Viral hari ini di jagat teknologi: pemegang hak cipta atas lagu lagu Elvis Presley menggugat Anthropic, perusahaan pengembang Claude, ke pengadilan federal Amerika Serikat. Gugatan didaftarkan pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Wilayah California Utara. Para penggugat menuduh Anthropic memakai komposisi musik milik sang legenda tanpa izin untuk melatih sistem kecerdasan buatannya. Kabar itu menyebar cepat karena menyentuh dua hal sekaligus, yaitu warisan musik dunia dan masa depan aturan hak cipta bagi model bahasa.
Viral Hari Ini: Gugatan Masuk ke Pengadilan Federal
Gugatan terdaftar dengan nomor perkara 5:26-cv-12473. Berkas itu menyebut 274 komposisi Elvis Presley sebagai objek sengketa. Kuasa hukum penggugat adalah Richard Busch, yang juga menangani sejumlah perkara hak cipta musik terhadap perusahaan kecerdasan buatan. Informasi nomor perkara dan susunan penggugat dilaporkan Los Angeles Times serta media musik The Needle Drop.
Dalam berkas gugatan, para penggugat menyebut Anthropic membangun model bisnisnya di atas pelanggaran hak cipta dalam skala yang belum pernah terjadi. Kalimat itu dikutip langsung dari dokumen pengadilan. Mereka juga menyatakan bahwa perusahaan tersebut mengambil karya tanpa membayar apa pun kepada pemegang hak. Tudingan itu menjadi dasar utama tuntutan ganti rugi.
Hingga berita ini disusun, Anthropic sudah memberi tanggapan resmi. Juru bicara perusahaan menyatakan pihaknya tidak sependapat dengan tuntutan tersebut dan akan membela diri sepenuhnya. Pernyataan itu dikutip Los Angeles Times pada Minggu, 25 Oktober 2026. Sikap tersebut menandakan perkara akan berjalan panjang dan kemungkinan berlanjut ke tahap pembuktian ahli.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Siapa Penggugat dan Lagu Apa yang Dipersoalkan
Penggugat utama adalah ABG EPE IP LLC, unit usaha Authentic Brands Group yang mengelola hak atas nama, citra, dan karya Elvis Presley. Penggugat lain mencakup Abilene Music, Raleigh Music Publishing, sejumlah trust keluarga Aberbach, dan Luigi Creatore Trust. Luigi Creatore adalah salah satu penulis lagu Can’t Help Falling in Love. Dengan komposisi penggugat seperti itu, perkara ini melibatkan pemilik hak dari beberapa lapis kepentingan.
Beberapa lagu yang disebut dalam gugatan adalah Can’t Help Falling in Love, A Little Less Conversation, Don’t Be Cruel, All Shook Up, Return to Sender, dan (You’re the) Devil in Disguise. Semuanya termasuk katalog paling dikenal dalam musik pop abad ke-20. Daftar lengkap 274 karya tercantum dalam lampiran gugatan. Ringkasan isi gugatan juga diberitakan kantor berita ANTARA.
Para penggugat menilai katalog tersebut termasuk karya paling berharga dalam sejarah musik. Karena itu, mereka menyatakan akan melindungi hak eksklusif secara ketat. Dalam dokumen gugatan, mereka menyebut tindakan Anthropic berpotensi menggerus nilai karya dalam hitungan beberapa tahun. Argumen itu menjadi dasar permintaan injeksi permanen.
Tiga Dasar Gugatan yang Diajukan
Gugatan memuat tiga jenis tuntutan hukum. Pertama, pelanggaran hak cipta langsung atas 274 komposisi. Kedua, penghindaran upaya perlindungan teknologi yang diatur Pasal 1201 Undang-Undang Hak Cipta Amerika Serikat. Ketiga, penghapusan atau perubahan informasi manajemen hak cipta yang diatur Pasal 1202. Dua tuntutan terakhir melangkah lebih jauh dari sekadar persoalan pelatihan model.
Pada tuntutan kedua, penggugat menduga ada kontrol akses yang dilewati untuk mengumpulkan lirik. Pada tuntutan ketiga, mereka menduga nama penulis dan kredit penerbit dihapus saat proses pembersihan data. Menurut penggugat, penghapusan itu menyulitkan penelusuran asal karya. Tudingan tersebut belum diuji di persidangan.
Nilai Kerugian yang Diminta
Penggugat meminta ganti rugi statutori hingga 150.000 dolar Amerika Serikat per karya untuk pelanggaran yang disengaja. Dengan 274 karya, angka itu mencapai sekitar 41,1 juta dolar. Untuk tuntutan penghindaran perlindungan teknologi, mereka meminta hingga 2.500 dolar per pelanggaran, atau sekitar 685.000 dolar. Adapun untuk penghapusan informasi hak cipta, mereka meminta hingga 25.000 dolar per pelanggaran, sekitar 6,85 juta dolar.
Jika dijumlahkan, nilai tuntutan mencapai sekitar 48,6 juta dolar. Los Angeles Times menyebut angka sekitar 50 juta dolar termasuk biaya perkara dan biaya pengacara. Perbedaan itu muncul karena cara media membulatkan dan memasukkan komponen biaya. Yang jelas, nilai tuntutan utama tetap dihitung dari jumlah karya yang dipersoalkan.
Selain uang, penggugat meminta injeksi permanen terhadap penggunaan karya yang tidak berlisensi. Mereka juga meminta pengadilan memerintahkan penghancuran salinan tidak resmi, termasuk yang tersimpan dalam kumpulan data pelatihan dan bobot model. Permintaan itu tergolong agresif karena menyentuh artefak teknis yang sulit dipisahkan. Mereka pun meminta audit atas data pelatihan yang melibatkan karya tersebut.


