SUARALUTIM.COM, MALILI — Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Muh. Rivaldi, S.H., kembali turun ke daerah pemilihannya untuk menyerap aspirasi warga. Legislator Dapil V yang meliputi Kecamatan Nuha, Towuti, dan Wasuponda itu menekankan bahwa setiap usulan warga harus masuk ke dalam sistem perencanaan pembangunan daerah, bukan berhenti sebagai catatan pertemuan.
Melalui PAN Luwu Timur di DPRD, Rivaldi mengawal aspirasi konstituen di tiga kecamatan tersebut. Agenda itu menjadi bagian dari fungsi representasi anggota dewan: melihat kondisi lapangan, mendengar keluhan langsung, lalu memperjuangkan usulan prioritas dalam pembahasan anggaran.
Selain agenda penyerapan aspirasi, ia juga mendorong percepatan layanan administrasi kependudukan digital di Luwu Timur. Menurutnya, digitalisasi dokumen kependudukan membantu warga mengakses layanan tanpa harus selalu membawa dokumen fisik yang rentan hilang.
PAN Luwu Timur dan Agenda Serap Aspirasi Dapil V
Dapil V adalah wilayah dengan karakter khas. Di sana terdapat kawasan industri dan pertambangan, permukiman di tepian danau, serta desa-desa pertanian. Kebutuhan warganya pun beragam, mulai dari infrastruktur jalan produksi hingga layanan kesehatan dasar.
Dalam kunjungan ke Kecamatan Towuti, Rivaldi bertemu pemerintah desa, kepala sekolah, kepala puskesmas, dan tokoh masyarakat. Pertemuan itu menjadi forum untuk memetakan kebutuhan yang paling mendesak di masing-masing desa. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai agenda rutin DPRD untuk memastikan program yang berjalan tepat sasaran.
“Kami di Dapil V kembali ke wilayah untuk melihat kondisi di lapangan dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Rivaldi, dikutip dari laporan Koranta.id.
Jalan tani, jembatan, dan akses ekonomi warga
Salah satu aspirasi yang paling sering muncul adalah perbaikan jalan tani dan jalan produksi. Menurut Rivaldi, akses jalan berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi warga. Jika jalan memadai, petani lebih mudah mengangkut hasil dan biaya distribusi ikut turun.
Warga juga mengusulkan pembangunan serta perbaikan jembatan penghubung antardusun. Usulan seperti ini biasanya baru bisa berjalan bila masuk dalam dokumen perencanaan dan dialokasikan anggarannya pada tahun berjalan atau tahun berikutnya.
Pendidikan dan kesehatan
Di sektor pendidikan, sejumlah sekolah masih membutuhkan sarana pendukung, termasuk kendaraan operasional. Sementara di bidang kesehatan, warga mengusulkan perbaikan fasilitas puskesmas, penambahan jenis layanan, hingga peningkatan pelayanan rawat inap.
Aspirasi tersebut sejalan dengan kebutuhan wilayah yang jaraknya berjauhan. Sejumlah pusat layanan kesehatan di Luwu Timur berada cukup jauh dari permukiman warga, sehingga penambahan kapasitas layanan menjadi usulan berulang pada setiap reses.
Mendorong Layanan Kependudukan Digital di Luwu Timur
Pada agenda terpisah, Rivaldi menyambut baik penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Luwu Timur. Ia menilai digitalisasi dokumen kependudukan sebagai langkah positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Warga tidak lagi selalu harus membawa KTP atau kartu keluarga dalam bentuk fisik.
Meski mendukung, ia mengingatkan agar aspek keamanan data menjadi perhatian utama. Semakin mudah data diakses secara digital, semakin besar pula kebutuhan sistem perlindungan yang kuat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penerapan IKD.
Pandangan itu sejalan dengan arah layanan adminduk di Luwu Timur yang mulai dijemput ke kecamatan. Dinas kependudukan dan pencatatan sipil setempat telah menjalankan layanan jemput bola ke wilayah-wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.


