MALILI – ButtaCorp, perusahaan pengembang properti yang berkantor pusat di Malili, Luwu Timur, menyiapkan kawasan Campus Commercial Park di Kabupaten Gowa. Proyek ini dirancang menghadirkan aset produktif berupa rumah kost terintegrasi, yaitu hunian sewa yang tidak hanya dibangun, tetapi juga dikelola dan dipantau lewat sistem aplikasi.
Konsep itu menempatkan rumah kost bukan lagi sekadar bangunan berisi kamar, melainkan unit usaha yang berjalan. Penyewa mendapat kamar dengan kamar mandi dalam dan fasilitas kawasan, sementara pemilik unit mendapat pendapatan sewa yang dipantau melalui laporan terjadwal.
ButtaCorp dan jejak proyeknya
ButtaCorp mencatat sejumlah proyek properti dalam portofolio pemasarannya: The Royal Pangeran dan Grand Pangeran City di Kabupaten Gowa, Grand Thamrin City di Minasaupa, Makassar, serta Campus Commercial Park yang berada di Kabupaten Gowa dengan konsep kawasan rumah kost dan komersial.
Kehadiran kantor pusat di Malili juga menjadi penanda lain. Perusahaan yang tumbuh dari Luwu Timur itu membawa pengalaman mengelola kawasan, baik perumahan maupun hunian sewa, ke wilayah yang lebih luas di Sulawesi Selatan.
Malili sendiri terus bergerak sebagai pusat aktivitas Luwu Timur. Denyut pasar warga terlihat dari kegiatan rutin seperti pasar pangan murah di Malili, yang menggambarkan bagaimana permintaan lokal terbentuk mengikuti aktivitas harian, bukan sekadar musim besar.
Apa itu Campus Commercial Park
Campus Commercial Park dirancang sebagai kawasan terintegrasi. Artinya, rumah kost tidak berdiri sendiri, tetapi berada di dalam satu lingkungan yang memiliki akses terkendali, fasilitas bersama, dan pengelolaan tunggal.
Pendekatan itu penting karena bisnis sewa kamar tidak hanya soal kamar yang rapi. Ada tiga hal yang menentukan apakah sebuah kost bertahan: siapa yang mengurus operasional harian, bagaimana keamanan kawasan dijaga, dan bagaimana pemilik bisa melihat kondisi unitnya tanpa harus datang setiap pekan.
Pada Campus Commercial Park, ketiga hal itu dijawab lewat kombinasi pengelolaan penuh, sistem keamanan kawasan, dan aplikasi yang menghubungkan pemilik, pengelola, serta penghuni.
Rumah kost sebagai aset produktif
Dalam kacamata properti, rumah kost masuk kategori aset produktif karena menghasilkan pendapatan berulang dari sewa bulanan, bukan hanya mengandalkan kenaikan harga tanah. Namun sifat produktif itu hanya muncul bila unit benar-benar terisi dan terurus.
Di sinilah konsep terintegrasi bekerja. Unit dirancang untuk hunian bersama: satu bangunan berisi delapan kamar tidur dengan kamar mandi dalam, ditambah dapur pada lantai satu dan lantai dua agar penghuni tidak berebut ruang memasak. Konsep delapan kamar itu memudahkan pengelolaan karena satu unit bisa ditangani oleh tim operasional yang sama.
Pilihan tipe lain masih dikaji sebelum ditetapkan, sehingga jumlah unit dan komposisi kawasan dapat menyesuaikan hasil penjajakan pasar.
Fasilitas kawasan yang menjaga nilai aset
Sisi kawasan menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki kost rumahan. Campus Commercial Park menyiapkan beberapa fasilitas utama:
- One gate system – keluar masuk kawasan lewat satu pintu yang terkontrol.
- Keamanan 24 jam – penjagaan berkelanjutan yang menurunkan risiko kehilangan dan kerusakan.
- Smart lock – akses kamar dikendalikan secara digital sehingga tidak ada kunci fisik yang mudah disalin.
- CCTV – pengawasan pada titik-titik penting kawasan.
- Wifi gratis – kebutuhan utama penghuni, terutama mahasiswa.
- Masjid, fasilitas olahraga, dan taman – ruang ibadah, aktivitas fisik, dan ruang terbuka hijau.
- Parkiran umum dan kabel tanam – kawasan tertata, tampilan lebih rapi, dan nilai aset terjaga.
Fasilitas semacam ini biasa dicari orang tua ketika memilihkan tempat tinggal untuk anak yang kuliah. Bagi pengelola, kelengkapan fasilitas mempermudah menjaga tingkat hunian dari semester ke semester.


