Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Politik: 1.413 Titik Listrik Desa Segera Diresmikan

29 Oktober 2026 • zul • 45 kali dibaca
Ilustrasi penerangan sederhana di permukiman warga yang belum teraliri listrik PLN
Arioadli, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita politik hari ini datang dari Istana Kepresidenan: Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan 1.413 titik program listrik desa dalam waktu dekat. Lokasi peresmian kemungkinan besar berada di Sulawesi. Angka itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia usai melapor kepada presiden pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Berita Politik: 1.413 Titik Listrik Desa Menunggu Peresmian

Menurut ANTARA, Bahlil menyebut program yang akan diresmikan adalah program tahun 2025. Pemerintah menyiapkan 1.413 titik yang tersebar di sejumlah daerah. Peresmian dilakukan sebagai penanda bahwa pekerjaan penyambungan listrik di desa dan dusun sudah selesai di lokasi tersebut.

Bahlil menyampaikan hal itu setelah rapat terbatas bersama presiden di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam kesempatan yang sama, ia juga melaporkan perkembangan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dengan Antam. Dua agenda itu dibahas dalam satu pertemuan yang sama.

Metro TV menulis bahwa pemanggilan itu membahas percepatan program listrik desa sekaligus penguatan rantai hilirisasi nasional. Kombinasi dua isu itu menunjukkan pemerintah ingin menempatkan listrik desa bukan hanya sebagai program sosial, tetapi bagian dari peta industri energi.

Tata Atur
Iklan

Peresmian di Sulawesi bukan pilihan acak. Kawasan timur Indonesia menyimpan banyak desa terpencil yang belum terhubung jaringan listrik, sekaligus menjadi pusat pertumbuhan industri mineral. Dalam satu kunjungan, presiden bisa menyentuh dua agenda sekaligus.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Masih Ada Hampir 11 Ribu Desa dan Dusun Tanpa Listrik

Angka yang jarang disorot adalah sisi sebaliknya. Bahlil menyebut masih ada hampir 11.000 desa dan dusun di Indonesia yang belum memiliki akses listrik. Jumlah itu jauh lebih besar dari 1.413 titik yang akan diresmikan.

Kesimpulannya sederhana, peresmian 1.413 titik bukan akhir pekerjaan. Pemerintah masih harus menyelesaikan ribuan lokasi lain, sebagian berada di wilayah dengan medan sulit dan biaya sambungan tinggi. Setiap titik punya persoalan teknisnya sendiri.

Desa tanpa listrik biasanya mengandalkan genset, lampu minyak, atau panel surya kecil. Biaya energi harian menjadi lebih mahal dibanding pelanggan jaringan PLN. Beban itu jatuh pada rumah tangga yang justru punya pendapatan lebih rendah.

Karena itu, listrik desa punya dua fungsi. Pertama, memenuhi kebutuhan dasar seperti penerangan dan pengisian daya. Kedua, membuka kemungkinan usaha kecil yang butuh mesin, pendingin, atau penerangan lebih lama.

Pabrik Baterai CATL-Antam Mulai Berproduksi

Selain listrik desa, Bahlil melaporkan pabrik baterai hasil kerja sama CATL dan Antam. Peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Prabowo setahun lalu. Menurut Bahlil, pabrik itu sekarang sudah mulai berproduksi dan akan diresmikan dalam waktu dekat.

detikcom mengutip pernyataan Bahlil bahwa peresmian tinggal menunggu waktu karena produksi sudah berjalan. Artinya, status pabrik berpindah dari proyek konstruksi menjadi fasilitas yang mengeluarkan produk.

Pabrik ini melengkapi rantai yang sudah dibangun sebelumnya. Hilirisasi nikel tidak berhenti di tambang dan smelter, tetapi berlanjut ke pengolahan bahan baku baterai. Produk akhirnya adalah sel baterai yang bisa dipakai kendaraan listrik.

Bagi pemerintah, pabrik ini menjadi bukti bahwa strategi hilirisasi bisa berjalan sampai tahap paling hilir. Bagi industri, kehadiran pabrik berarti pasokan sel baterai dalam negeri tidak sepenuhnya bergantung pada impor.

Ekosistem Baterai dari Tambang sampai Sel

Bahlil menggambarkan rantai produksi yang sudah terintegrasi, mulai dari pertambangan, smelter, High Pressure Acid Leach, prekursor, katoda, sampai sel baterai. Menurutnya, tidak banyak negara yang memiliki rantai selengkap itu dalam satu wilayah.

Rantai panjang itu punya konsekuensi. Setiap tahap menambah nilai, tetapi juga menambah kebutuhan energi, air, dan infrastruktur. Jika satu tahap tersendat, tahap berikutnya ikut terganggu.

Di sinilah listrik desa dan industri bertemu. Kawasan industri butuh pasokan listrik besar dan stabil, sementara desa di sekitarnya butuh akses dasar. Pembangunan jaringan yang sama bisa melayani dua kebutuhan bila perencanaannya tepat.

Pengalaman di daerah menunjukkan bahwa infrastruktur listrik mengubah pola ekonomi. Setelah pasokan menguat, usaha pengolahan hasil pertanian dan perikanan biasanya tumbuh lebih cepat, seperti terlihat pada pembahasan pemanfaatan limbah sawit untuk listrik dan penguatan GITET 275 kV di Wotu.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga