Viral hari ini jagat lari Indonesia dihebohkan rekaman peserta Jakarta Running Festival 2026 yang menerobos barikade pembatas di titik cut-off. Rekaman itu menyebar luas pada Minggu, 25 Oktober 2026, dan memantik perdebatan soal disiplin peserta serta keselamatan di lomba berlabel Gold Label. Sebagian pelari terlihat memanjat pagar dan membuka paksa pembatas yang sudah dibentangkan petugas. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat suara.
Viral Hari Ini: Detik-detik Barikade Dibentangkan
Menurut laporan CNN Indonesia, ketegangan muncul ketika petugas pengamanan rute mulai membentangkan barikade di titik COP 1 atau kilometer 10,5. Pembentangan dilakukan pukul 06.30 WIB untuk menghentikan peserta yang belum melewati batas waktu operasional sterilisasi jalan umum. Sejumlah pelari yang tertahan di lokasi mengabaikan instruksi dan nekat melanjutkan lari.
Rekaman yang beredar memperlihatkan peserta merobohkan pembatas hingga memanjat pagar. detikcom melaporkan sejumlah video viral menunjukkan peserta ngotot menerobos, bahkan ada yang melontarkan kalimat kasar kepada petugas. Aksi itu dilakukan dengan dasar hitungan waktu pribadi masing-masing pelari menuju garis finis.
Peristiwa ini tidak berdiri sendiri. JRF 2026 diikuti ribuan pelari dari berbagai kategori, termasuk half marathon 21,1 kilometer yang menjadi sorotan utama. Kategori itulah yang aturannya paling ketat karena menyandang status Gold Label dari badan atletik dunia.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Apa Itu COP dan COT di Lomba Lari
COP adalah singkatan dari cut-off point, yaitu batas waktu yang ditempatkan di kilometer tertentu sepanjang rute. Peserta wajib melewati titik itu sebelum waktu yang ditentukan. Kalau terlambat, peserta dihentikan meski secara fisik masih mampu berlari.
COT adalah cut-off time, yaitu batas waktu total menuju garis finis. Banyak peserta mengira cukup finis di bawah COT, padahal tidak. Menurut penjelasan yang dikutip CNN Indonesia, finis di bawah COT tidak berarti apa-apa bila pelari sudah tereliminasi di salah satu titik COP di tengah rute.
Warta Ekonomi merinci titik penghentian pada kategori half marathon. Selain COP 1 di kilometer 10,5, penyelenggara menetapkan COP 2 di kilometer 15,5. Batas waktu keseluruhan untuk kategori itu disebut pukul 08.15 WIB, dan insiden penerobosan terjadi pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Mekanisme ini berkaitan dengan sistem corral dan wave start. Peserta dibagi ke area tunggu A sampai D berdasarkan pace dan rekor waktu masing-masing. Pelepasan dilakukan bertahap dengan selisih beberapa menit antar-corral, sehingga pelari di corral belakang harus menghitung selisih waktu lepasnya terhadap gun time utama.
Penegasan Pramono Anung
Pramono Anung menyampaikan tanggapan seusai turun sebagai peserta kategori 10 kilometer di JRF, Minggu, 25 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa peserta semestinya mematuhi aturan batas waktu yang ditetapkan penyelenggara. Menurut dia, aturan itu bukan buatan panitia, melainkan bagian dari standar Gold Label.
Kutipan lengkapnya dimuat dua media nasional dengan redaksi hampir sama. Pramono menyebut half marathon sudah masuk kategori Gold Medal sehingga aturannya ketat. Ia juga meminta peserta tertib mengikuti apa yang digariskan panitia, bukan menyesuaikan aturan dengan hitungan pribadi.
Gubernur juga menceritakan pengalamannya sendiri. Ia mengaku diberi tahu bahwa kategori 10 kilometer punya batas waktu dua jam, sehingga ia memacu diri agar tidak terkena cut-off. Pramono finis dalam satu jam 49 menit, lebih lambat dari rekor pribadinya satu jam 32 menit.


