Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

Andi Amar Ma’ruf Sulaiman dan Masa Depan Kakao Luwu Timur

19 Oktober 2026 • Admin • 35 kali dibaca
Diseminasi studi kelayakan pabrik pengolahan kakao Luwu Timur di Tomoni, Andi Amar Ma'ruf Sulaiman menyoroti nilai tambah
Dok. Diskominfo-SP Kabupaten Luwu Timur / warta.luwutimurkab.go.id
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SuaraLutim.com, Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mematangkan rencana pendirian pabrik pengolahan kakao di Desa Sumber Alam, Kecamatan Tomoni. Rencana itu dibahas dalam diseminasi studi kelayakan di Media Center Diskominfo-SP pada 12 Mei 2026, dengan melibatkan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM) Makassar serta BUMDesma Batara Guru. Bagi pengusaha muda di Luwu Timur, rencana ini lebih dari sekadar proyek pemerintah. Ia menandai pergeseran cara komoditas kebun dijual: dari biji mentah yang harganya ditentukan pembeli luar, menjadi produk olahan yang nilai tambahnya tinggal di daerah.

Perubahan itu punya nama pendek: hilirisasi. Dalam konteks kakao, hilirisasi berarti biji hasil panen petani tidak langsung dikirim keluar, tetapi diolah lebih dulu menjadi bubuk, pasta, lemak kakao, atau cokelat jadi. Setiap tahap pengolahan menambah nilai, membuka lapangan kerja, dan memberi petani posisi tawar yang lebih baik. Kabupaten Luwu Timur sudah lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kakao di Sulawesi Selatan, namun sebagian besar hasil panennya selama ini meninggalkan daerah dalam bentuk biji.

Di titik inilah nama Andi Amar Ma’ruf Sulaiman relevan bagi pembaca Luwu Timur. Ia Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Partai Gerindra periode 2024–2029 dan Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan masa bakti 2024–2027. HIPMI Sulawesi Selatan membawahi HIPMI kabupaten/kota, termasuk HIPMI Luwu Timur. Artinya, agenda kaderisasi usaha yang ia jalankan di tingkat provinsi punya jalur langsung ke pengusaha muda di daerah ini.

Andi Amar Ma’ruf Sulaiman dan Jalur Kaderisasi Pengusaha Muda

Andi Amar terpilih memimpin BPD HIPMI Sulawesi Selatan pada Musyawarah Daerah September 2024. Sejak itu, salah satu perhatian utamanya adalah memperbaiki cara organisasi menyiapkan anggotanya. Dalam pembukaan program kaderisasi kepemimpinan di Makassar pada 28 September 2026, ia menyebut mekanisme kaderisasi HIPMI Sulawesi Selatan selama ini masih tergolong normatif dan belum menyentuh aspek kepemimpinan personal secara mendalam.

“Kami ingin kader HIPMI Sulsel tidak hanya jago berbisnis, tapi juga siap menjadi pemimpin di daerahnya masing-masing,” kata Andi Amar dalam keterangan yang dikutip SuaraLutim.com saat pelatihan itu berlangsung.

Selain memimpin HIPMI Sulawesi Selatan, ia juga alumni program Australia Awards. Dalam sebuah panel bertema perdagangan dan keberlanjutan yang diadakan lembaga tersebut, ia berbicara soal kesiapan ekspor dan rantai nilai (value chain) sebagai kunci pertumbuhan yang berkelanjutan. Dua peran itu—organisasi pengusaha muda dan jejaring pendidikan internasional—menjelaskan mengapa isu nilai tambah komoditas bukan hal asing baginya.

Yang perlu dicatat, kaderisasi bukan pekerjaan satu malam. Hasilnya baru terlihat ketika anggota HIPMI di daerah benar-benar berinvestasi, membuka usaha, dan menyerap tenaga kerja. Karena itu, rencana pabrik kakao di Tomoni layak dibaca sebagai ujian: apakah pengusaha muda Luwu Timur akan menjadi pemilik rantai olahan, atau tetap menjadi penonton di kampung sendiri.

Apa Isi Rencana Pabrik Pengolahan Kakao di Tomoni

Diseminasi studi kelayakan pada Mei 2026 itu bagian dari program “Pandu Juara” yang dijalankan pemerintah kabupaten. Tujuannya mengubah biji kakao mentah menjadi produk turunan seperti bubuk kakao dan lemak kakao. Proyek ini diproyeksikan menjadi mesin ekonomi baru untuk menaikkan pendapatan petani sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Luwu Timur, Awaluddin Anwar, menyatakan potensi kakao daerah belum tergarap maksimal karena mayoritas dijual dalam bentuk mentah. “Studi kelayakan ini menjadi referensi strategis bagi pemerintah daerah dan BUMDesma Batara Guru Juara dalam mengimplementasikan hilirisasi kakao ke depannya,” ujarnya seperti dilaporkan Warta Lutim.

Narasumber dari BBSPJIHPMM, Ardiansyah, menambahkan bahwa secara teknis dan ekonomis pendirian pabrik sangat memungkinkan karena ketersediaan bahan baku memadai. Lokasi di Desa Sumber Alam, Kecamatan Tomoni, dipilih agar sarana produksi dekat dengan basis lahan petani sehingga biaya logistik lebih efisien. Pemerintah kabupaten juga menegaskan komitmen menerapkan industri ramah lingkungan dengan pengawasan limbah yang ketat.

Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal operasi pabrik. Tahap yang sedang berjalan masih seputar penyiapan kajian dan kelembagaan. Pembaca yang menunggu kepastian tanggal sebaiknya bersabar; yang bisa dipastikan baru arah kebijakannya, bukan tenggatnya.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga