Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Hari Ini: Siklon Arnab Landa Pesisir Timur India

30 Oktober 2026 • zul • 29 kali dibaca
Ilustrasi citra satelit siklon tropis di Teluk Benggala
NOAA, domain publik, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral hari ini di jagat maya adalah rekaman banjir dan pohon tumbang di pesisir timur India setelah Siklon Arnab mendarat. Badai berkategori very severe cyclonic storm itu menghantam pantai Andhra Pradesh pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026, dan bergerak ke daratan dengan kecepatan angin 125 sampai 135 kilometer per jam. Lebih dari 180 ribu warga dievakuasi sebelum badai tiba.

Viral Hari Ini: Siklon Arnab Landa Pesisir Timur India

India Meteorological Department mencatat Arnab sebagai siklon kategori ketiga tertinggi pada skala mereka. Pusat badai bergerak ke arah barat laut dan melintasi pantai Andhra Pradesh serta Yanam sebelum masuk sepenuhnya ke daratan.

NBC News yang mengutip Reuters melaporkan pohon-pohon tumbang menutup jalan raya, tiang listrik tercabut, dan ribuan orang mengungsi ke tempat penampungan. Sekolah diliburkan, sejumlah layanan kereta dan penerbangan dibatalkan.

Rekaman yang beredar memperlihatkan jalan protokol tergenang, kendaraan terhenti di bahu jalan, dan warga berjalan di air setinggi pinggang. Visual semacam ini yang membuat nama Arnab cepat masuk daftar perbincangan warganet Indonesia.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Apa yang Diketahui

Otoritas Andhra Pradesh mengevakuasi sekitar 180 ribu orang dari daerah rendah dan rawan banjir sebelum badai mendarat. Sekitar 12 juta orang tinggal di jalur yang diperkirakan dilalui siklon.

Di Odisha, pemerintah negara bagian menargetkan evakuasi sekitar 48 ribu orang. The Hindu mencatat lebih dari 55 ribu warga di sembilan distrik telah dipindahkan, termasuk 59.028 orang yang mengungsi ke tempat aman, dengan 11.882 di antaranya dari distrik Ganjam.

Sebanyak 313 tim dikerahkan di Odisha, terdiri dari sembilan tim National Disaster Response Force, 60 tim Odisha Disaster Rapid Action Force, dan 244 tim pemadam kebakaran. Sebanyak 3.001 ibu hamil ikut dipindahkan ke fasilitas kesehatan.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Jumlah korban jiwa masih berbeda antar media. Associated Press melaporkan sedikitnya tiga orang tewas di Andhra Pradesh pada hari badai mendarat, sementara CNN Indonesia melaporkan lima orang tewas dan lebih dari 180 ribu warga dievakuasi.

Reuters melalui NBC News pada 28 Oktober menyebut belum ada laporan korban jiwa di Andhra Pradesh maupun Odisha saat itu. Perbedaan ini muncul karena waktu pembaruan tiap media berbeda, bukan karena peristiwa yang berbeda.

Sampai laporan ini disusun, angka resmi final korban jiwa dan kerugian belum dirilis satu pintu. Data dari pemerintah negara bagian dan badan penanggulangan bencana masih dapat berubah seiring proses pencarian dan pendataan.

Kerusakan di Andhra Pradesh

Chief Minister Andhra Pradesh N. Chandrababu Naidu memperkirakan kerugian awal akibat siklon mencapai 4.600 crore rupee. Angka itu disampaikan setelah ia melakukan survei udara di kawasan terdampak di wilayah Krishna dan Godavari.

Tanaman di lebih dari 3,5 lakh hektare atau sekitar 350 ribu hektare terendam. Sekitar 2.425 kilometer jalan negara bagian rusak, dan di West Godavari saja sekitar 12.500 pohon, sebagian besar kelapa, tumbang.

Naidu menyatakan pasokan listrik ke rumah warga akan pulih pada Minggu, 1 November 2026, sedangkan sambungan listrik untuk pertanian membutuhkan sekitar empat hari tambahan. Jalan Nasional 16 di dekat Ichchapuram, Srikakulam, sempat terendam setelah air dari bendungan Baghalati dilepas.

Odisha: Desa Terisolasi dan Bantuan Udara

Di Odisha, sejumlah desa di Ganjam terputus karena banjir, sehingga makanan dan pasokan dikirim dengan helikopter. Chief Minister Mohan Charan Majhi meninjau Ganjam dan Gajapati dari udara pada Jumat, 30 Oktober.

Jalur kereta Howrah sampai Chennai ikut terganggu setelah Sungai Bahuda melewati batas bahaya di dua jembatan kereta di Ganjam. Sebanyak 36 kereta dibatalkan, 30 dialihkan, dan delapan diatur ulang jadwalnya.

Pola kerusakan di Odisha mirip dengan kejadian sebelumnya, yaitu banjir yang datang setelah badai berlalu. Air yang tertahan di dataran rendah dan kiriman dari bendungan menjadi ancaman kedua setelah angin kencang mereda.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga