Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
SUARALUTIM.COM, MALILI — Pariwisata lutim tidak hanya bergerak lewat unggahan media sosial dan poster di ruang publik. Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparmudora) Kabupaten Luwu Timur menempuh jalur yang lebih terstruktur: mendampingi langsung agen perjalanan yang membawa rombongan wisatawan ke destinasi unggulan daerah. Salah satu catatan resmi soal cara kerja itu terlihat pada kunjungan El’s Queen Wisata Tour ke Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawerigading Wallacea, Sorowako, Sabtu (18/7/2026).
Pendampingan dilakukan Bidang Ekonomi Kreatif Disparmudora. Tujuannya dua: memastikan pelayanan bagi pelaku industri kreatif dan agensi perjalanan berjalan baik, sekaligus menyelaraskan potensi wisata daerah dengan ekosistem ekonomi kreatif yang tumbuh di sekitarnya.
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan pariwisata lutim, langkah itu penting karena menyentuh sisi yang jarang dibahas: bagaimana orang sampai ke Luwu Timur, bukan hanya ke mana mereka pergi setelah tiba.
Pariwisata Lutim dan Jalur Distribusi Wisatawan
Di daerah yang jaraknya cukup jauh dari pusat provinsi, keputusan berkunjung hampir selalu melewati satu pihak perantara: agen perjalanan, komunitas, atau penyelenggara rombongan. Merekalah yang menyusun urutan kunjungan, menghitung waktu tempuh, memilih penginapan, dan menentukan berapa lama rombongan berhenti di satu titik.
Karena itu, Disparmudora menempatkan pendampingan agen sebagai bagian dari promosi. Kepala Dinas Parmudora Luwu Timur menyebut kolaborasi dengan pelaku industri kreatif dan agen perjalanan sebagai kunci memperkenalkan destinasi ke khalayak lebih luas. Dalam laporan resmi dinas itu, disebutkan bahwa promosi destinasi berbasis lingkungan atau ekowisata di Bumi Batara Guru diharapkan semakin masif dan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.
Hal yang sama muncul saat Disparmudora menerima kunjungan tour perdana “Group Happy Bersama” yang digelar bersama El’s Queen Wisata. Dalam forum itu, dinas menyerahkan Booklet Wisata Daerah kepada pihak agen. Booklet tersebut memuat informasi objek wisata, daya tarik kebudayaan, hingga fasilitas pendukung yang bisa dipakai menyusun paket perjalanan.
Booklet sebagai Bahan Menyusun Paket
Booklet terlihat sederhana, tetapi fungsinya praktis. Agen perjalanan biasanya bekerja dengan daftar titik yang sudah punya perkiraan waktu tempuh dan jenis aktivitas. Tanpa rujukan resmi, mereka cenderung memilih destinasi yang sudah populer saja, sehingga kawasan lain tidak pernah masuk itinerary.
Dengan booklet, titik-titik yang jarang dilirik bisa ikut dipertimbangkan. Menurut keterangan Disparmudora, booklet itu juga menjadi acuan bagi agen untuk menyusun paket-paket wisata berikutnya, termasuk kunjungan yang menekankan sisi edukasi lingkungan.
Rute Tiga Titik yang Sudah Diuji Rombongan
Paket “Explore Danau Matano” yang dijalankan bersama Group Happy Bersama memberi gambaran bagaimana sebuah kunjungan dirangkai. Disparmudora mencatat tiga titik utama dalam rute itu, dan ketiganya mewakili karakter berbeda.
- Mata Air Bura-Bura. Titik ini dikenal karena fenomena mata air yang muncul dari dasar perairan dengan gelembung-gelembung khas. Suasana sekitarnya asri dan sejuk, cocok untuk pemberhentian pertama sebelum rombongan masuk ke aktivitas yang lebih banyak bergerak.
- Laa Waa River Park. Di sini rombongan mencoba wahana air: kayak, meluncur memakai ban di aliran sungai, hingga berenang. Karakter kawasan ini lebih aktif, sehingga biasanya menyita waktu paling lama dalam satu hari perjalanan.
- Goa Air. Penutup rangkaian. Rombongan menyusuri celah goa dengan perahu, melihat stalaktit dan stalagmit, dengan air danau berwarna biru kehijauan sebagai latar. Aksesnya menuntut sedikit jiwa petualang dan sangat bergantung pada kondisi cuaca serta arahan pemandu.
Kombinasi tiga titik itu memperlihatkan pola yang bisa ditiru agen lain: satu titik tenang, satu titik beraktivitas, lalu satu titik eksplorasi. Pola semacam ini menjaga ritme rombongan, terutama bila pesertanya keluarga campuran usia.


