Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Saham Teknologi AS Jatuh, Nasdaq Anjlok

30 Oktober 2026 • zul • 33 kali dibaca
Gedung Bursa Saham New York di kawasan Wall Street
Kidfly182, CC BY 4.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita viral dari pasar keuangan global: saham teknologi Amerika Serikat kembali jatuh tajam pada Jumat, 30 Oktober 2026, dan menyeret indeks utama ke hari terburuk sejak Juni. S&P 500 turun 1,8 persen, Nasdaq Composite anjlok 2,9 persen, dan Dow Jones melemah 1,1 persen. Pemicunya bukan satu berita tunggal, melainkan kombinasi laporan keuangan Intel, Amazon, dan Alphabet yang menghidupkan kembali keraguan atas belanja kecerdasan artifisial.

Berita Viral: Saham Teknologi AS Jatuh, Nasdaq Anjlok

Associated Press mencatat S&P 500 kehilangan 140,32 poin ke 7.580,07, Nasdaq Composite turun 747,73 poin ke 25.437,00, dan Dow Jones melemah 572,25 poin ke 51.770,31. Russell 2000 ikut turun 47,37 poin atau 1,7 persen ke 2.811,84.

Penurunan itu menutup pekan ketiga berturut-turut dalam posisi merah bagi S&P 500. Untuk sepekan, S&P 500 turun 0,6 persen, Dow melemah 0,9 persen, dan Nasdaq kehilangan 2 persen.

Meski begitu, pasar belum berada di wilayah koreksi dalam. Indeks masih sekitar 3,1 persen di bawah rekor tertingginya, dan sepanjang tahun S&P 500 masih naik 10,7 persen, Dow 7,7 persen, serta Nasdaq 9,4 persen.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Intel: Hari Terburuk Sejak 1974

Saham Intel menjadi biang penurunan. Harganya jatuh 28,6 persen, hari terburuk perseroan sejak 1974, setelah proyeksi laba kuartal IV berada di bawah ekspektasi analis.

Fortune melaporkan CEO Intel Lip-Bu Tan menyebut industri komputer pribadi masih menghadapi tekanan. Penurunan itu terjadi meski laba kuartal terakhir Intel lebih tinggi dari perkiraan analis.

CNBC menambahkan bahwa anjloknya saham Intel menggerus sekitar 12 miliar dolar Amerika dari nilai kepemilikan pemerintah pada perusahaan chip tersebut. Intel adalah salah satu perusahaan yang mendapat dukungan modal negara.

Amazon dan Kekhawatiran Belanja AI

Saham Amazon turun 1,4 persen setelah melaporkan laba musim panas yang lebih lemah dari perkiraan analis. Laporan itu memperkuat kekhawatiran bahwa belanja besar untuk kecerdasan artifisial belum diimbangi pendapatan yang sepadan.

Investor mulai mempertanyakan hitungan sederhana: berapa lama lagi perusahaan teknologi bisa membelanjakan miliaran dolar untuk pusat data, chip, dan energi sebelum laba benar-benar muncul. Ketika pertumbuhan melambat, pertanyaan itu menjadi tekanan harga.

Alphabet menambah tekanan. Sahamnya turun lebih dari 12 persen, hari terburuk dalam sejarah perseroan, setelah mengungkapkan bahwa kas yang terpakai selama musim panas lebih besar daripada musim semi.

Obligasi, Emas, dan Bitcoin Ikut Bergerak

Ketika saham berjatuhan, investor mencari aset yang dianggap lebih aman. Imbal hasil surat utang pemerintah Amerika turun, tanda harga obligasi naik dan permintaan terhadap risiko berkurang.

Harga emas justru ikut turun 2,6 persen ke 3.926,30 dolar Amerika per ons. Pola ini biasanya muncul ketika investor melikuidasi posisi untuk menutup kerugian di pasar saham, bukan karena minat terhadap emas hilang.

Bitcoin juga tertekan, turun 4,9 persen ke 76.798,11 dolar Amerika. Harga minyak justru naik, sehingga gambaran pasar Jumat tidak seragam: saham jatuh, obligasi menguat, tetapi komoditas energi bergerak sebaliknya.

Mengapa Pasar Bereaksi Keras

Selama dua tahun terakhir, harga saham teknologi naik cepat karena ekspektasi bahwa kecerdasan artifisial akan menaikkan pendapatan semua orang. Ekspektasi itu membuat valuasi mahal dan ruang kekecewaan menjadi sempit.

Ketika tiga perusahaan besar melaporkan hasil yang tidak sesuai harapan dalam waktu berdekatan, pasar tidak membaca sebagai masalah satu perusahaan. Pasar membacanya sebagai sinyal bahwa siklus belanja AI mungkin lebih mahal dan lebih lambat dari perkiraan.

Faktor lain adalah posisi akhir bulan. Pada akhir Oktober, manajer investasi cenderung merealisasikan keuntungan dan mengurangi posisi berisiko. Arus jual yang serentak membuat penurunan terasa lebih dalam daripada berita dasarnya.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga