Cara warga mengikuti perkembangan
Warga yang ingin mengetahui perkembangan pembangunan rumah sakit, termasuk tahapan penganggaran dan jadwal operasional, disarankan memakai jalur resmi. Beberapa kanal yang bisa dipakai antara lain:
- Sekretariat DPRD Kabupaten Luwu Timur untuk menanyakan tindak lanjut usulan warga.
- Agenda reses anggota dewan yang diumumkan oleh Badan Musyawarah DPRD, tempat aspirasi warga dihimpun per daerah pemilihan.
- Forum musyawarah di tingkat kecamatan dan desa, yang biasanya melibatkan pemerintah daerah dan perangkat terkait.
- Publikasi pemerintah kabupaten mengenai tahapan proyek dan serapan anggaran.
Bagi PAN Luwu Timur, pengawalan pembangunan fasilitas publik dinilai sebagai bagian dari fungsi representasi. Fraksi yang memiliki lima kursi di DPRD Luwu Timur periode 2024-2029 itu menyatakan akan terus mengawal aspirasi warga, terutama pada sektor yang langsung menyentuh kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.
Dampak langsung bagi keluarga di Nuha dan Towuti
Bagi keluarga di Towuti dan Nuha, rujukan bukan sekadar perpindahan pasien dari satu gedung ke gedung lain. Ketika rujukan harus menempuh perjalanan panjang, anggota keluarga biasanya ikut mendampingi, mengurus administrasi, dan menanggung biaya transportasi. Dalam banyak kasus, salah satu anggota keluarga harus meninggalkan pekerjaan harian untuk beberapa hari.
Karena itu, kehadiran rumah sakit yang berfungsi di Towuti dinilai bukan hanya soal menyediakan gedung, melainkan soal memangkas rangkaian biaya tersebut. Layanan gawat darurat, persalinan, dan perawatan dasar yang bisa ditangani di dekat rumah akan mengubah pengalaman warga dalam mengakses kesehatan.
Yang masih perlu disiapkan
Fungsi rumah sakit tidak berhenti pada bangunan. Ada sejumlah prasyarat yang biasanya harus dipenuhi sebelum layanan dibuka penuh, antara lain:
- Ketersediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan, termasuk dokter jaga dan perawat dengan kompetensi gawat darurat.
- Kelengkapan peralatan medis dasar serta sistem rujukan berjenjang yang jelas.
- Kesiapan anggaran operasional rutin, bukan hanya belanja modal pada tahun pertama.
- Ketersediaan obat, darah, dan penunjang diagnostik agar pasien tidak kembali harus dirujuk jauh.
- Integrasi dengan puskesmas di Nuha dan Towuti sebagai pintu masuk layanan.
Butir-butir itu menjelaskan mengapa pengawalan di DPRD tidak berhenti pada angka alokasi. Komisi III perlu memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal, sementara Badan Anggaran memastikan belanja operasional tidak terlupakan dalam dokumen anggaran tahunan.
FAQ PAN Luwu Timur dan RS Towuti
Siapa Muh. Rivaldi? Ia anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur periode 2024-2029 dari daerah pemilihan Luwu Timur 5 yang mencakup Kecamatan Nuha dan Towuti. Ia tercatat sebagai Ketua Fraksi PAN, Ketua Komisi III bidang pembangunan, dan anggota Badan Anggaran.
Apakah statusnya di Fraksi PAN sejalan dengan partai pengusungnya? Ya. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Luwu Timur mencatat Muh. Rivaldi sebagai calon terpilih dari PAN di daerah pemilihan 5. Meski begitu, penyebutan yang tepat bagi legislator di fraksi mana pun adalah anggota Fraksi PAN atau legislator dari Fraksi PAN.
Apakah rumah sakit itu pasti beroperasi tahun 2027? Belum bisa dipastikan dari pernyataan di media. Yang terverifikasi adalah adanya dorongan dan penyebutan alokasi anggaran oleh anggota dewan. Realisasinya bergantung pada dokumen anggaran, tahapan pembangunan, serta penyiapan sumber daya manusia dan peralatan di rumah sakit tersebut.
Sumber: Saokareba.id, pernyataan Muh. Rivaldi soal pengawalan RS Towuti hingga fungsional (saokareba.id); susunan pimpinan dan anggota lima fraksi DPRD Luwu Timur 2024-2029 (sarambang.id); penetapan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur oleh KPU (kab-luwutimur.kpu.go.id).
Baca juga: PAN Luwu Timur: Muh. Rivaldi Serap Aspirasi Warga Towuti, Berita Lutim: Ombudsman Uji Opini Pelayanan RSUD I Lagaligo, dan Berita Luwu Timur: RSUD I Lagaligo Peringati Hari Jantung.


