Viral hari ini di media sosial: sebuah mobil listrik BYD menabrak empat mobil dan melindas seorang pengemudi ojek online di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Oktober 2026 sore. Korban mengalami patah tulang kaki kiri dan dirawat di RS Fatmawati. Polisi menyatakan penyebab kecelakaan masih diselidiki dan pengemudi sudah menjalani tes urine serta tes alkohol.
Viral Hari Ini: Kronologi Menurut Polisi
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.48 WIB. Mobil BYD bernomor polisi B-1220-KDP melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru.
Menurut Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, mobil itu menabrak Honda Brio yang melaju searah di depannya. detikcom mengutip keterangan polisi tersebut.
Mobil kemudian oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai pengemudi ojek online. Setelah itu, mobil menabrak Wuling yang berhenti di sisi kiri jalan.
Mobil lalu naik ke trotoar dan menabrak dua kendaraan yang sedang parkir di depan hotel. Polisi menyebut lima kendaraan lain terlibat, terdiri dari empat mobil dan satu sepeda motor.
Urutan kejadian menunjukkan kendali mobil hilang setelah benturan pertama. Polisi belum menjelaskan apakah ada upaya pengereman sebelum tabrakan pertama terjadi, dan itu menjadi salah satu hal yang menunggu hasil penyelidikan.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Kendaraan yang Terlibat
Empat mobil yang ditabrak adalah Honda Brio, Wuling, Honda Mobilio, dan Toyota Navi. Satu sepeda motor Honda Beat dikendarai korban yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Dua mobil terakhir dalam urutan kejadian sedang parkir di depan hotel. Karena itu, kerusakan pada keduanya terjadi setelah mobil utama naik ke trotoar.
Mobil BYD diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan. Langkah itu dilakukan agar pemeriksaan teknis kendaraan bisa dilakukan penyidik.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi soal jenis dan tingkat kerusakan masing masing kendaraan. Foto yang beredar di media sosial tidak bisa dijadikan dasar penilaian kerugian.
Kondisi Korban
Korban mengalami patah tulang kaki kiri dan luka lecet. Ia dilarikan ke RS Fatmawati untuk mendapatkan perawatan medis setelah kejadian.
Polisi tidak merinci kondisi korban lebih jauh. Identitas korban juga tidak dipublikasikan dalam artikel ini sesuai kebijakan redaksi yang melindungi privasi orang yang dirugikan.
Pengemudi ojek online menjadi pihak yang paling rentan dalam kecelakaan seperti ini. Mereka bekerja di ruang jalan terbuka tanpa pelindung fisik yang memadai.
Sampai Minggu pagi, belum ada keterangan tentang perkembangan kondisi korban setelah perawatan awal. Rumah sakit juga tidak merilis informasi terbuka soal hal itu.
Hasil Tes Pengemudi
Polisi menyatakan pengemudi mobil listrik sudah menjalani tes urine dan tes alkohol. Hasilnya negatif untuk keduanya, menurut Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto.
Kompas.com mengutip pernyataan itu pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dengan hasil tersebut, pengemudi tidak berada di bawah pengaruh narkoba atau alkohol saat kejadian.
Namun hasil tes negatif tidak otomatis menjelaskan penyebab kecelakaan. Penyidik masih mendalami faktor lain, termasuk konsentrasi pengemudi dan kondisi teknis kendaraan.
Polisi menyebut dugaan sementara penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Belum ada tersangka yang diumumkan dalam perkara ini.
Status Hukum dan Proses Penyidikan
Sejumlah pemberitaan menyebut pengemudi ditahan setelah kejadian. Tribunnews melaporkan penahanan itu dengan merujuk keterangan kepolisian setempat.
Dalam kecelakaan lalu lintas, penahanan biasanya berkaitan dengan proses penyidikan, bukan berarti kesalahan sudah terbukti. Status hukum pengemudi masih berjalan sesuai prosedur.
Penyidik akan memeriksa saksi, merekayasa ulang lokasi kejadian, dan menilai rekaman kamera pengawas bila tersedia. Hasil pemeriksaan teknis kendaraan juga menjadi bagian penting.
Artikel ini tidak menuliskan nama maupun inisial pengemudi dan korban. Keduanya bukan tokoh publik, dan proses hukum masih berjalan.


