Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

PAN Luwu Timur: Harisah Suharjo Kunjungi SMPN 2 Malili

22 September 2026 • Admin • 13 kali dibaca
Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur dari PAN Luwu Timur bersama guru UPT SMP Negeri 2 Malili
Gambar: UPT SMP Negeri 2 Malili (dokumentasi kunjungan 1 September 2026)
ASM Group
Iklan

Mengapa Revitalisasi Sekolah Perlu Perhatian

Bangunan sekolah yang belum pernah direvitalisasi sejak 1993 menghadapi beban yang berbeda dibanding bangunan baru. Cuaca, jumlah siswa, dan intensitas pemakaian membuat komponen bangunan seperti atap, plafon, lantai, dan sanitasi lebih cepat menurun. Jika tidak ditangani, biaya perbaikan cenderung membesar karena pengerjaannya dilakukan tambal sulam.

Selain bangunan, ketersediaan ruang serbaguna menentukan ritme kegiatan sekolah. Pembinaan ekstrakurikuler, pertemuan orang tua, kegiatan keagamaan, dan pelatihan siswa biasanya bertumpuk pada ruang yang sama. Aula serba guna memungkinkan kegiatan berjalan bersamaan tanpa mengganggu jam belajar.

Kebutuhan seperti ini umum ditemui di banyak sekolah di Luwu Timur. Karena itu, pemetaan kondisi sarana pendidikan menjadi penting agar prioritas perbaikan disusun berdasarkan tingkat kebutuhan, bukan berdasarkan urutan usulan saja.

Langkah yang Bisa Ditempuh Sekolah dan Pemerintah Daerah

  • Menyusun data kondisi bangunan secara rinci, termasuk komponen yang paling rawan rusak, sebagai lampiran usulan.
  • Menyiapkan rencana bertahap, misalnya perbaikan ruang kelas lebih dulu, lalu aula dan fasilitas penunjang.
  • Menjaga komunikasi dengan dinas pendidikan agar status usulan dapat dipantau setiap tahap perencanaan.
  • Melibatkan komite sekolah dan orang tua dalam pengawasan kualitas pekerjaan jika perbaikan sudah berjalan.

Dari sisi pemerintah daerah, kebutuhan sekolah yang menumpuk menuntut skala prioritas yang jelas. Alokasi anggaran yang terbatas membuat setiap usulan perlu disandingkan dengan tingkat urgensi dan jumlah siswa yang dilayani.

Tata Atur
Iklan

Peran wakil rakyat dalam proses ini adalah memastikan usulan dari daerah pemilihan terdengar dan tercatat. Tanpa perantara itu, kebutuhan sekolah di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan berisiko tenggelam dalam daftar panjang usulan.

Pendidikan sebagai Kebutuhan Dasar di Luwu Timur

Persoalan pendidikan di Luwu Timur tidak berdiri sendiri. Selain kondisi bangunan, status tenaga pengajar juga menjadi pekerjaan rumah. Jumlah guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang telah diangkat di daerah ini tercatat dalam jumlah besar, dan kepastian status mereka masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat.

Kondisi itu membuat sekolah berjalan dengan komposisi tenaga yang bercampur antara ASN dan PPPK. Perencanaan sarana pun menjadi semakin penting, karena ruang kelas dan fasilitas pendukung harus melayani jumlah siswa yang terus berubah setiap tahun ajaran.

Di sisi lain, kualitas layanan pendidikan tidak hanya ditentukan gedung. Ketersediaan alat peraga, buku, koneksi internet, dan ruang praktik turut menentukan pengalaman belajar siswa. Karena itu, usulan sekolah sebaiknya disampaikan sebagai paket kebutuhan yang utuh, bukan potongan per proyek.

Tahapan Aspirasi sampai Menjadi Program

Bagi warga sekolah, memahami tahapan ini membantu menakar waktu. Usulan yang disampaikan pada pertengahan tahun biasanya masuk pembahasan perencanaan tahun berikutnya. Sementara usulan yang masuk saat pembahasan perubahan anggaran bisa lebih cepat jika dianggap mendesak.

  • Pencatatan kebutuhan melalui kunjungan kerja, reses, atau surat resmi sekolah.
  • Penyusunan pokok-pokok pikiran anggota dewan berdasarkan hasil penjaringan aspirasi.
  • Pembahasan bersama perangkat daerah untuk menilai kelayakan teknis dan kesesuaian tata ruang.
  • Penetapan dalam dokumen anggaran, lalu pelaksanaan pekerjaan oleh dinas teknis.
  • Pengawasan bersama antara sekolah, komite, dan wakil rakyat untuk memastikan hasil sesuai rencana.

Pada tahap akhir itulah peran warga sekolah kembali diuji. Pekerjaan fisik yang sudah selesai perlu dijaga, sedangkan kekurangan yang tersisa harus tercatat sebagai usulan lanjutan. Tanpa pencatatan yang rapi, kebutuhan yang belum terpenuhi mudah hilang dari perhatian.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Siapa yang melakukan kunjungan ke UPT SMP Negeri 2 Malili?

Kunjungan dilakukan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Luwu Timur, Ir. Hj. Harisah Suharjo, pada Selasa (1/9/2026). Ia merupakan salah satu dari lima anggota DPRD Luwu Timur dari PAN untuk periode 2024-2029.

Apa kebutuhan utama yang disampaikan sekolah?

Sekolah menyampaikan dua hal: revitalisasi gedung yang belum pernah dilakukan sejak 1993 dan pembangunan aula serba guna untuk menunjang kegiatan siswa, guru, serta pertemuan warga sekolah.

Bagaimana cara memantau tindak lanjut usulan sekolah?

Usulan sekolah dibahas melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah. Masyarakat dapat memantau perkembangannya melalui pembahasan di DPRD serta komunikasi dengan dinas pendidikan kabupaten.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga