Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Lutim

Viral Luwu Timur: Warga Pulau Selayar Jerit BBM Langka

14 September 2026 • Admin
Ilustrasi kelangkaan BBM yang membuat warga pulau di Kepulauan Selayar kesulitan melaut dan beraktivitas
Gambar: Pedomanrakyat.com

SELAYAR — Viral Luwu Timur kali ini datang dari kabupaten kepulauan di Sulawesi Selatan. Warga di sejumlah pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak selama berbulan-bulan. Keluhan itu disampaikan lewat video yang beredar dan menyebar ke berbagai kanal percakapan warga, termasuk di Luwu Timur.

Bagi warga pulau, BBM bukan sekadar bahan bakar kendaraan. Perahu-perahu kecil menjadi alat utama mencari nafkah, mengangkut hasil laut, mengantar kebutuhan keluarga, dan menghubungkan satu pulau dengan pulau lain. Ketika pasokan tersendat, hampir seluruh aktivitas ikut terganggu.

“Berbulan-bulan sulit mendapatkan BBM. Di pulau, BBM bukan sekadar bahan bakar, ia adalah jalan bagi warga untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarga. Kini, warga hanya bisa bertanya: kami harus bagaimana,” demikian bunyi keluhan yang dikutip dari laporan Pedomanrakyat.com, Senin (14/9/2026).

Viral Luwu Timur: Jeritan Warga Pulau yang Bergantung pada Perahu

Kesulitan itu dirasakan warga di sejumlah pulau, termasuk Pulau Jampea. Seorang warga yang dikutip dalam video menyebut dirinya dan tetangga sulit melaut karena bahan bakar tidak tersedia di tempat mereka.

Hari-hari tetap harus dijalani. Nelayan tetap harus melaut, pedagang tetap beraktivitas, dan keluarga tetap membutuhkan kebutuhan pokok. Namun ketika BBM sulit diperoleh, banyak rencana harian yang harus diubah atau bahkan dibatalkan.

Warga mengaku tidak meminta hal yang berlebihan. Mereka hanya ingin BBM tersedia dan bisa diperoleh dengan mudah, sehingga kehidupan sehari-hari dapat berjalan tanpa kekhawatiran berlebihan soal pasokan.

Suara Warga Jampea soal Kesulitan Melaut

“Kami masyarakat di Pulau Jampea sangat kesulitan BBM untuk pergi melaut, ke kebun dan melakukan aktivitas lain,” ungkap seorang warga dalam video yang beredar.

Ia menambahkan bahwa kesulitan itu bukan hanya soal pekerjaan. Warga yang ingin bepergian ke luar pulau pun terhambat karena tidak ada bahan bakar yang bisa dipakai untuk perahu penyeberangan.

“Kami kasihan sama masyarakat di sini. Nelayan mau melaut susah, orang mau bepergian juga susah. Kami cuma berharap pemerintah melihat kondisi kami,” tambahnya.

Keluhan lain datang dari warga yang menyoroti dampak pada dapur keluarga. Tanpa penghasilan dari melaut atau berkebun, kebutuhan pokok sehari-hari ikut terdampak.

“Kami juga mau bekerja dan mencari makan untuk keluarga. Tapi kalau BBM tidak ada, kami harus bagaimana?” ujar warga lainnya.

BBM sebagai Urusan Hidup Sehari-hari, Bukan Kemewahan

Bagi masyarakat di pulau, keterbatasan akses bukan hal baru. Jarak dan kondisi geografis sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Nelayan biasa menempuh perjalanan panjang menuju titik tangkapan, dan pedagang mengangkut barang dengan perahu kecil.

Namun ketika kebutuhan dasar seperti BBM sulit diperoleh selama berbulan-bulan, beban yang dirasakan menjadi semakin berat. Biaya alternatif untuk mendapatkan bahan bakar dari pulau lain pun menambah pengeluaran yang harus ditanggung keluarga.

Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait. Mereka ingin ada kepastian mengenai pasokan dan distribusi BBM hingga ke wilayah kepulauan, bukan sekadar janji jangka pendek.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga