Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Meta Jual Saham US$95 Miliar untuk AI

27 Oktober 2026 • zul • 42 kali dibaca
Kantor pusat Meta Platforms di Menlo Park, California, dilihat dari udara
Foto: LPS.1, CC0 via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita viral hari ini datang dari Meta yang mengumumkan rencana menghimpun hingga 95 miliar dolar lewat penjualan saham. Pengumuman disampaikan Senin, 26 Oktober 2026, dan menjadi penggalangan dana ekuitas terbesar dalam sejarah perusahaan. Uangnya dipakai membiayai infrastruktur kecerdasan buatan serta proyek yang oleh Meta disebut superintelligence personal.

Isi Pengumuman Meta

Meta membuka dua penawaran saham pada Senin pagi. Tahap pertama sekitar 35 miliar dolar terdiri dari saham Class A senilai kurang lebih 22,5 miliar dolar dan depositary shares untuk preferred stock konversi wajib senilai sekitar 12,5 miliar dolar. Saham preferen itu dijual dalam 250 juta depositary shares dan rencananya dicatat di Nasdaq dengan kode METAM. Rincian struktur itu diuraikan Skimwire.

Tahap kedua lebih besar, yaitu program at-the-market hingga 60 miliar dolar memakai saham Class C tanpa hak suara. Program itu diperkirakan baru berjalan pada kuartal pertama 2027, setelah saham Class C mulai diperdagangkan pada 19 Januari 2027. Meta menyatakan belum menandatangani perjanjian untuk program tersebut dan tidak menjamin realisasinya.

Nvidia, AMD, dan Broadcom menyatakan minat membeli hingga 5 miliar dolar saham Class A secara gabungan. Ketiganya adalah pemasok chip yang selama ini menjual perangkat keras ke pusat data Meta. Morgan Stanley dan Goldman Sachs memimpin penawaran tahap pertama.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Berita Viral: Tiga Tahap Pendanaan

Struktur pendanaan ini sengaja dibuat bertahap agar tidak menekan harga saham sekaligus. Penjualan saham Class A lewat forward sale membuat Meta belum menerima uang tunai sampai perjanjian diselesaikan, paling lambat 19 November 2027. Saham preferen konversi wajib baru berubah menjadi saham biasa sekitar 15 Agustus 2029.

Meta menyebut dana tersebut akan menopang kebutuhan modal kerja, belanja modal, dan kemungkinan akuisisi. Perusahaan juga menyatakan akan menyeimbangkan pembiayaan lewat arus kas operasi, utang investasi, kemitraan, dan ekuitas. Kombinasi itu menunjukkan bahwa kas internal tidak lagi cukup menutup laju belanja saat ini.

Mengapa Perusahaan Sebesar Meta Butuh Uang Baru

Selama bertahun-tahun Meta dikenal sebagai mesin kas iklan digital. Kondisi itu berubah ketika belanja pusat data dan chip melonjak. Pada kuartal ketiga 2026, pendapatan Meta naik 26 persen menjadi 64,60 miliar dolar, melampaui perkiraan analis sebesar 63,37 miliar dolar menurut CNBC. Namun arus kas bebasnya negatif 2,12 miliar dolar.

Angka itu adalah defisit arus kas bebas pertama Meta dalam lebih dari satu dekade. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan mencatat arus kas bebas positif 10,63 miliar dolar. Kombinasi pendapatan naik dan kas bebas negatif menunjukkan bahwa pertumbuhan sekarang menyerap modal jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Meta juga menaikkan batas bawah proyeksi belanja modal 2026 dari 130 miliar dolar menjadi 135 miliar dolar, dengan batas atas tetap 145 miliar dolar. Total komitmen belanja masa depan perusahaan dilaporkan mencapai sekitar 825 miliar dolar, terutama untuk pusat data, infrastruktur AI, dan daya komputasi awan.

Arus Kas Bebas Negatif Pertama dalam Sedekade

Posisi kas Meta per 30 September 2026 tercatat 82,45 miliar dolar dalam bentuk kas, setara kas, dan surat berharga. Utang jangka panjangnya 80,92 miliar dolar. Dengan dua angka yang hampir seimbang, ruang untuk menambah utang besar tanpa mengganggu peringkat kredit menjadi terbatas.

Itulah alasan ekuitas menjadi pilihan. Menjual saham tidak menambah beban bunga dan tidak menekan laba, tetapi mengencerkan kepemilikan pemegang saham lama. Saham Class C tanpa hak suara dirancang supaya pendiri tetap memegang kendali suara walau jumlah lembar saham bertambah.

Analis William Blair dalam catatan yang dikutip InvestmentNews menulis bahwa investor akan terus mempertanyakan struktur pembiayaan dan kemungkinan penggalangan dana berikutnya. Pertanyaan itu wajar karena setiap ronde ekuitas baru menambah tekanan pada nilai per lembar saham bila laba belum tumbuh secepat belanja.

Peran Pemasok Chip yang Ikut Membeli

Minat Nvidia, AMD, dan Broadcom membeli saham Meta menimbulkan pertanyaan soal arus modal yang berputar. Ketiga perusahaan menjual chip ke Meta, lalu sebagian hasil penjualan itu kembali ke Meta dalam bentuk pembelian saham. Pola ini mirip dengan pendanaan pemasok kepada pelanggan besar.

Bagi Meta, kehadiran mereka memperkuat penawaran karena ada pembeli jangkar yang punya kepentingan langsung pada kelangsungan belanja pusat data. Bagi pemasok, memiliki saham pelanggan besar adalah cara mengunci hubungan dagang jangka panjang. Bagi pasar, pola ini menimbulkan tanya soal independensi permintaan.

Reuters menyebut ketertarikan tersebut menambah kekhawatiran tentang arus modal yang makin melingkar di industri AI. Bila permintaan chip sebagian dibiayai oleh penjual chip itu sendiri, pertumbuhan yang terlihat bisa lebih rapuh daripada yang ditunjukkan laporan keuangan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga