Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
SUARALUTIM.COM, MALILI — PAN Luwu Timur memasuki babak baru. Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional Kabupaten Luwu Timur periode 2025–2030 resmi dilantik, dan langsung memasang target yang lebih besar daripada sekadar menjaga jumlah kursi yang sudah ada.
Usman Sadik dipercaya memimpin DPD PAN Luwu Timur, didampingi Wahyu Maizal sebagai sekretaris dan Aetken Ibrahim sebagai bendahara. Susunan itu diumumkan bersamaan dengan agenda konsolidasi partai yang digelar pada awal Oktober 2026, tak lama setelah pelantikan pengurus PAN se-Sulawesi Selatan.
Arah kerja yang ditegaskan jajaran pengurus baru cukup jelas: memperkuat struktur hingga tingkat akar rumput, lalu menaikkan perolehan kursi di DPRD Luwu Timur pada kontestasi berikutnya. Bagi partai, dua hal itu saling bergantung, sebab tambahan kursi biasanya lahir dari mesin partai yang hidup di desa-desa.
PAN Luwu Timur dan Konsolidasi Kepengurusan Baru
Dalam pandangan pengurus, pelantikan bukan titik akhir, melainkan titik mulai. Seluruh mesin partai, dari tingkat kabupaten hingga desa, diminta bergerak dengan arah yang sama.
“Pelantikan ini adalah momentum awal. Kami memastikan seluruh mesin partai hingga akar rumput bergerak selaras untuk meningkatkan perolehan kursi DPRD Luwu Timur. PAN siap membuktikan kinerja nyata di tengah masyarakat,” tegas jajaran pengurus DPD PAN Luwu Timur.
Konsolidasi semacam ini penting bagi partai yang basis pemilihnya tersebar di wilayah pesisir maupun kawasan danau. Luwu Timur terdiri atas 11 kecamatan dengan karakter yang berbeda: Malili sebagai pusat pemerintahan, Nuha dan Towuti di kawasan tambang dan danau, Wasuponda di jalur industri, serta Wotu, Burau, Tomoni, Tomoni Timur, Angkona, Kalaena, dan Mangkutana di bagian barat dan utara yang bertumpu pada pertanian.
Setiap wilayah punya persoalan khas: akses jalan usaha tani, harga komoditas, layanan kesehatan, hingga kesempatan kerja di kawasan industri. Peta persoalan itu yang harus diterjemahkan partai menjadi agenda kerja yang terukur dan bisa dievaluasi warga.
Di sisi organisasi, konsolidasi biasanya menyentuh hal-hal teknis: pembenahan data anggota, penataan struktur kecamatan, hingga penyiapan saksi dan relawan di tiap tempat pemungutan suara. Semuanya tidak terlihat publik, tetapi menentukan hasil di hari pemungutan.
Target Menambah Kursi DPRD Luwu Timur
Target penambahan kursi disebut menjadi ukuran utama kerja kepengurusan periode ini. Saat ini PAN menempatkan lima wakilnya di DPRD Kabupaten Luwu Timur untuk periode 2024–2029, dengan komposisi yang tersebar di beberapa daerah pemilihan.
Komposisi itu menempatkan kader dan anggota Fraksi PAN di sejumlah komisi. Ada yang bekerja di bidang pembangunan, ada yang di bidang ekonomi, pemerintahan, hingga anggaran.
Ambisi kepengurusan baru tidak berhenti di tingkat kabupaten. Pengurus menyiapkan kader-kader potensial untuk didorong ke level politik yang lebih tinggi, termasuk ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan hingga DPR RI.
Langkah itu, menurut pengurus, bagian dari perhitungan jangka panjang. Partai perlu menyiapkan figur yang sudah mengenal kebutuhan daerah sebelum bersaing di wilayah pemilihan yang lebih luas, termasuk daerah pemilihan Sulawesi Selatan 11 atau Luwu Raya yang mencakup Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur.


