Berita viral dari pasar kecerdasan buatan: Wabi, asisten AI buatan pendiri Replika Eugenia Kuyda, mengumumkan pendanaan 55 juta dolar Amerika Serikat pada valuasi 1,25 miliar dolar. Pengumuman itu dirilis Kamis, 29 Oktober 2026, dan langsung menempatkan Wabi di jajaran startup AI konsumen paling diperhatikan.
Putaran pendanaan dipimpin IVP, dengan partisipasi Andreessen Horowitz atau a16z, Forerunner, dan Amazon Alexa Fund. Sejumlah nama besar ikut sebagai investor perorangan, dari CEO Shopify Tobi Lütke sampai CEO Salesforce Marc Benioff.
Yang membuat Wabi berbeda bukan teknologinya, melainkan arah produknya. Jika hampir semua asisten AI dirancang untuk satu orang yang mengetik di satu jendela percakapan, Wabi dibangun untuk dipakai beberapa orang sekaligus.
Siapa di Balik Wabi dan Apa yang Dijualnya
Wabi didirikan Eugenia Kuyda, nama yang sebelumnya dikenal lewat Replika, aplikasi pendamping AI yang sempat menjadi perbincangan luas. Pengalaman itu memberi Kuyda rekam jejak di pasar produk AI konsumen yang sangat personal.
Versi awal Wabi memungkinkan pengguna membuat aplikasi sederhana hanya dengan menulis perintah. Pada September 2026, perusahaan mengumumkan perubahan arah: Wabi menjadi semacam aplikasi pesan berbasis agen, atau Wabi 2.0 (TechCrunch).
Dalam bentuk terbaru, Wabi menggabungkan tiga hal: agen AI, mini app yang bisa disesuaikan, dan ruang bersama. Mini app itu dipakai untuk hal-hal praktis seperti menyusun menu makan, mencatat restoran yang ingin dicoba, merancang kencan, atau membuat rencana kebugaran.
Perusahaan menyebut produknya sebagai sistem operasi untuk kehidupan sehari-hari. Istilah itu tentu berlebihan untuk ukuran produk baru, tetapi arahnya jelas: Wabi ingin menjadi tempat orang merencanakan hal-hal kecil bersama orang terdekat.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Susunan Investor dan Angka yang Disebut
Pendanaan 55 juta dolar itu diumumkan lewat siaran pers resmi perusahaan. Nilai valuasi yang disepakati 1,25 miliar dolar, atau sekitar sebelas kali nilai pendanaan yang masuk pada putaran ini (siaran pers Wabi).
IVP bertindak sebagai pemimpin putaran. Andreessen Horowitz, Forerunner, dan Amazon Alexa Fund ikut serta, bersama sejumlah investor perorangan yang namanya cukup dikenal di industri teknologi.
Selain Tobi Lütke dan Marc Benioff, ada mantan CEO Yahoo Marissa Mayer, mantan CEO Twitter Dick Costolo, dan Alex Pall dari duo The Chainsmokers. Kombinasi investor institusi dan figur publik ini biasa dipakai startup konsumen untuk menambah bobot pengumuman.
Menurut laporan Crypto Briefing, total dana yang dihimpun Wabi kini sekitar 75 juta dolar dalam waktu sekitar sebelas bulan. Angka itu menunjukkan betapa cepat modal mengalir ke produk AI konsumen yang dianggap punya momentum (Crypto Briefing).
Mengapa Berita Viral Ini Menarik bagi Industri
Berita viral soal valuasi Wabi menarik karena menunjukkan pergeseran selera investor. Setelah bertahun-tahun fokus pada model dan infrastruktur, modal mulai kembali ke produk yang langsung dipakai orang banyak.
Wabi bukan satu-satunya. Pada September 2026, agen AI bernama Instinct mengumpulkan 1 miliar dolar pada valuasi 10 miliar dolar. Pada 19 Oktober 2026, Tolan yang membuat pendamping AI bergaya boneka mengumpulkan 30 juta dolar.
Pola itu menandakan satu hal: investor sedang bertaruh pada siapa yang akan memiliki antarmuka sehari-hari untuk AI. Bukan model terbaik, melainkan produk yang paling sering dibuka pengguna.
Pembahasan serupa pernah muncul dalam artikel tentang Claude Duet yang menghubungi pengguna lebih dulu dan laporan pendanaan OpenAI yang mendekati 30 miliar dolar. Dalam dua kasus itu, pertanyaannya sama: seberapa cepat produk AI bisa mengubah kebiasaan harian, bukan sekadar menambah kemampuan teknis.


