Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Desa & Kecamatan

Berita Luwu Timur: Reses Tarabbi Soroti Pelatihan Kerja

22 September 2026 • Admin • 2 kali dibaca
Reses anggota DPRD Luwu Timur di Desa Tarabbi, berita luwu timur soal pelatihan kerja warga
Gambar: Luwuraya.com (dokumentasi reses Desa Tarabbi)
ASM Group
Iklan

Malili – Berita luwu timur dari Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, menunjukkan perubahan yang menarik: warga tidak hanya menagih pembangunan fisik, tetapi juga meminta pelatihan kerja. Aspirasi itu muncul dalam reses Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Firman Udding, di desa tersebut, seiring rencana masuknya investasi besar di kawasan industri Malili.

Permintaan pelatihan keterampilan disampaikan warga karena mereka ingin ikut mengisi peluang kerja yang diperkirakan terbuka ketika proyek strategis nasional mulai beroperasi. Warga menilai peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi daerah.

Berita Luwu Timur: Pergeseran Aspirasi Warga Tarabbi

Dalam forum reses, warga Desa Tarabbi menyampaikan sejumlah kebutuhan dasar yang selama ini menjadi keluhan. Ada usulan perbaikan jaringan irigasi, penyediaan air bersih, pengadaan mobiler sekolah, penataan halaman rumah ibadah, peningkatan jalan desa dan jalan tani, hingga lampu penerangan jalan umum.

Daftar itu tidak berbeda jauh dari aspirasi yang biasa muncul di desa lain. Yang membuatnya berbeda adalah tambahan permintaan soal keterampilan kerja, yang datang dari kesadaran akan perubahan ekonomi di depan mata.

Tata Atur
Iklan

Firman Udding menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dihimpun dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran daerah. Ia menegaskan setiap usulan tetap harus melewati mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah, bukan diputuskan secara langsung di forum reses.

Menurut Firman, konsekuensi dari permintaan pelatihan kerja adalah jenis program yang berbeda. Pembangunan jalan atau irigasi menghasilkan bangunan yang bisa dilihat. Pelatihan menghasilkan keterampilan yang tidak tampak, tetapi berdampak panjang pada kemampuan warga mencari penghasilan.

Investasi Kawasan Industri dan Kebutuhan Tenaga Kerja Terampil

Latar belakang permintaan itu adalah rencana pengembangan kawasan industri di Kecamatan Malili, termasuk proyek strategis nasional yang dikerjakan salah satu perusahaan pengolahan nikel. Kawasan industri yang disiapkan berada di wilayah Desa Harapan dan kawasan Lampia, dengan luas yang direncanakan mencapai ribuan hektare, sebagaimana diulas dalam laporan soal pengembangan kawasan industri Luwu Timur.

Kawasan industri berskala besar biasanya membutuhkan tenaga kerja dalam beberapa gelombang. Tahap konstruksi menyerap pekerjaan teknis seperti operator alat berat, pengelasan, kelistrikan, dan keselamatan kerja. Tahap operasional menyerap operator pabrik, analis laboratorium, teknisi mesin, serta tenaga administrasi dan logistik.

Pada tahap itulah permintaan pelatihan kerja menjadi masuk akal. Tanpa keterampilan yang sesuai, warga lokal berisiko hanya mendapat pekerjaan dengan upah rendah, sementara posisi teknis diisi pekerja dari luar daerah.

Pelatihan yang dibutuhkan juga tidak bisa bersifat umum. Program pelatihan perlu menyasar keterampilan yang benar-benar dipakai di industri, misalnya pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, pengoperasian peralatan, sampai pemahaman prosedur kerja di lingkungan pabrik.

Daftar Kebutuhan yang Disampaikan Warga Tarabbi

  • Perbaikan jaringan irigasi agar lahan pertanian mendapat suplai air lebih teratur.
  • Penyediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
  • Pengadaan mobiler sekolah, termasuk meja dan kursi bagi siswa.
  • Penataan halaman rumah ibadah agar nyaman dipakai kegiatan warga.
  • Peningkatan jalan desa dan jalan tani untuk mengangkut hasil pertanian.
  • Lampu penerangan jalan umum di ruas yang dinilai rawan pada malam hari.
  • Pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan menghadapi investasi kawasan industri.

Kebutuhan seperti irigasi dan jalan tani berkaitan langsung dengan mata pencaharian warga. Sementara mobiler sekolah dan halaman rumah ibadah menyangkut layanan dasar dan ruang sosial. Kombinasi itu menunjukkan aspirasi warga tidak berhenti pada satu sektor.

Bagaimana Usulan Warga Diproses

Setelah reses, usulan warga dicatat dan dibahas untuk menentukan mana yang menjadi kewenangan kabupaten, mana yang kabupaten, dan mana yang membutuhkan dukungan provinsi atau pusat. Kebutuhan seperti jalan desa umumnya masuk kewenangan kabupaten, sedangkan sarana sekolah bisa bersinggungan dengan dinas pendidikan.

Usulan yang lolos pembahasan teknis akan masuk ke dokumen perencanaan. Dari sana, program mengikuti alur penganggaran, baik pada perubahan anggaran maupun pada tahun berikutnya. Prosesnya panjang, dan itulah alasan usulan yang sudah lama menunggu sering terasa hilang tanpa kabar.

Bagi warga, mencatat usulan secara tertulis dan menanyakan statusnya secara berkala menjadi cara paling praktis memastikan aspirasi tidak menguap. Pemerintah desa memegang peran penting, sebagaimana terlihat pada program penguatan tata kelola desa bagi anggota BPD, karena merekalah yang mengelola daftar kebutuhan warga dan menyampaikannya ke forum perencanaan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga