internasional juga dibatalkan. Angka itu dilaporkan berbeda sedikit antarmedia, antara 660 dan 717 penerbangan internasional.
BBC mencatat ratusan penerbangan di kawasan Asia Timur terdampak, termasuk di Jepang. Di Okinawa, lebih dari 160 penerbangan dibatalkan oleh empat maskapai Jepang. Layanan feri dan sebagian jalur kereta juga dihentikan sementara.
Laporan NBC News menyebut semua penerbangan domestik dibatalkan, bersama 717 penerbangan internasional. Perbedaan angka itu wajar karena penghitungan dilakukan pada jam berbeda. Kompas menulis hampir 1.000 penerbangan dibatalkan di Taiwan dan Jepang.
Korban dan Evakuasi
Satu orang dilaporkan meninggal setelah terseret ombak di Liuqiu, pulau kecil di lepas pantai tenggara Taiwan. Korban tidak disebutkan identitasnya. Otoritas setempat menyatakan korban terlempar saat gelombang tinggi menghantam kawasan pantai.
Jumlah korban luka berbeda antarsumber. BBC menulis 171 orang terluka, sementara NBC melaporkan 94 orang. Associated Press mencatat lebih dari 170 orang terluka. Data ini masih berkembang dan bisa berubah seiring laporan masuk.
Jumlah pengungsi juga bervariasi. BBC menyebut 1.000 orang mengungsi, NBC sekitar 1.300 orang, dan AP lebih dari 2.600 orang dari daerah pegunungan rawan. Perbedaan itu membuat angka pasti korban dan pengungsi belum bisa ditetapkan.
Jepang dan Filipina Ikut Terdampak
Di Jepang selatan, hampir 8.400 rumah di Prefektur Okinawa kehilangan listrik. Di Pulau Ishigaki, sekitar 2.000 rumah dilaporkan padam. Seorang warga terluka dan puluhan penerbangan dari Miyako, Ishigaki, serta Okinawa dibatalkan.
Champi tercatat sebagai topan ke-30 yang menerjang Jepang tahun ini. Ini pertama kali sejak 2013 Jepang mengalami jumlah topan sebanyak itu. Para ahli menghubungkan frekuensi tinggi dengan El Nino yang kuat di Samudra Pasifik.
Di Filipina, Penjaga Pantai melarang kapal dan feri berlayar di perairan utara. Bandara utama di Batanes ditutup dan dua penerbangan lokal dibatalkan. Sekitar 200 orang di Provinsi Cagayan dievakuasi sebagai langkah pencegahan.
Kekuatan Champi dari Super Topan ke Badai Melemah
Awal pekan ini Champi mencapai kecepatan angin berkelanjutan 298 kilometer per jam. Angka itu setara badai Kategori 5 dan menjadikannya badai terkuat di dunia sejauh 2026. Statusnya saat itu adalah super topan.
Saat mendekati Taiwan, kecepatannya turun menjadi sekitar 155 kilometer per jam. Meski melemah, hembusan angin masih mencapai 191 kilometer per jam pada Jumat sore. Kekuatan sebesar itu tetap mampu merobohkan pohon dan merusak atap.
Pelemahan terjadi karena badai bergerak ke perairan yang lebih dingin dan kehilangan sebagian sumber energinya. Namun hujan tetap menjadi ancaman utama. Tanah yang jenuh air meningkatkan risiko longsor di daerah perbukitan.


