Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Lutim

Viral Luwu Timur: 47 Kontingen Jamnas XII 2026 di Cibubur

22 Agustus 2026 • Admin
Kontingen Luwu Timur saat mengikuti kegiatan Jamnas XII 2026 di Cibubur
Gambar: Luwuraya.com

LUWU TIMUR — Sebanyak 47 orang yang tergabung dalam kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Luwu Timur mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta, pada 13–20 Agustus 2026. Sepuluh hari berada di Jakarta membawa pengalaman tersendiri bagi peserta dan pendamping. Seluruh rangkaian kegiatan kepramukaan tingkat nasional itu dilakoni dari pagi hingga malam dengan jadwal yang padat.

Kwarcab Luwu Timur mengirim 32 peserta utama, empat pembina pendamping, dua Pimpinan Kontingen Cabang, dua orang tim kesehatan, satu tim humas, serta enam orang tim peninjau. Komposisi itu memperlihatkan bahwa keberangkatan ke Cibubur bukan hanya urusan peserta didik, tetapi juga kerja pendamping yang menjaga kesehatan, dokumentasi, dan kelancaran administrasi. Rombongan diberangkatkan dan dipulangkan secara terkoordinasi agar tidak ada peserta yang tertinggal.

Sebanyak 32 peserta utama terbagi ke dalam dua regu Penggalang Putra dan dua regu Penggalang Putri. Mereka mengikuti berbagai kegiatan yang menguji ketangkasan, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Setiap regu memiliki pendamping yang mengawal peserta selama kegiatan berlangsung.

Viral Luwu Timur: Keseruan Kontingen Kwarcab Lutim di Jamnas XII 2026

Keseruan kontingen Luwu Timur terekam dalam unggahan video di akun Instagram Pramuka Sang Juara. Galeri video itu memperlihatkan sebagian pengalaman kontingen selama mengikuti Jamnas XII 2026, mulai dari jelajah alam, belajar memanah, hingga memancing dengan peralatan dari bahan alam. Rekaman tersebut kemudian menyebar di kalangan pegiat kepramukaan di Luwu Timur.

Jelajah alam menjadi salah satu kegiatan yang memberi pengalaman berbeda bagi peserta. Mereka belajar beradaptasi dengan lingkungan sekaligus membangun kekompakan dalam setiap tantangan yang ditemui di lapangan. Kegiatan itu juga melatih peserta membaca kondisi medan dan mengambil keputusan sederhana bersama regunya.

Di arena panahan, peserta berlatih menjaga fokus dan ketepatan. Sementara kegiatan memancing dengan alat dari alam memperkenalkan keterampilan sederhana yang dapat dipelajari langsung di lapangan. Kedua kegiatan itu menuntut kesabaran karena hasilnya tidak bisa didapat secara instan.

Peserta juga belajar membuat anyaman bambu. Kegiatan tersebut melatih ketelitian, kreativitas, dan kesabaran dalam menghasilkan karya. Dari bahan yang sederhana, peserta dituntut memahami pola dan menyelesaikannya sampai bentuk akhir.

Bagi sebagian peserta, momen paling berkesan justru muncul saat harus membagi tugas dalam regu. Ada yang mengatur perlengkapan, ada yang menjaga kebersihan tenda, dan ada yang mengingatkan jadwal kegiatan. Kebiasaan kecil itu menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sulit didapat di ruang kelas.

Jamnas sendiri merupakan pertemuan kepramukaan tingkat nasional yang diikuti kontingen dari berbagai kwartir daerah. Kegiatan ini menjadi ruang bertemu bagi peserta dari latar belakang daerah yang berbeda, sehingga kemampuan berkomunikasi menjadi hal yang ikut terasah. Pengalaman semacam ini biasanya menjadi cerita yang dibawa pulang dan dibagikan ke gugus depan masing-masing.

Jelajah Alam hingga Anyaman Bambu

Rangkaian kegiatan di Cibubur disusun untuk menguji keterampilan kepramukaan sekaligus mendorong peserta bekerja dalam tim. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teori, tetapi langsung dipraktikkan di lapangan. Peserta diminta menyelesaikan setiap tantangan bersama regunya.

Kegiatan di alam terbuka menuntut peserta menjaga kondisi fisik. Karena itu, tim kesehatan kontingen berperan penting memantau keadaan peserta setiap hari. Kehadiran tim kesehatan menjadi bagian dari persiapan yang tidak boleh diabaikan dalam kegiatan sebesar Jamnas.

Selain keterampilan praktis, peserta juga belajar mengatur waktu. Jadwal kegiatan yang rapat membuat mereka harus disiplin mengikuti setiap sesi. Kebiasaan itu diharapkan terbawa saat kembali ke sekolah dan kegiatan gugus depan.

Sambung rasa antarregu juga terbangun dari kegiatan sederhana, seperti makan bersama dan bergantian menjaga perlengkapan. Hal tersebut membuat peserta dari regu berbeda saling mengenal lebih dekat. Solidaritas semacam inilah yang sering disebut sebagai nilai inti dari perkemahan nasional.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga