Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Cabai Rawit Merah Rp130.000 per Kg

30 Oktober 2026 • zul • 30 kali dibaca
Ilustrasi cabai rawit merah kecil yang biasa dijual di pasar
Matthaus Wander, CC BY-SA 3.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita Indonesia soal harga pangan kembali mencuri perhatian: Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat harga cabai rawit merah Rp130.000 per kilogram pada Jumat, 30 Oktober 2026. Angka itu diambil dari data yang dikelola Bank Indonesia pada pukul 08.32 WIB.

Harga telur ayam ras pada hari yang sama tercatat Rp31.750 per kilogram. Bawang merah Rp39.000 per kilogram, bawang putih Rp37.000 per kilogram, dan daging ayam ras segar Rp38.500 per kilogram (ANTARA).

Bagi rumah tangga, angka-angka itu bukan statistik abstrak. Cabai dan bawang adalah dua bahan yang hampir selalu ada di dapur, sehingga kenaikan keduanya langsung terasa pada belanja harian meski jumlahnya kecil.

Rincian Harga Pangan 30 Oktober 2026

Selain cabai rawit merah, PIHPS mencatat cabai rawit hijau pada harga Rp130.000 per kilogram. Cabai merah keriting Rp122.500 per kilogram dan cabai merah besar Rp115.000 per kilogram (ANTARA).

Tata Atur
Iklan

Kelompok protein hewani juga bergerak. Daging sapi kualitas satu tercatat Rp170.000 per kilogram, sedangkan kualitas dua Rp120.000 per kilogram. Harga daging ayam ras segar berada di Rp38.500 per kilogram.

Data itu adalah rata-rata nasional di tingkat pedagang eceran. Harga di pasar daerah bisa berbeda cukup jauh, tergantung pasokan dari sentra produksi dan biaya pengiriman ke masing-masing wilayah.

Dalam skala rumah tangga, cabai biasanya dibeli seperempat sampai setengah kilogram. Kenaikan Rp20.000 per kilogram memang hanya menambah beberapa ribu rupiah, tetapi terasa ketika terjadi bersamaan dengan kenaikan telur, bawang, dan beras.

PIHPS memang dirancang sebagai rujukan harian, bukan patokan tunggal. Karena itu, angka nasional sebaiknya dibaca sebagai arah pergerakan, sementara harga di pasar masing-masing tetap menjadi acuan nyata bagi pembeli.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Mengapa Berita Indonesia soal Cabai Selalu Disorot

Cabai rawit punya tempat khusus dalam pembicaraan harga pangan di Indonesia. Komoditas ini mudah bergejolak karena produksinya terkonsentrasi di beberapa sentra dan permintaannya hampir merata sepanjang tahun.

Ketika pasokan dari satu sentra terganggu, harga bisa melonjak dalam hitungan hari. Sebaliknya, saat panen bersamaan, harga bisa turun tajam. Pola naik turun itu membuat cabai sering disebut sebagai penyumbang inflasi bergejolak.

Karena itu, angka Rp130.000 per kilogram hari ini perlu dibaca dalam konteks. Sepekan sebelumnya, harga cabai rawit merah sempat berada jauh lebih tinggi, dan pada awal pekan ini masih bertahan di atas Rp150.000 per kilogram.

Bagi pedagang, gejolak semacam ini menyulitkan perencanaan. Mereka membeli dengan harga tinggi, tetapi belum tentu bisa menjual dengan margin yang sama ketika pembeli mengurangi jumlah belanja.

Perbandingan dengan Sepekan Terakhir

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, PIHPS mencatat cabai rawit merah Rp150.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp29.500 per kilogram (ANTARA Megapolitan). Harga itu sudah tergolong tinggi dibanding awal Oktober.

Pada Kamis, 29 Oktober 2026, harga cabai rawit merah tercatat Rp133.950 per kilogram, naik 29,8 persen dibanding hari sebelumnya. Bawang merah melonjak 21,27 persen menjadi Rp45.050 per kilogram, dan cabai merah keriting naik 25,13 persen menjadi Rp108.050 per kilogram (Suara.com).

Data 30 Oktober lalu menunjukkan penurunan tipis pada cabai rawit merah, dari Rp133.950 menjadi Rp130.000. Namun cabai rawit hijau justru tercatat Rp130.000, jauh di atas angka Rp83.750 yang dilaporkan sehari sebelumnya.

Perbedaan itu menunjukkan betapa cepat data harian berubah. Pembaca perlu berhati-hati membandingkan angka dari jam pengambilan yang berbeda, karena satu hari bisa menghasilkan selisih puluhan ribu rupiah per kilogram.

Dampak ke Dapur dan Pedagang Kecil

Bagi rumah tangga, lonjakan harga cabai biasanya disiasati dengan mengurangi porsi atau beralih ke cabai kering dan bubuk. Strategi itu menyelamatkan anggaran, tetapi mengubah rasa masakan yang sudah biasa.

Warung makan dan pedagang makanan kecil menanggung beban lebih besar. Mereka tidak selalu bisa menaikkan harga menu karena pelanggan sensitif terhadap perubahan harga, sehingga margin yang tergerus harus ditutup dari pos lain.

Di tingkat pasar, pedagang juga menghadapi risiko susut. Cabai yang tidak terjual dalam beberapa hari akan menyusut atau membusuk, sehingga kerugian bisa lebih besar daripada selisih harga yang terlihat.

Sebagian pedagang menyiasatinya dengan menyediakan beberapa jenis cabai sekaligus. Ketika rawit merah terlalu mahal, pembeli bisa beralih ke keriting atau merah besar yang harganya lebih rendah, meski rasanya tidak sama.

Karena itu, stabilisasi harga pangan bukan hanya soal angka di berita. Yang dirasakan pelaku usaha adalah kepastian pasokan, biaya distribusi, dan waktu kedatangan barang yang bisa diperkirakan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga