Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Nusantara: Banjir Aceh dan Sumut, 1.985 KK Terdampak

30 Oktober 2026 • zul • 32 kali dibaca
Banjir merendam permukiman di Kabupaten Aceh Tenggara, Sumatra
Badan Nasional Penanggulangan Bencana, domain publik, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral nusantara hari ini diisi laporan banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ribuan keluarga terdampak di kedua provinsi. Ancaman hujan lebat diperkirakan berlanjut hingga akhir Oktober.

Viral Nusantara: Banjir Masih Menggenangi Dua Provinsi

Banjir dilaporkan masih menggenangi Kota Subulussalam, Aceh. Di Sumatera Utara, genangan tercatat di Kabupaten Langkat. Data itu disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan pada Kamis malam, 29 Oktober 2026.

Di Subulussalam, banjir merendam 177 rumah. Jumlah keluarga terdampak mencapai 1.985 kepala keluarga. Sementara di Langkat, BNPB mencatat 691 kepala keluarga terdampak.

Angka untuk Langkat merujuk laporan Rabu, 28 Oktober 2026. BNPB menyebut data dapat berubah seiring pembaruan laporan dari daerah. Penanganan darurat masih berjalan di titik-titik genangan.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Data Kerusakan di Aceh dan Sumatera Utara

Selain Subulussalam, banjir melanda Aceh Selatan. Lokasi yang terdampak adalah Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah. Banjir dipicu luapan Sungai Lae Soraya dan Kruen Trumon Raya setelah hujan lebat pada Rabu.

Di Sumatera Utara, banjir juga terjadi di Mandailing Natal. Dua desa yang terdampak adalah Desa Binanga di Kecamatan Huta Bargot dan Desa Rumbio di Kecamatan Panyabungan Utara. Luapan Sungai Simalagi merendam 32 rumah dan satu fasilitas ibadah.

Banjir di Mandailing Natal sempat melumpuhkan jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Di Asahan, genangan berlangsung sejak Selasa, 27 Oktober, dengan ketinggian air 30 sampai 80 sentimeter. Sebanyak 3.610 jiwa terdampak di dua desa, seperti dilaporkan detikcom.

Bibit Siklon Tropis 91B di Teluk Andaman

BNPB mencatat adanya bibit Siklon Tropis 91B di Teluk Andaman. Posisinya berada di sebelah utara Aceh. Bibit siklon itu terbentuk pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 01.00 WIB.

Fenomena tersebut diperkirakan tidak berdampak langsung ke Indonesia. Namun, dampak tidak langsungnya tetap perlu diwaspadai. Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Aceh dan Sumatera Utara hingga 31 Oktober.

Bibit siklon juga berpotensi menambah tinggi gelombang di perairan Selat Malaka bagian utara. BNPB mencatat tinggi gelombang signifikan pada kategori sedang, sekitar 1,25 sampai 2,5 meter. Nelayan diminta berhati-hati, seperti dikutip NU Online.

Tujuh Provinsi Berstatus Siaga

BNPB menetapkan tujuh provinsi berstatus siaga terhadap hujan lebat hingga sangat lebat. Ketujuhnya adalah Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Status itu berlaku pada periode 29 sampai 31 Oktober 2026.

Wilayah lain berada pada status waspada. Cakupannya meliputi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Status waspada berarti potensi hujan sedang hingga lebat, menurut iNews.id.

Status siaga menunjukkan potensi banjir dan longsor yang bisa berdampak signifikan. Dampaknya dapat dirasakan pada aktivitas warga, layanan publik, dan infrastruktur. Karena itu, daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi lebih awal.

Apa yang Diminta BNPB ke Pemerintah Daerah

BNPB meminta pemerintah daerah mengaktifkan posko siaga. Peralatan dan logistik perlu diperiksa sebelum puncak hujan. Sungai, drainase, dan gorong-gorong diminta dibersihkan.

Daerah juga diminta memetakan wilayah rawan banjir dan longsor. Warga di kawasan pesisir menjadi perhatian khusus. Jalur evakuasi dan tempat pengungsian perlu disiapkan.

BNPB mendorong penyebaran peringatan dini BMKG sampai ke tingkat desa. Layanan kesehatan, dapur umum, dan tempat pengungsian harus siap. Informasi cuaca terbaru bisa dipantau melalui laman BMKG.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga