Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: Laba Vale Melonjak Tiga Kali Lipat

31 Oktober 2026 • zul • 30 kali dibaca
Truk pengangkut material tambang berwarna kuning di area pertambangan nikel Indonesia
Kolong, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Kinerja tambang nasional kembali jadi sorotan setelah PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan laba bersih US$147 juta atau sekitar Rp2,66 triliun sampai September 2026. Angka itu hampir tiga kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$52 juta. Laporan keuangan yang dirilis Kamis, 29 Oktober 2026, menunjukkan pendapatan ikut naik 27 persen menjadi US$896 juta, seperti dirangkum dari laporan Katadata.

Kenaikan itu tidak datang dari harga jual yang membaik. Harga realisasi nikel matte justru turun menjadi US$14.053 per ton pada kuartal III 2026 dari US$14.765 per ton pada kuartal sebelumnya. Penopang utama adalah volume pengiriman yang lebih besar serta masuknya penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa.

Bagi pembaca di Luwu Timur, laporan ini relevan karena Vale beroperasi di Sorowako dan sekitarnya. Arah kinerja perseroan menentukan seberapa besar ruang belanja modal, pembayaran ke mitra, dan program pemberdayaan yang menyentuh daerah sekitar tambang. Artikel ini merangkum angka utama, sumber pertumbuhan, dan risiko yang masih membayangi.

Tambang Nasional: Laba Melonjak, Pendapatan Tumbuh 27 Persen

Secara kumulatif Januari sampai September 2026, Vale membukukan pendapatan US$896,07 juta. Realisasi itu lebih tinggi dibanding US$705,39 juta pada periode yang sama 2025, atau tumbuh 27 persen secara tahunan seperti dikutip dari laporan resmi perseroan.

Tata Atur
Iklan

Laba bersih sembilan bulan mencapai US$147,12 juta. Angka ini setara pertumbuhan sekitar 180 persen dibanding US$52,45 juta pada sembilan bulan pertama tahun lalu. Sejumlah media ekonomi menyebut laju itu sebagai kenaikan hampir tiga kali lipat.

Pada kuartal III saja, pendapatan Vale tercatat US$353 juta, naik dari US$290 juta pada kuartal II 2026. Laba bersih kuartalan mencapai US$42,75 juta sampai US$43 juta, bergantung pembulatan yang dipakai masing-masing media. Nilai itu lebih rendah dari laba kuartal II yang mencapai US$60,77 juta, seperti diulas Industry.co.id.

EBITDA kuartal III sebesar US$101 juta. Secara kumulatif, EBITDA sembilan bulan mencapai US$297 juta, tumbuh 78,9 persen dari US$166 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan operasional yang lebih efisien meski harga komoditas melemah.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Volume Nikel Matte Jadi Penopang Utama

Produksi nikel matte pada kuartal III 2026 mencapai 18.341 metrik ton. Jumlah itu menjadi produksi kuartalan tertinggi sepanjang 2026 setelah perseroan menyelesaikan pemeliharaan besar pada awal tahun. Ketersediaan peralatan dan operasi pabrik yang lebih stabil disebut sebagai penyebabnya.

Pengiriman nikel matte naik menjadi 20.158 ton dari 13.932 ton pada kuartal II. Kenaikan volume sekitar 44,7 persen ini yang menutup dampak penurunan harga realisasi sekitar 4,8 persen.

Meski begitu, produksi kumulatif sembilan bulan masih lebih rendah dari tahun lalu. Vale menghasilkan 48.114 ton nikel matte sampai September 2026, turun 12,5 persen dibanding 54.975 ton pada periode yang sama 2025.

Direktur sekaligus Chief Financial Officer Vale Indonesia, Rizky Putra, menyatakan peningkatan ketersediaan peralatan dan operasi pabrik yang stabil mendukung kenaikan produksi dibanding triwulan sebelumnya. Pernyataan itu dikutip dalam pemberitaan Okezone Economy pada 30 Oktober 2026.

Bijih Nikel Bahodopi dan Pomalaa Mulai Menopang Pendapatan

Blok Pomalaa mencatat lonjakan penjualan bijih nikel paling tajam. Volume penjualan mencapai 1.314.358 wet metric ton pada kuartal III 2026, naik dari 495.601 wmt pada kuartal II. Secara kumulatif, penjualan blok ini mencapai 1.898.943 wmt sampai September, menurut rangkuman Sulselsatu.

Blok Bahodopi mencatat penjualan 415.000 wmt pada kuartal III, turun dari 1.074.665 wmt pada kuartal sebelumnya. Total penjualan blok tersebut selama sembilan bulan mencapai 2.375.759 wmt, atau naik sekitar 284,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Jika digabungkan, penjualan bijih nikel dari kedua blok mencapai sekitar 1,73 juta wmt pada kuartal III 2026. Kontribusi ini memperluas sumber pendapatan Vale di luar nikel matte yang selama ini menjadi produk utama.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga