Senin, 2 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Luwu Timur: Jalan Beton Tomoni 75 Persen, Bupati Minta Mutu

1 November 2026 • Admin • 31 kali dibaca
Bupati Luwu Timur meninjau progres jalan beton dan lapangan di Tomoni
Gambar: Dok. Dinas Kominfo Luwu Timur via Luwuraya.com
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, TOMONI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menempatkan pengawasan proyek sebagai bagian dari pekerjaan harian, bukan sekadar seremoni serah terima. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam meninjau langsung progres pembangunan jalan beton di area perkantoran dan penataan Lapangan Kecamatan Tomoni pada Kamis, 29 Oktober 2026. Dari hasil inspeksi, pekerjaan jalan beton telah mencapai sekitar 75 persen, sementara penataan lapangan berada pada tingkat penyelesaian 50 persen.

Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan di lapangan selaras dengan gambar perencanaan yang telah disetujui. Menurut Bupati, hasil pemeriksaan menunjukkan pekerjaan berjalan sesuai dokumen teknis yang menjadi dasar kontrak.

“Alhamdulillah, setelah kita lihat langsung di lapangan, pekerjaan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan gambar perencanaan,” ujarnya.

Pernyataan itu sederhana, tetapi penting dalam konteks pengadaan barang dan jasa. Kesesuaian dengan gambar perencanaan adalah ukuran pertama yang dipakai auditor ketika menilai apakah sebuah proyek dinilai berhasil atau tidak.

Tata Atur
Iklan

Luwu Timur: Apa yang Dicek di Tomoni

Ada dua paket pekerjaan yang ditinjau. Pertama, jalan beton di area perkantoran Kecamatan Tomoni. Kedua, penataan Lapangan Kecamatan Tomoni yang selama ini dipakai warga untuk kegiatan olahraga, upacara, dan acara kemasyarakatan.

Pemilihan beton sebagai material jalan bukan tanpa alasan. Jalan beton memiliki daya tahan lebih baik terhadap beban berat dan genangan, meski biaya awalnya lebih tinggi dibanding aspal. Untuk kawasan perkantoran yang dilalui kendaraan dinas dan angkutan barang, pilihan itu masuk akal asalkan proses curing atau perawatan beton dijalankan benar.

Adapun penataan lapangan mencakup perbaikan permukaan, penataan area sekitar, dan pengaturan fungsi ruang. Lapangan kecamatan biasanya menjadi pusat kegiatan warga, mulai dari turnamen sepak bola antar desa hingga pasar dadakan pada hari tertentu. Karena itu, kualitas permukaan dan drainase menentukan seberapa lama fasilitas itu bisa dipakai setelah diresmikan.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Progres 75 Persen dan 50 Persen

Angka 75 persen untuk jalan beton dan 50 persen untuk lapangan memberi gambaran bahwa kedua pekerjaan berada pada tahap berbeda. Pekerjaan jalan mendekati penyelesaian, sementara penataan lapangan masih di separuh jalan. Perbedaan itu wajar karena volume pekerjaan keduanya tidak sama.

Yang perlu diawasi justru fase berikutnya. Pada pekerjaan beton, tahap akhir biasanya berisi penyelesaian sambungan, perataan permukaan, dan pembersihan area kerja. Kualitas tahap akhir inilah yang menentukan apakah jalan bertahan lama atau mulai retak pada tahun pertama.

Pada penataan lapangan, separuh pekerjaan yang tersisa umumnya berkaitan dengan finishing dan kelengkapan pendukung. Di titik ini, perubahan kecil di lapangan kerap terjadi, misalnya penyesuaian elevasi atau penambahan saluran. Setiap perubahan seharusnya tercatat sebagai variasi pekerjaan agar tidak menimbulkan temuan di kemudian hari.

Pesan untuk Pengawas dan Pelaksana

Dalam peninjauan itu, Bupati menekankan pentingnya pengawasan optimal selama proses pengerjaan. Ia meminta agar semua tahapan selesai tepat waktu dengan mutu yang tetap terjaga.

“Teman-teman pengawas saya minta untuk mengawasi pekerjaan ini dengan baik. Pastikan pelaksanaannya sesuai perencanaan, kualitasnya tetap terjaga, dan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan harapan kita semua,” tegasnya.

Ia juga berharap pekerjaan terus berjalan sesuai rencana sehingga hasilnya benar-benar sesuai harapan warga. Permintaan semacam ini terdengar rutin, tetapi punya konsekuensi teknis: konsultan pengawas harus menolak pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi, meski tenggat waktu mendesak.

Bagi warga, hasil akhirnya lebih mudah dinilai daripada prosesnya. Yang bisa dicek siapa saja setelah proyek selesai adalah apakah permukaan jalan rata, apakah air hujan mengalir ke saluran, dan apakah lapangan bisa dipakai tanpa tergenang.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga