Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: China Pangkas Produksi Nikel IMIP

25 Oktober 2026 • zul • 37 kali dibaca
Ilustrasi kawasan industri nikel Morowali Industrial Park di Sulawesi Tengah
Kementerian PUPR Republik Indonesia, public domain, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Tambang nasional kembali jadi sorotan setelah tiga sumber yang mengetahui pembicaraan menyebut produsen nikel asal China membahas pemangkasan produksi bersama di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Rencana itu menyasar produk setengah jadi nikel dengan potongan besar, meski besaran dan durasinya belum diputuskan. Harga nikel di London Metal Exchange sempat naik 3,7 persen pada Rabu setelah kabar tersebut beredar.

Tambang Nasional: Apa yang Beredar Pekan Ini

Kabar pertama datang dari Bloomberg yang melaporkan rencana pertemuan produsen pada Selasa. Reuters kemudian mengutip tiga sumber yang menyebut perusahaan sedang menimbang pemotongan produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) hingga separuh kapasitas. Dua sumber lain menyebut pemangkasan nickel pig iron (NPI) sebesar 20 persen juga masuk pembahasan.

MHP adalah produk antara untuk bahan kimia baterai kendaraan listrik. NPI adalah bahan baku utama baja nirkarat. Keduanya merupakan produk setengah jadi yang paling banyak dihasilkan smelter di Sulawesi.

Bloomberg Technoz mengutip riset Shanghai Metals Market (SMM) yang mencatat rumor pemangkasan terkoordinasi mulai beredar di pasar pada 21 Oktober. Rumor itu menyebut potongan 50 persen untuk MHP, 50 persen untuk nickel matte, dan 20 persen untuk NPI.

Tata Atur
Iklan

SMM sendiri menegaskan besaran pasti pengurangan belum dikonfirmasi ke perusahaan smelter maupun otoritas terkait. Artinya, angka-angka itu masih berstatus rencana yang beredar, bukan keputusan resmi yang berlaku.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Siapa Saja Perusahaan yang Disebut

Reuters menyebut nama Tsingshan, Huayou Cobalt, CNGR Advanced Material, Lygend Resources, dan GEM sebagai perusahaan yang terlibat pembicaraan. Semua sumber berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas perkara itu secara terbuka.

Perusahaan-perusahaan tersebut belum memberi komentar saat berita pertama kali terbit. Hingga Minggu pagi, belum ada pernyataan resmi yang membenarkan atau membantah rencana pemangkasan bersama.

Direktur Pelaksana Nickel Industries, Justin Werner, memberi keterangan paling gamblang. Kepada analis dalam panggilan kinerja, ia menyatakan akan ada pengurangan terkoordinasi di seluruh operasi di dalam IMIP.

Nickel Industries memiliki 10 persen saham proyek Huayue Nickel Cobalt bersama Huayou di IMIP. Tsingshan Group tercatat sebagai pemegang saham utama perusahaan yang berkantor di Australia itu. IDNFinancials mengutip pernyataan Werner secara panjang dalam laporannya.

Angka Pasokan yang Bisa Hilang

SMM menghitung, bila pemangkasan terealisasi, pasokan MHP bisa berkurang sampai 18.000 metrik ton nikel per bulan. Nickel matte berkurang sekitar 7.900 metrik ton nikel per bulan dari level saat ini.

Untuk NPI, pengurangan diperkirakan melewati 20.000 metrik ton nikel per bulan. Angka itu belum memasukkan efek berantai pada smelter yang memasok bahan baku ke pabrik baja nirkarat di China dan Indonesia.

Hitungan tersebut bergantung pada asumsi kapasitas berjalan tiap smelter. SMM menegaskan angka itu belum diverifikasi ke perusahaan, sehingga sebaiknya dibaca sebagai perkiraan awal, bukan proyeksi resmi.

Bagi pasar, selisih sekecil apa pun tetap berarti. Indonesia memasok sekitar dua pertiga produksi nikel dunia pada 2025 menurut Survei Geologi Amerika Serikat, sehingga perubahan pasokan di Morowali langsung terasa di harga global.

Mengapa Pemangkasan Terjadi

Tekanan datang dari harga yang melemah dan biaya yang naik. Reuters menyebut produsen menghadapi harga nikel yang jatuh, kelangkaan belerang, serta kuota penambangan bijih yang lebih ketat dari pemerintah.

Werner menambahkan, perusahaan yang tidak terintegrasi akan paling terdampak. Operasi tanpa tambang sendiri harus membeli bijih dengan harga yang tidak lagi sepadan dengan harga jual produk setengah jadi.

Nickel Industries sendiri telah memangkas produksi NPI di Indonesia menjadi 75 persen kapasitas bulan ini. Perusahaan juga menunda percepatan satu proyek nikel dan kobalt karena curah hujan rendah yang dikaitkan dengan El Nino.

Keputusan bersama juga dilihat sebagai cara menahan harga. Ketika banyak smelter memangkas output pada waktu yang sama, pasokan mengetat dan harga berpeluang naik dalam beberapa pekan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga